<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal: Kau Boleh Kaya tapi Jangan Miskinkan Kami</title><description>Said Iqbal menyoroti kesejahteraan buruh hingga upah. Hal ini disampaikan Said usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223419/jadi-penasihat-khusus-presiden-said-iqbal-kau-boleh-kaya-tapi-jangan-miskinkan-kami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223419/jadi-penasihat-khusus-presiden-said-iqbal-kau-boleh-kaya-tapi-jangan-miskinkan-kami"/><item><title>Jadi Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal: Kau Boleh Kaya tapi Jangan Miskinkan Kami</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223419/jadi-penasihat-khusus-presiden-said-iqbal-kau-boleh-kaya-tapi-jangan-miskinkan-kami</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223419/jadi-penasihat-khusus-presiden-said-iqbal-kau-boleh-kaya-tapi-jangan-miskinkan-kami</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/320/3223419/said_iqbal-8XiL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jadi Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal: Kau Boleh Kaya tapi Jangan Miskinkan Kami (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/320/3223419/said_iqbal-8XiL_large.jpg</image><title>Jadi Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal: Kau Boleh Kaya tapi Jangan Miskinkan Kami (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyoroti kesejahteraan buruh hingga upah. Hal ini disampaikan Said usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Said Iqbal akan segera memberikan laporan dan menyampaikan pandangan terkait kesejahteraan buruh kepada Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beberapa hal yang mungkin nanti, karena saya kan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden melalui koordinasi dengan Pak Mensesneg,&amp;rdquo; ucap Said Iqbal usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
Sejumlah hal yang akan dilaporkan kepada Presiden salah satunya berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu terkait kesejahteraan buruh, Said Iqbal memandang bahwa ke depan kesejahteraan buruh meliputi kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial. Pandangan-pandangan tersebut, kata Said Iqbal, akan disampaikan kepada Presiden untuk menjadi bahan pertimbangan dalam analisa kebijakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tiga hal inilah yang akan kami fokuskan, memberikan saran-saran, pendapat, dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, Said Iqbal juga akan menyampaikan pandangannya terkait upah layak bagi para buruh. Termasuk juga terkait pekerja buruh migran yang saat ini menurutnya masih memerlukan perlindungan dari negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal-hal ini yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden dalam bentuk saran, pendapat, gagasan, dan menganalisis kebijakan. Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyoroti kesejahteraan buruh hingga upah. Hal ini disampaikan Said usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Said Iqbal akan segera memberikan laporan dan menyampaikan pandangan terkait kesejahteraan buruh kepada Presiden.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beberapa hal yang mungkin nanti, karena saya kan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden melalui koordinasi dengan Pak Mensesneg,&amp;rdquo; ucap Said Iqbal usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
Sejumlah hal yang akan dilaporkan kepada Presiden salah satunya berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu terkait kesejahteraan buruh, Said Iqbal memandang bahwa ke depan kesejahteraan buruh meliputi kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial. Pandangan-pandangan tersebut, kata Said Iqbal, akan disampaikan kepada Presiden untuk menjadi bahan pertimbangan dalam analisa kebijakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tiga hal inilah yang akan kami fokuskan, memberikan saran-saran, pendapat, dan analisis kebijakan kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruh,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, Said Iqbal juga akan menyampaikan pandangannya terkait upah layak bagi para buruh. Termasuk juga terkait pekerja buruh migran yang saat ini menurutnya masih memerlukan perlindungan dari negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal-hal ini yang akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden dalam bentuk saran, pendapat, gagasan, dan menganalisis kebijakan. Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
