<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Driver Ojol Teriak Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter: Pendapatan Saya Tak Cukup</title><description>Pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada hari ini.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/10/320/3223708/driver-ojol-teriak-harga-pertamax-naik-jadi-rp16-250-per-liter-pendapatan-saya-tak-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/10/320/3223708/driver-ojol-teriak-harga-pertamax-naik-jadi-rp16-250-per-liter-pendapatan-saya-tak-cukup"/><item><title>Driver Ojol Teriak Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter: Pendapatan Saya Tak Cukup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/10/320/3223708/driver-ojol-teriak-harga-pertamax-naik-jadi-rp16-250-per-liter-pendapatan-saya-tak-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/10/320/3223708/driver-ojol-teriak-harga-pertamax-naik-jadi-rp16-250-per-liter-pendapatan-saya-tak-cukup</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2026 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/10/320/3223708/ojol-Z625_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Driver Ojol Teriak Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter: Pendapatan Saya Tak Cukup (Foto: Mei Sada/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/10/320/3223708/ojol-Z625_large.jpg</image><title>Driver Ojol Teriak Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter: Pendapatan Saya Tak Cukup (Foto: Mei Sada/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada hari ini. Mereka menilai kenaikan harga Pertamax kali ini terlalu tinggi dan berpotensi menambah beban biaya operasional harian.&#13;
&#13;
Salah satunya disampaikan Eko, pengemudi ojek online asal Petamburan yang ditemui di SPBU 34.111.03 KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut Eko, kenaikan harga Pertamax kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan penyesuaian harga sebelumnya. Jika biasanya kenaikan harga hanya berkisar Rp1.000, kini kenaikannya dinilai sangat tinggi yaitu Rp3.000 lebih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waduh kayaknya tinggi banget naiknya ya. Biasanya kan paling cuma seribu naiknya, ini sekarang tiga ribu lebih. Enggak cukup lah buat narik,&amp;rdquo; kata Eko saat ditemui di lokasi.&#13;
&#13;
Eko mengaku selama ini rutin menggunakan Pertamax untuk kendaraannya. Namun setelah harga naik menjadi Rp16.250 per liter, dia memutuskan beralih ke Pertalite. Tujuannya agar biaya operasional tidak semakin membengkak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya biasa Pertamax motor saya, jadi ganti Pertalite. Harapannya bisa normal kembali kayak kemarin, ini terlalu tinggi soalnya (naiknya), enggak cukup pendapatan saya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
Antrean Pengendara Beli Pertalite Usai Pertamax Naik&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi juga menunjukkan dampak langsung dari kenaikan harga BBM non subsidi tersebut. Antrean pengisian Pertalite untuk sepeda motor terlihat mengular, sementara jalur Pertamax relatif sepi.&#13;
&#13;
Bahkan sekitar pukul 09.45 WIB, antrean di jalur Pertamax bagi pemotor sempat kosong. Para pengemudi ojek online pun berharap ada solusi yang dapat meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan pendapatan harian dari aktivitas berkendara di jalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapannya bisa normal kembali kayak kemarin, ini terlalu tinggi soalnya (naiknya). Enggak cukup pendapatan saya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, harga Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara, harga Pertamax Green juga naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,&amp;quot; ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya.&#13;
&#13;
&#13;
Antrean Pengendara Beli Pertalite Usai Pertamax Naik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada hari ini. Mereka menilai kenaikan harga Pertamax kali ini terlalu tinggi dan berpotensi menambah beban biaya operasional harian.&#13;
&#13;
Salah satunya disampaikan Eko, pengemudi ojek online asal Petamburan yang ditemui di SPBU 34.111.03 KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut Eko, kenaikan harga Pertamax kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan penyesuaian harga sebelumnya. Jika biasanya kenaikan harga hanya berkisar Rp1.000, kini kenaikannya dinilai sangat tinggi yaitu Rp3.000 lebih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waduh kayaknya tinggi banget naiknya ya. Biasanya kan paling cuma seribu naiknya, ini sekarang tiga ribu lebih. Enggak cukup lah buat narik,&amp;rdquo; kata Eko saat ditemui di lokasi.&#13;
&#13;
Eko mengaku selama ini rutin menggunakan Pertamax untuk kendaraannya. Namun setelah harga naik menjadi Rp16.250 per liter, dia memutuskan beralih ke Pertalite. Tujuannya agar biaya operasional tidak semakin membengkak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya biasa Pertamax motor saya, jadi ganti Pertalite. Harapannya bisa normal kembali kayak kemarin, ini terlalu tinggi soalnya (naiknya), enggak cukup pendapatan saya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
Antrean Pengendara Beli Pertalite Usai Pertamax Naik&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantauan di lokasi juga menunjukkan dampak langsung dari kenaikan harga BBM non subsidi tersebut. Antrean pengisian Pertalite untuk sepeda motor terlihat mengular, sementara jalur Pertamax relatif sepi.&#13;
&#13;
Bahkan sekitar pukul 09.45 WIB, antrean di jalur Pertamax bagi pemotor sempat kosong. Para pengemudi ojek online pun berharap ada solusi yang dapat meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan pendapatan harian dari aktivitas berkendara di jalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapannya bisa normal kembali kayak kemarin, ini terlalu tinggi soalnya (naiknya). Enggak cukup pendapatan saya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, harga Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara, harga Pertamax Green juga naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,&amp;quot; ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya.&#13;
&#13;
&#13;
Antrean Pengendara Beli Pertalite Usai Pertamax Naik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
