<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Suku Bunga BI Perkuat Rupiah, Daya Beli Tetap Harus Dijaga</title><description>Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali suku bunga acuannya menjadi 5,50 persen&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223547/kenaikan-suku-bunga-bi-perkuat-rupiah-daya-beli-tetap-harus-dijaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223547/kenaikan-suku-bunga-bi-perkuat-rupiah-daya-beli-tetap-harus-dijaga"/><item><title>Kenaikan Suku Bunga BI Perkuat Rupiah, Daya Beli Tetap Harus Dijaga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223547/kenaikan-suku-bunga-bi-perkuat-rupiah-daya-beli-tetap-harus-dijaga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223547/kenaikan-suku-bunga-bi-perkuat-rupiah-daya-beli-tetap-harus-dijaga</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/320/3223547/rupiah-yob9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi pelemahan Mata Uang Garuda yang sempat menembus Rp18.000 per USD menjadi peringatan bagi bangsa. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/320/3223547/rupiah-yob9_large.jpg</image><title>Kondisi pelemahan Mata Uang Garuda yang sempat menembus Rp18.000 per USD menjadi peringatan bagi bangsa. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali suku bunga acuannya menjadi 5,50 persen. Rupiah menguat 129 poin atau 0,71 persen ke level Rp18.085 per USD.&#13;
&#13;
Meski demikian, kondisi pelemahan Mata Uang Garuda yang sempat menembus Rp18.000 per USD menjadi peringatan bagi bangsa untuk segera mengalihkan fokus pada penguatan fondasi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global saat ini, sembari tetap menjaga kepercayaan investor. Karena kita sedang berada dalam masa transisi, ketika pemerintah tengah berusaha bertransformasi dari ketergantungan terhadap modal asing menuju kemandirian pembiayaan nasional,&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti keputusan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang secara tegas menolak tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia senilai USD20 miliar hingga USD30 miliar. Keputusan tersebut diambil karena APBN dinilai sangat solid, didukung oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini pemerintah sedang membangun kedaulatan nasional yang harus kita dukung. Menurut saya, Pak Purbaya sudah tepat dan cerdas. Dengan menolak utang dari lembaga moneter internasional, artinya pemerintah saat ini sudah tidak mau disetir dan tidak mau lagi diatur oleh mereka,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pengurangan beban utang luar negeri akan membuka ruang fiskal yang lebih luas pada masa depan sehingga memungkinkan alokasi dana yang lebih besar untuk pendidikan, riset, teknologi, dan infrastruktur hilirisasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meskipun terlihat sulit, langkah berani pemerintah untuk meminimalkan ketergantungan pada utang internasional merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ia mendorong generasi muda untuk mengubah paradigma dari masyarakat konsumtif menjadi insan yang produktif. Krisis ini diharapkan menjadi momentum percepatan industrialisasi guna mengelola kekayaan alam secara mandiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus optimistis bahwa kemandirian ekonomi bangsa harus dimulai dari kemandirian finansial individu, khususnya generasi muda. Tinggalkan gaya hidup konsumtif, belajar berinvestasi, dan menjadi pemuda yang kreatif,&amp;quot; sarannya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia memutuskan menaikkan kembali suku bunga acuannya menjadi 5,50 persen. Rupiah menguat 129 poin atau 0,71 persen ke level Rp18.085 per USD.&#13;
&#13;
Meski demikian, kondisi pelemahan Mata Uang Garuda yang sempat menembus Rp18.000 per USD menjadi peringatan bagi bangsa untuk segera mengalihkan fokus pada penguatan fondasi ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global saat ini, sembari tetap menjaga kepercayaan investor. Karena kita sedang berada dalam masa transisi, ketika pemerintah tengah berusaha bertransformasi dari ketergantungan terhadap modal asing menuju kemandirian pembiayaan nasional,&amp;quot; ujar Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti keputusan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang secara tegas menolak tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia senilai USD20 miliar hingga USD30 miliar. Keputusan tersebut diambil karena APBN dinilai sangat solid, didukung oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini pemerintah sedang membangun kedaulatan nasional yang harus kita dukung. Menurut saya, Pak Purbaya sudah tepat dan cerdas. Dengan menolak utang dari lembaga moneter internasional, artinya pemerintah saat ini sudah tidak mau disetir dan tidak mau lagi diatur oleh mereka,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pengurangan beban utang luar negeri akan membuka ruang fiskal yang lebih luas pada masa depan sehingga memungkinkan alokasi dana yang lebih besar untuk pendidikan, riset, teknologi, dan infrastruktur hilirisasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meskipun terlihat sulit, langkah berani pemerintah untuk meminimalkan ketergantungan pada utang internasional merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ia mendorong generasi muda untuk mengubah paradigma dari masyarakat konsumtif menjadi insan yang produktif. Krisis ini diharapkan menjadi momentum percepatan industrialisasi guna mengelola kekayaan alam secara mandiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus optimistis bahwa kemandirian ekonomi bangsa harus dimulai dari kemandirian finansial individu, khususnya generasi muda. Tinggalkan gaya hidup konsumtif, belajar berinvestasi, dan menjadi pemuda yang kreatif,&amp;quot; sarannya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
