<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Rupiah Melemah</title><description>Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan ekonomi terkini, kondisi fundamental perekonomian nasional&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223651/bertemu-prabowo-chatib-basri-ingatkan-risiko-kenaikan-harga-akibat-rupiah-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223651/bertemu-prabowo-chatib-basri-ingatkan-risiko-kenaikan-harga-akibat-rupiah-melemah"/><item><title>Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Rupiah Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223651/bertemu-prabowo-chatib-basri-ingatkan-risiko-kenaikan-harga-akibat-rupiah-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/09/320/3223651/bertemu-prabowo-chatib-basri-ingatkan-risiko-kenaikan-harga-akibat-rupiah-melemah</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 22:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/320/3223651/chatib_basri-QXsx_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg"> Presiden Prabowo Subianto memanggil Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke Istana Merdeka. (Foto; Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/320/3223651/chatib_basri-QXsx_large.jpeg</image><title> Presiden Prabowo Subianto memanggil Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke Istana Merdeka. (Foto; Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan ekonomi terkini, kondisi fundamental perekonomian nasional, serta berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.&#13;
&#13;
Anggota DEN, Chatib Basri, menjelaskan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Satu isu penting yang harus diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya kenaikan harga-harga akibat pelemahan rupiah,&amp;quot; ucap Chatib dalam keterangannya usai pertemuan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Chatib menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan pelaku ekonomi di tengah ketidakpastian global. Salah satu upaya yang dinilai dapat memperkuat kepercayaan tersebut adalah melalui pelaksanaan efisiensi anggaran dan optimalisasi program-program prioritas pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk juga untuk menumbuhkan confidence dan trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya terkait program MBG,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pada kesempatan yang sama, anggota DEN Firman Hidayat menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan jauh lebih baik dibandingkan saat krisis ekonomi 1998. Menurutnya, sejumlah indikator makro menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang terjaga, didukung oleh kondisi korporasi dan sektor perbankan yang sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi dan inflasi yang tetap stabil, salah satu yang kami soroti adalah neraca korporasi yang berada dalam posisi sangat sehat,&amp;quot; ujar Firman.&#13;
&#13;
Meski demikian, DEN mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global yang masih berlangsung, termasuk dampak konflik internasional yang berkepanjangan serta pelemahan nilai tukar rupiah. Faktor-faktor tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi yang pada akhirnya dapat memberi tekanan terhadap harga-harga domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dampak perang ini tampaknya lebih besar dan berlangsung lebih lama dari perkiraan kita. Kemudian ada faktor pelemahan rupiah,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain membahas kondisi makroekonomi, DEN turut menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat posisi eksternal Indonesia, di antaranya melalui peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan tinggi serta mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara guna menambah penerimaan devisa negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita bisa meningkatkan jumlah wisman lebih tinggi ke depan, tentu hal itu akan membantu meningkatkan devisa kita,&amp;quot; tutur Firman.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan ekonomi terkini, kondisi fundamental perekonomian nasional, serta berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.&#13;
&#13;
Anggota DEN, Chatib Basri, menjelaskan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Satu isu penting yang harus diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya kenaikan harga-harga akibat pelemahan rupiah,&amp;quot; ucap Chatib dalam keterangannya usai pertemuan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Chatib menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan pelaku ekonomi di tengah ketidakpastian global. Salah satu upaya yang dinilai dapat memperkuat kepercayaan tersebut adalah melalui pelaksanaan efisiensi anggaran dan optimalisasi program-program prioritas pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk juga untuk menumbuhkan confidence dan trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya terkait program MBG,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pada kesempatan yang sama, anggota DEN Firman Hidayat menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan jauh lebih baik dibandingkan saat krisis ekonomi 1998. Menurutnya, sejumlah indikator makro menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang terjaga, didukung oleh kondisi korporasi dan sektor perbankan yang sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi dan inflasi yang tetap stabil, salah satu yang kami soroti adalah neraca korporasi yang berada dalam posisi sangat sehat,&amp;quot; ujar Firman.&#13;
&#13;
Meski demikian, DEN mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global yang masih berlangsung, termasuk dampak konflik internasional yang berkepanjangan serta pelemahan nilai tukar rupiah. Faktor-faktor tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi yang pada akhirnya dapat memberi tekanan terhadap harga-harga domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dampak perang ini tampaknya lebih besar dan berlangsung lebih lama dari perkiraan kita. Kemudian ada faktor pelemahan rupiah,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain membahas kondisi makroekonomi, DEN turut menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat posisi eksternal Indonesia, di antaranya melalui peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan tinggi serta mendorong peningkatan jumlah wisatawan mancanegara guna menambah penerimaan devisa negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita bisa meningkatkan jumlah wisman lebih tinggi ke depan, tentu hal itu akan membantu meningkatkan devisa kita,&amp;quot; tutur Firman.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
