<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Bisa Turun Lagi</title><description>Bahlil Lahadalia mengatakan, asumsi dasar di sektor energi untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level USD70-95 per barel. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224688/bahlil-beri-sinyal-harga-bbm-bisa-turun-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224688/bahlil-beri-sinyal-harga-bbm-bisa-turun-lagi"/><item><title>Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Bisa Turun Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224688/bahlil-beri-sinyal-harga-bbm-bisa-turun-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224688/bahlil-beri-sinyal-harga-bbm-bisa-turun-lagi</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2026 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224688/bahlil-wju8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Bisa Turun Lagi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224688/bahlil-wju8_large.jpg</image><title>Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Bisa Turun Lagi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, asumsi dasar di sektor energi untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level USD70-95 per barel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 .&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, saat ini pemerintah masih mencermati dinamika global, setidaknya sampai Agustus 2026, sebelum menetapkan patokan target ICP di tahun 2027.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun 2026 kita ketok palu di angka USD70, tapi di 2027 batas minimum di USD70 dan maksimal di angka USD95 per barel. Sambil kita lihat nanti perkembangan dinamika sampai Agustus, berapa angka yang kita petakan,&amp;quot; ujar Bahlil dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
ICP menjadi faktor penentu perhitungan harga jual BBM nonsubsidi di pasar. Bahlil menyebut, apalagi harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga jual BBM juga berpotensi ikut turun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 10 Juni, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, harga BBM nonsubsidi akan mengikuti kondisi harga minyak dunia. Mengingat pada Mei lalu ICP tembus USD106,56 per barel, atau jauh melampaui target 2026 yaitu USD70 per barel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang khusus minyak BBM untuk kalangan mampu (non subsidi), sesuai dengan Permen ESDM, itu diserahkan harga pasar, jadi kadang naik kadang turun,&amp;quot; kata Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 telah mengatur formula harga dasar BBM untuk dijual ke pasar. Harga BBM dihitung berdasarkan tiga komponen utama, yakni harga indeks pasar, konstanta, dan margin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara untuk harga jual eceran ditetapkan dengan menambahkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sesuai ketentuan masing-masing daerah. Badan usaha wajib melaporkan penetapan harga setiap bulan atau saat ada perubahan kepada Menteri ESDM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan harganya tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 mendatang. Sebab menurutnya fiskal negara masih kuat untuk menanggung lonjakan harga minyak yang saat ini.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, asumsi dasar di sektor energi untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level USD70-95 per barel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 .&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, saat ini pemerintah masih mencermati dinamika global, setidaknya sampai Agustus 2026, sebelum menetapkan patokan target ICP di tahun 2027.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun 2026 kita ketok palu di angka USD70, tapi di 2027 batas minimum di USD70 dan maksimal di angka USD95 per barel. Sambil kita lihat nanti perkembangan dinamika sampai Agustus, berapa angka yang kita petakan,&amp;quot; ujar Bahlil dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
ICP menjadi faktor penentu perhitungan harga jual BBM nonsubsidi di pasar. Bahlil menyebut, apalagi harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga jual BBM juga berpotensi ikut turun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 10 Juni, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, harga BBM nonsubsidi akan mengikuti kondisi harga minyak dunia. Mengingat pada Mei lalu ICP tembus USD106,56 per barel, atau jauh melampaui target 2026 yaitu USD70 per barel.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang khusus minyak BBM untuk kalangan mampu (non subsidi), sesuai dengan Permen ESDM, itu diserahkan harga pasar, jadi kadang naik kadang turun,&amp;quot; kata Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 telah mengatur formula harga dasar BBM untuk dijual ke pasar. Harga BBM dihitung berdasarkan tiga komponen utama, yakni harga indeks pasar, konstanta, dan margin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara untuk harga jual eceran ditetapkan dengan menambahkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sesuai ketentuan masing-masing daerah. Badan usaha wajib melaporkan penetapan harga setiap bulan atau saat ada perubahan kepada Menteri ESDM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun untuk BBM subsidi, Bahlil memastikan harganya tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 mendatang. Sebab menurutnya fiskal negara masih kuat untuk menanggung lonjakan harga minyak yang saat ini.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
