<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Candaan Purbaya Incar Harley Davidson Rampasan Negara, Tapi Dilarang Istri</title><description>Candaan tersebut disampaikan di sela pemaparan mengenai penguatan tata kelola keuangan negara dan disambut tawa para undangan yang hadir.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224595/candaan-purbaya-incar-harley-davidson-rampasan-negara-tapi-dilarang-istri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224595/candaan-purbaya-incar-harley-davidson-rampasan-negara-tapi-dilarang-istri"/><item><title>Candaan Purbaya Incar Harley Davidson Rampasan Negara, Tapi Dilarang Istri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224595/candaan-purbaya-incar-harley-davidson-rampasan-negara-tapi-dilarang-istri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224595/candaan-purbaya-incar-harley-davidson-rampasan-negara-tapi-dilarang-istri</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2026 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224595/purbaya-eU6M_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan terkait barang rampasan negara berupa motor gede. (foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224595/purbaya-eU6M_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan terkait barang rampasan negara berupa motor gede. (foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan terkait barang rampasan negara berupa motor gede (moge) Harley Davidson dalam agenda penyerahan dana pemulihan aset dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan di Jakarta. Candaan tersebut disampaikan di sela pemaparan mengenai penguatan tata kelola keuangan negara dan disambut tawa para undangan yang hadir.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Purbaya berinteraksi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan menyampaikan ketertarikannya untuk menebus aset jika terdapat unit Harley Davidson yang dilelang. Namun, ia kemudian menegaskan bahwa keinginan tersebut hanya sebatas candaan karena tidak mendapat izin dari istrinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Barangnya apa, Pak? Nggak ada Harley Davidson ya, Pak? Kalau ada, saya mau tebus, Pak. Saya nggak punya motor, tapi nggak boleh beli sama istri, Pak. Cuma cita-cita saja itu, Pak,&amp;rdquo; ujar Purbaya, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
Ketertarikan Purbaya terhadap mekanisme lelang eksekusi yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kejaksaan Agung ternyata tidak sekadar kelakar. Purbaya mengaku bahwa dirinya memiliki pengalaman langsung membeli aset tanah melalui jalur lelang resmi pemerintah.&#13;
&#13;
Ia pun meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) agar terus menginformasikan pelaksanaan lelang serupa sepanjang tahun ke depan.&#13;
&#13;
Sambil bercanda, Purbaya bahkan menantang para pejabat negara lainnya untuk tidak ragu ikut serta berburu barang di kanal resmi pemerintah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pernah beli lelang, Pak, dapat tanah, lumayanlah. Boleh kan pejabat? Boleh nggak, Pak? Boleh ya? Saya pengen dapat yang murah juga. Nggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naik kan ya? Kalau saya lihat itu harganya akhirnya, awalnya pembukaannya murah, tapi akhirnya tinggi juga. Tapi saya pengen tahu, Bu. Sama pejabat lain juga disuruh beli kalau ada. Mungkin mereka nggak berani beli ya, Pak ya? Sudah pada kaya kali ya? Cuma saya saja yang duitnya pas-pasan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Di luar aspek kelakar tersebut, Purbaya menanggapi secara serius laporan dari Badan Pemulihan Aset (BPA) mengenai adanya tiga pemenang lelang BPA Fair 2026 yang dinyatakan gugur karena tidak melunasi pembayaran sesuai tenggat waktu yang ditentukan.&#13;
&#13;
Purbaya memastikan bahwa sesuai regulasi yang berlaku, uang jaminan yang telah disetorkan oleh peserta yang wanprestasi tersebut secara otomatis menjadi milik negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi saya dengar ada tiga yang tidak dilunasi ya, Pak ya? Kalau begitu uangnya dikuasai kita ya, Pak ya? Kan dia harus naruh ya? Berapa? 10 persen ya?&amp;rdquo; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bendahara Negara ini menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Agung, khususnya BPA, yang dinilai berhasil menelusuri dan menyita uang tunai puluhan miliar rupiah dari terpidana kasus korupsi Edi Tansil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang saya kaget tadi kasus Edi Tansil yang sudah lama menjadi ingatan publik, uangnya masih bisa diperoleh juga ya? Ini saya pikir prestasi yang luar biasa, Pak, karena sudah puluhan tahun dikejar terus. Dikejar terus pasti tidak gampang kan, Pak?