<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Temui Prabowo di Jakarta, Ini yang Akan Dibahas</title><description>Pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto tersebut akan memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Jerman.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/12/320/3224201/presiden-jerman-frank-walter-steinmeier-temui-prabowo-di-jakarta-ini-yang-akan-dibahas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/12/320/3224201/presiden-jerman-frank-walter-steinmeier-temui-prabowo-di-jakarta-ini-yang-akan-dibahas"/><item><title>Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Temui Prabowo di Jakarta, Ini yang Akan Dibahas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/12/320/3224201/presiden-jerman-frank-walter-steinmeier-temui-prabowo-di-jakarta-ini-yang-akan-dibahas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/12/320/3224201/presiden-jerman-frank-walter-steinmeier-temui-prabowo-di-jakarta-ini-yang-akan-dibahas</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2026 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/12/320/3224201/dubes_jerman-rVxJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste Soal Kunjungan Presiden Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/12/320/3224201/dubes_jerman-rVxJ_large.jpg</image><title>Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste Soal Kunjungan Presiden Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto tersebut akan memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Jerman.&#13;
&#13;
Kunjungan ini mengusung misi strategis untuk mempertegas posisi Berlin sebagai mitra yang solid dan dapat diandalkan bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung program-program pembangunan nasional jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ingin mengumumkan bahwa Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo Subianto pada 15 Juni 2026 di Jakarta. Pesan utama dari kunjungan ini sangat jelas: Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia,&amp;quot; kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).&#13;
&#13;
Beste menjelaskan bahwa lawatan ini merupakan kunjungan perdana Presiden Steinmeier ke Indonesia sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik. Presiden Steinmeier akan membawa delegasi yang terdiri atas pelaku bisnis dari sektor logistik, permesinan, digitalisasi, hingga mobilitas tenaga kerja, serta akademisi dan ilmuwan terkemuka dari Jerman.&#13;
&#13;
Pemilihan Jakarta sebagai pusat kunjungan dinilai tepat mengingat kota ini telah lama menjadi lokasi berbagai kantor regional lembaga pendidikan, kebudayaan, dan sains Jerman di kawasan Asia Tenggara.&#13;
&#13;
Selama berada di Jakarta, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi keagamaan dan budaya untuk melihat secara langsung simbol toleransi di Indonesia. Selain itu, ia akan berdialog dengan para peneliti dan intelektual Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama kunjungannya, Presiden akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Beliau juga akan berdialog dengan peneliti dan intelektual publik Indonesia mengenai perkembangan Indonesia saat ini,&amp;quot; jelas Beste.&#13;
&#13;
Jerman memandang Indonesia sebagai negara kekuatan menengah (middle power) yang berkembang pesat dan memiliki peran geopolitik penting di tingkat global. Saat ini, kerja sama kedua negara telah mencakup berbagai sektor strategis.&#13;
&#13;
Jerman merupakan negara tujuan terbesar bagi pelajar Indonesia di Eropa dengan jumlah hampir 6.000 mahasiswa. Selain itu, terdapat komunitas pekerja terampil Indonesia yang cukup besar di sektor kesehatan Jerman.&#13;
&#13;
Kerja sama kedua negara juga mencakup keterlibatan industri Jerman dalam produksi dua unit pesawat angkut militer Airbus A400M yang digunakan TNI Angkatan Udara untuk misi kemanusiaan, serta pembangunan kapal riset oseanografi maritim.&#13;
&#13;
Jerman juga menjadi salah satu motor penggerak program Just Energy Transition Partnership (JETP) di Indonesia melalui pembiayaan energi bersih, pembangunan jaringan listrik di Sulawesi, hingga proyek teknologi solar ice maker bagi nelayan.&#13;
&#13;
Di sektor ekonomi, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Jerman saat ini mencapai sekitar 7 miliar dolar AS, menjadikan Jerman sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa.&#13;
&#13;
Untuk meningkatkan volume perdagangan tersebut, Jerman mendorong agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) dapat segera diratifikasi.&#13;
&#13;
Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, Jerman menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama perdagangan dan mendukung modernisasi infrastruktur bersama Indonesia guna menghadapi tantangan ekonomi global.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto tersebut akan memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Jerman.&#13;
&#13;
Kunjungan ini mengusung misi strategis untuk mempertegas posisi Berlin sebagai mitra yang solid dan dapat diandalkan bagi Indonesia, khususnya dalam mendukung program-program pembangunan nasional jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ingin mengumumkan bahwa Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo Subianto pada 15 Juni 2026 di Jakarta. Pesan utama dari kunjungan ini sangat jelas: Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia,&amp;quot; kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).&#13;
&#13;
Beste menjelaskan bahwa lawatan ini merupakan kunjungan perdana Presiden Steinmeier ke Indonesia sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik. Presiden Steinmeier akan membawa delegasi yang terdiri atas pelaku bisnis dari sektor logistik, permesinan, digitalisasi, hingga mobilitas tenaga kerja, serta akademisi dan ilmuwan terkemuka dari Jerman.&#13;
&#13;
Pemilihan Jakarta sebagai pusat kunjungan dinilai tepat mengingat kota ini telah lama menjadi lokasi berbagai kantor regional lembaga pendidikan, kebudayaan, dan sains Jerman di kawasan Asia Tenggara.&#13;
&#13;
Selama berada di Jakarta, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi keagamaan dan budaya untuk melihat secara langsung simbol toleransi di Indonesia. Selain itu, ia akan berdialog dengan para peneliti dan intelektual Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama kunjungannya, Presiden akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Beliau juga akan berdialog dengan peneliti dan intelektual publik Indonesia mengenai perkembangan Indonesia saat ini,&amp;quot; jelas Beste.&#13;
&#13;
Jerman memandang Indonesia sebagai negara kekuatan menengah (middle power) yang berkembang pesat dan memiliki peran geopolitik penting di tingkat global. Saat ini, kerja sama kedua negara telah mencakup berbagai sektor strategis.&#13;
&#13;
Jerman merupakan negara tujuan terbesar bagi pelajar Indonesia di Eropa dengan jumlah hampir 6.000 mahasiswa. Selain itu, terdapat komunitas pekerja terampil Indonesia yang cukup besar di sektor kesehatan Jerman.&#13;
&#13;
Kerja sama kedua negara juga mencakup keterlibatan industri Jerman dalam produksi dua unit pesawat angkut militer Airbus A400M yang digunakan TNI Angkatan Udara untuk misi kemanusiaan, serta pembangunan kapal riset oseanografi maritim.&#13;
&#13;
Jerman juga menjadi salah satu motor penggerak program Just Energy Transition Partnership (JETP) di Indonesia melalui pembiayaan energi bersih, pembangunan jaringan listrik di Sulawesi, hingga proyek teknologi solar ice maker bagi nelayan.&#13;
&#13;
Di sektor ekonomi, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Jerman saat ini mencapai sekitar 7 miliar dolar AS, menjadikan Jerman sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa.&#13;
&#13;
Untuk meningkatkan volume perdagangan tersebut, Jerman mendorong agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) dapat segera diratifikasi.&#13;
&#13;
Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, Jerman menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama perdagangan dan mendukung modernisasi infrastruktur bersama Indonesia guna menghadapi tantangan ekonomi global.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
