<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Kenaikan BBM, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter</title><description>Kenaikan ini terjadi pada sejumlah produk, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/13/320/3223995/5-fakta-kenaikan-bbm-pertamax-tembus-rp16-250-per-liter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/13/320/3223995/5-fakta-kenaikan-bbm-pertamax-tembus-rp16-250-per-liter"/><item><title>5 Fakta Kenaikan BBM, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/13/320/3223995/5-fakta-kenaikan-bbm-pertamax-tembus-rp16-250-per-liter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/13/320/3223995/5-fakta-kenaikan-bbm-pertamax-tembus-rp16-250-per-liter</guid><pubDate>Sabtu 13 Juni 2026 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/11/320/3223995/harga_bbm-dzp2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina resmi mengalami kenaikan. (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/11/320/3223995/harga_bbm-dzp2_large.jpg</image><title>Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina resmi mengalami kenaikan. (foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina resmi mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi pada sejumlah produk, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut memicu perhatian DPR RI yang berencana memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dasar perhitungan harga.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik terkait kenaikan harga BBM, Sabtu (13/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Harga Pertamax Naik&#13;
&#13;
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menetapkan penyesuaian harga BBM non-subsidi mulai Juni 2026. Kenaikan berlaku pada beberapa produk, di antaranya Pertamax dan Pertamax Green.&#13;
&#13;
Berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.&#13;
&#13;
2. Harga BBM Pertamina&#13;
&#13;
Adapun harga BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo tetap Rp20.760 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.&#13;
&#13;
Sementara itu, harga BBM subsidi juga tidak berubah. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.&#13;
&#13;
3. Pertamina Jelaskan Dasar Penyesuaian Harga BBM&#13;
&#13;
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/6/2026).&#13;
&#13;
Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi.&#13;
&#13;
4. DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina&#13;
&#13;
Menanggapi kenaikan harga tersebut, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, mengatakan DPR akan memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dasar perhitungan kenaikan harga BBM.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait, dalam hal ini Kementerian ESDM dan Pertamina, untuk meminta penjelasan mengenai dasar dan cara perhitungan mereka dalam menaikkan harga BBM,&amp;rdquo; ujar Dony, Kamis (11/06/2026).&#13;
&#13;
Dony menilai masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang transparan agar memahami alasan di balik penyesuaian harga tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mudah-mudahan setelah pertemuan nanti kita mendapat jawaban yang konkret,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
5. Kenaikan BBM Dipengaruhi Harga Minyak Dunia&#13;
&#13;
Menurut Dony, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya harga minyak dunia yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan BBM non-PSO selama ini mengikuti mekanisme harga pasar internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BBM non-PSO ini sudah terikat dengan harga internasional. Jadi mengikuti naik turunnya harga minyak dunia,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina resmi mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi pada sejumlah produk, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut memicu perhatian DPR RI yang berencana memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dasar perhitungan harga.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik terkait kenaikan harga BBM, Sabtu (13/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Harga Pertamax Naik&#13;
&#13;
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menetapkan penyesuaian harga BBM non-subsidi mulai Juni 2026. Kenaikan berlaku pada beberapa produk, di antaranya Pertamax dan Pertamax Green.&#13;
&#13;
Berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.&#13;
&#13;
2. Harga BBM Pertamina&#13;
&#13;
Adapun harga BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Pertamax Turbo tetap Rp20.760 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.&#13;
&#13;
Sementara itu, harga BBM subsidi juga tidak berubah. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.&#13;
&#13;
3. Pertamina Jelaskan Dasar Penyesuaian Harga BBM&#13;
&#13;
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/6/2026).&#13;
&#13;
Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi.&#13;
&#13;
4. DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina&#13;
&#13;
Menanggapi kenaikan harga tersebut, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, mengatakan DPR akan memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dasar perhitungan kenaikan harga BBM.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait, dalam hal ini Kementerian ESDM dan Pertamina, untuk meminta penjelasan mengenai dasar dan cara perhitungan mereka dalam menaikkan harga BBM,&amp;rdquo; ujar Dony, Kamis (11/06/2026).&#13;
&#13;
Dony menilai masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang transparan agar memahami alasan di balik penyesuaian harga tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mudah-mudahan setelah pertemuan nanti kita mendapat jawaban yang konkret,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
5. Kenaikan BBM Dipengaruhi Harga Minyak Dunia&#13;
&#13;
Menurut Dony, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya harga minyak dunia yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan BBM non-PSO selama ini mengikuti mekanisme harga pasar internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BBM non-PSO ini sudah terikat dengan harga internasional. Jadi mengikuti naik turunnya harga minyak dunia,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
