<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Danantara Bawa Kabar Baik soal Obligasi: Investor Percaya dengan Indonesia</title><description>CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani membawa bukti investor asing masih percaya dengan Indonesia. Hal ini melalui  keberhasilan penerbitan obligasi global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224692/bos-danantara-bawa-kabar-baik-soal-obligasi-investor-percaya-dengan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224692/bos-danantara-bawa-kabar-baik-soal-obligasi-investor-percaya-dengan-indonesia"/><item><title>Bos Danantara Bawa Kabar Baik soal Obligasi: Investor Percaya dengan Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224692/bos-danantara-bawa-kabar-baik-soal-obligasi-investor-percaya-dengan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224692/bos-danantara-bawa-kabar-baik-soal-obligasi-investor-percaya-dengan-indonesia</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2026 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224692/rosan-ZNnO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Danantara Bawa Kabar Baik soal Obligasi: Investor Percaya dengan Indonesia (Foto: Setneg)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224692/rosan-ZNnO_large.jpg</image><title>Bos Danantara Bawa Kabar Baik soal Obligasi: Investor Percaya dengan Indonesia (Foto: Setneg)</title></images><description>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani membawa bukti investor asing masih percaya dengan Indonesia. Hal ini melalui &amp;nbsp;keberhasilan penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia.&#13;
&#13;
PT Danantara Investment Management (DIM) telah menerbitkan obligasi internasional perdana senilai USD1,5 miliar. Penerbitan obligasi itu memperoleh kepercayaan kuat dari pasar keuangan internasional, tercermin dari dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari rencana USD1 miliar yang ingin dicapai, book building yang masuk itu kurang lebih USD4,6 miliar,&amp;quot; ujar Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini real ya,&amp;quot; ujar Rosan.&#13;
&#13;
Agenda perjalanan internasional tersebut dimulai sejak awal Juni, dengan menyisir titik-titik krusial mulai dari Hong Kong, Singapura, hingga kawasan Amerika dan Eropa. Rosan sendiri memimpin langsung delegasi saat menyambangi New York untuk menemui para pemodal kakap di sana.&#13;
&#13;
Kepercayaan diri Danantara dalam melantai di pasar global didasari oleh profil risiko yang sangat solid. Lembaga pemeringkat internasional seperti Moody&amp;#39;s, S&amp;amp;P, dan Fitch memberikan status Investment Grade kepada Danantara. Capaian ini melengkapi prestasi domestik sebelumnya, di mana Pefindo memberikan rating tertinggi yakni Triple A (AAA) bagi institusi ini.&#13;
&#13;
Dalam pelaksanaannya, Danantara tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng raksasa perbankan investasi internasional. Kolaborasi dengan lembaga keuangan global terbukti efektif dalam meyakinkan pasar mengenai kebijakan investasi dan prospek jangka panjang yang diusung oleh perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah responnya sangat baik dan kami cukup terkejut, di mana kami dibantu oleh Morgan Stanley, Citigroup, serta HSBC untuk menemui kurang lebih 122 investor dari berbagai negara,&amp;quot; jelas Rosan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rosan menekankan capaian tersebut membantah anggapan bahwa investor global enggan menanamkan modalnya di Indonesia atau hanya bersedia membeli surat utang dengan premi risiko yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini di luar ekspektasi banyak orang yang memperkirakan, tadinya kalau kita mau raise obligasi, mana ada yang mau beli, itu yang pertama. Kedua, wah pasti nanti rate-nya tinggi nih. Ternyata dua hal itu tidak terjadi dan ini juga menunjukkan kredibilitas baik dari Danantara maupun dari pemerintah itu sangat terjaga,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Melihat antusiasme pasar, Danantara memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menaikkan nilai emisi bond tersebut. Penyesuaian ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan kredibilitas Danantara sebagai entitas pengelola investasi yang baru.&#13;
&#13;
Upaya penyerapan dana segar ini diproyeksikan akan memperkuat kapasitas Danantara dalam mendanai berbagai proyek strategis nasional di masa depan. Distribusi penawaran surat utang ini sengaja dipecah ke dalam beberapa kategori durasi untuk menjaga profil maturitas utang yang sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Animo yang begitu tinggi membuat kami akhirnya melakukan upsize menjadi USD1,5 miliar yang terbagi ke dalam dua seri, yakni tenor 5 tahun dan 10 tahun,&amp;quot; kata Rosan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani membawa bukti investor asing masih percaya dengan Indonesia. Hal ini melalui &amp;nbsp;keberhasilan penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia.&#13;
&#13;
PT Danantara Investment Management (DIM) telah menerbitkan obligasi internasional perdana senilai USD1,5 miliar. Penerbitan obligasi itu memperoleh kepercayaan kuat dari pasar keuangan internasional, tercermin dari dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari rencana USD1 miliar yang ingin dicapai, book building yang masuk itu kurang lebih USD4,6 miliar,&amp;quot; ujar Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini real ya,&amp;quot; ujar Rosan.&#13;
&#13;
Agenda perjalanan internasional tersebut dimulai sejak awal Juni, dengan menyisir titik-titik krusial mulai dari Hong Kong, Singapura, hingga kawasan Amerika dan Eropa. Rosan sendiri memimpin langsung delegasi saat menyambangi New York untuk menemui para pemodal kakap di sana.&#13;
&#13;
Kepercayaan diri Danantara dalam melantai di pasar global didasari oleh profil risiko yang sangat solid. Lembaga pemeringkat internasional seperti Moody&amp;#39;s, S&amp;amp;P, dan Fitch memberikan status Investment Grade kepada Danantara. Capaian ini melengkapi prestasi domestik sebelumnya, di mana Pefindo memberikan rating tertinggi yakni Triple A (AAA) bagi institusi ini.&#13;
&#13;
Dalam pelaksanaannya, Danantara tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng raksasa perbankan investasi internasional. Kolaborasi dengan lembaga keuangan global terbukti efektif dalam meyakinkan pasar mengenai kebijakan investasi dan prospek jangka panjang yang diusung oleh perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah responnya sangat baik dan kami cukup terkejut, di mana kami dibantu oleh Morgan Stanley, Citigroup, serta HSBC untuk menemui kurang lebih 122 investor dari berbagai negara,&amp;quot; jelas Rosan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rosan menekankan capaian tersebut membantah anggapan bahwa investor global enggan menanamkan modalnya di Indonesia atau hanya bersedia membeli surat utang dengan premi risiko yang tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini di luar ekspektasi banyak orang yang memperkirakan, tadinya kalau kita mau raise obligasi, mana ada yang mau beli, itu yang pertama. Kedua, wah pasti nanti rate-nya tinggi nih. Ternyata dua hal itu tidak terjadi dan ini juga menunjukkan kredibilitas baik dari Danantara maupun dari pemerintah itu sangat terjaga,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Melihat antusiasme pasar, Danantara memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menaikkan nilai emisi bond tersebut. Penyesuaian ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan kredibilitas Danantara sebagai entitas pengelola investasi yang baru.&#13;
&#13;
Upaya penyerapan dana segar ini diproyeksikan akan memperkuat kapasitas Danantara dalam mendanai berbagai proyek strategis nasional di masa depan. Distribusi penawaran surat utang ini sengaja dipecah ke dalam beberapa kategori durasi untuk menjaga profil maturitas utang yang sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Animo yang begitu tinggi membuat kami akhirnya melakukan upsize menjadi USD1,5 miliar yang terbagi ke dalam dua seri, yakni tenor 5 tahun dan 10 tahun,&amp;quot; kata Rosan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