&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi pesan kuat pemerintah bahwa negara tidak akan berhenti mengejar pelaku kejahatan keuangan dan merampas kembali hak rakyat, berapa pun lamanya waktu yang telah berlalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini suatu prestasi yang luar biasa. Kasus Edi Tansil mengingatkan bahwa kerugian negara tidak boleh menjadi masa lalu tanpa penyelesaian. Jadi siapa yang merugikan negara sampai kapan pun akan kita kejar ya, Pak ya? Waktu boleh berjalan, tapi hak negara tidak boleh hilang,&amp;rdquo; pungkas Purbaya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan terkait barang rampasan negara berupa motor gede (moge) Harley Davidson dalam agenda penyerahan dana pemulihan aset dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan di Jakarta. Candaan tersebut disampaikan di sela pemaparan mengenai penguatan tata kelola keuangan negara dan disambut tawa para undangan yang hadir.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Purbaya berinteraksi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan menyampaikan ketertarikannya untuk menebus aset jika terdapat unit Harley Davidson yang dilelang. Namun, ia kemudian menegaskan bahwa keinginan tersebut hanya sebatas candaan karena tidak mendapat izin dari istrinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Barangnya apa, Pak? Nggak ada Harley Davidson ya, Pak? Kalau ada, saya mau tebus, Pak. Saya nggak punya motor, tapi nggak boleh beli sama istri, Pak. Cuma cita-cita saja itu, Pak,&amp;rdquo; ujar Purbaya, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
Ketertarikan Purbaya terhadap mekanisme lelang eksekusi yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kejaksaan Agung ternyata tidak sekadar kelakar. Purbaya mengaku bahwa dirinya memiliki pengalaman langsung membeli aset tanah melalui jalur lelang resmi pemerintah.&#13;
&#13;
Ia pun meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) agar terus menginformasikan pelaksanaan lelang serupa sepanjang tahun ke depan.&#13;
&#13;
Sambil bercanda, Purbaya bahkan menantang para pejabat negara lainnya untuk tidak ragu ikut serta berburu barang di kanal resmi pemerintah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pernah beli lelang, Pak, dapat tanah, lumayanlah. Boleh kan pejabat? Boleh nggak, Pak? Boleh ya? Saya pengen dapat yang murah juga. Nggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naik kan ya? Kalau saya lihat itu harganya akhirnya, awalnya pembukaannya murah, tapi akhirnya tinggi juga. Tapi saya pengen tahu, Bu. Sama pejabat lain juga disuruh beli kalau ada. Mungkin mereka nggak berani beli ya, Pak ya? Sudah pada kaya kali ya? Cuma saya saja yang duitnya pas-pasan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Di luar aspek kelakar tersebut, Purbaya menanggapi secara serius laporan dari Badan Pemulihan Aset (BPA) mengenai adanya tiga pemenang lelang BPA Fair 2026 yang dinyatakan gugur karena tidak melunasi pembayaran sesuai tenggat waktu yang ditentukan.&#13;
&#13;
Purbaya memastikan bahwa sesuai regulasi yang berlaku, uang jaminan yang telah disetorkan oleh peserta yang wanprestasi tersebut secara otomatis menjadi milik negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi saya dengar ada tiga yang tidak dilunasi ya, Pak ya? Kalau begitu uangnya dikuasai kita ya, Pak ya? Kan dia harus naruh ya? Berapa? 10 persen ya?&amp;rdquo; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bendahara Negara ini menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Agung, khususnya BPA, yang dinilai berhasil menelusuri dan menyita uang tunai puluhan miliar rupiah dari terpidana kasus korupsi Edi Tansil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang saya kaget tadi kasus Edi Tansil yang sudah lama menjadi ingatan publik, uangnya masih bisa diperoleh juga ya? Ini saya pikir prestasi yang luar biasa, Pak, karena sudah puluhan tahun dikejar terus. Dikejar terus pasti tidak gampang kan, Pak?&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi pesan kuat pemerintah bahwa negara tidak akan berhenti mengejar pelaku kejahatan keuangan dan merampas kembali hak rakyat, berapa pun lamanya waktu yang telah berlalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini suatu prestasi yang luar biasa. Kasus Edi Tansil mengingatkan bahwa kerugian negara tidak boleh menjadi masa lalu tanpa penyelesaian. Jadi siapa yang merugikan negara sampai kapan pun akan kita kejar ya, Pak ya? Waktu boleh berjalan, tapi hak negara tidak boleh hilang,&amp;rdquo; pungkas Purbaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
