<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bagi-Bagi Kompor Listrik, Bahlil Usul Anggaran Rp815 Miliar di 2027</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp1,45 triliun untuk program konversi motor listrik dan kompor listrik.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224710/bagi-bagi-kompor-listrik-bahlil-usul-anggaran-rp815-miliar-di-2027</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224710/bagi-bagi-kompor-listrik-bahlil-usul-anggaran-rp815-miliar-di-2027"/><item><title>Bagi-Bagi Kompor Listrik, Bahlil Usul Anggaran Rp815 Miliar di 2027</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224710/bagi-bagi-kompor-listrik-bahlil-usul-anggaran-rp815-miliar-di-2027</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224710/bagi-bagi-kompor-listrik-bahlil-usul-anggaran-rp815-miliar-di-2027</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2026 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224710/bahlil-6pex_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bagi-Bagi Kompor Listrik, Bahlil Usul Anggaran Rp815 Miliar di 2027 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224710/bahlil-6pex_large.jpg</image><title>Bagi-Bagi Kompor Listrik, Bahlil Usul Anggaran Rp815 Miliar di 2027 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp1,45 triliun untuk program konversi motor listrik dan kompor listrik dalam pagu indikatif Kementerian ESDM tahun 2027.&#13;
&#13;
Anggaran program konversi motor listrik dirancang sebesar Rp635,24 miliar, sementara anggaran program kompor listrik diusulkan Rp815,56 miliar. Kedua program tersebut masuk dalam kategori program baru yang diusulkan Kementerian ESDM dalam pagu indikatif 2027.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kompor listrik ini untuk mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain,&amp;quot; ujar Bahlil dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
Bahlil pun meminta kepada Komisi XII DPR yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) untuk mendata daerah mana saja yang membutuhkan kompor listrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Supaya bisa kita melakukan kerja sama dan sinkronisasi,&amp;quot; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Alokasi tersebut merupakan bagian dari total anggaran infrastruktur energi sebesar Rp22,48 triliun yang disiapkan pemerintah untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pembangunan infrastruktur migas, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, dan sektor geologi.&#13;
&#13;
Program konversi motor listrik dan kompor listrik menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendorong elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga. Selain membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi impor energi yang selama ini masih menjadi tantangan bagi neraca energi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi energi yang kita dorong ke depan, tidak hanya tentang LPG tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat,&amp;quot; tambah Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Anggaran tersebut nantinya dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM.&#13;
&#13;
Kedua program tersebut merupakan program baru untuk RAPBN 2027. Melalui paparannya, alokasi yang diajukan bisa menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.&#13;
&#13;
Selain mengalokasikan anggaran untuk program elektrifikasi tersebut, Kementerian ESDM juga menyiapkan berbagai proyek energi berskala besar lainnya. Pada sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), pemerintah menganggarkan pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) senilai Rp58,58 miliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, porsi terbesar anggaran infrastruktur energi masih diarahkan untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas), proyek pipa transmisi gas, serta program listrik desa yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap ketahanan energi dan pemerataan akses energi masyarakat.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, Ditjen EBTKE memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,51 triliun dalam pagu indikatif 2027. Dari jumlah tersebut, sekitar 96 persen dialokasikan untuk program motor listrik dan kompor listrik, menandakan kuatnya fokus pemerintah terhadap agenda transisi energi pada tahun depan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp1,45 triliun untuk program konversi motor listrik dan kompor listrik dalam pagu indikatif Kementerian ESDM tahun 2027.&#13;
&#13;
Anggaran program konversi motor listrik dirancang sebesar Rp635,24 miliar, sementara anggaran program kompor listrik diusulkan Rp815,56 miliar. Kedua program tersebut masuk dalam kategori program baru yang diusulkan Kementerian ESDM dalam pagu indikatif 2027.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kompor listrik ini untuk mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain,&amp;quot; ujar Bahlil dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
Bahlil pun meminta kepada Komisi XII DPR yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) untuk mendata daerah mana saja yang membutuhkan kompor listrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Supaya bisa kita melakukan kerja sama dan sinkronisasi,&amp;quot; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Alokasi tersebut merupakan bagian dari total anggaran infrastruktur energi sebesar Rp22,48 triliun yang disiapkan pemerintah untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pembangunan infrastruktur migas, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, dan sektor geologi.&#13;
&#13;
Program konversi motor listrik dan kompor listrik menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendorong elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga. Selain membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi impor energi yang selama ini masih menjadi tantangan bagi neraca energi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi energi yang kita dorong ke depan, tidak hanya tentang LPG tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat,&amp;quot; tambah Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Anggaran tersebut nantinya dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM.&#13;
&#13;
Kedua program tersebut merupakan program baru untuk RAPBN 2027. Melalui paparannya, alokasi yang diajukan bisa menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.&#13;
&#13;
Selain mengalokasikan anggaran untuk program elektrifikasi tersebut, Kementerian ESDM juga menyiapkan berbagai proyek energi berskala besar lainnya. Pada sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), pemerintah menganggarkan pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) senilai Rp58,58 miliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, porsi terbesar anggaran infrastruktur energi masih diarahkan untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas), proyek pipa transmisi gas, serta program listrik desa yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap ketahanan energi dan pemerataan akses energi masyarakat.&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, Ditjen EBTKE memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,51 triliun dalam pagu indikatif 2027. Dari jumlah tersebut, sekitar 96 persen dialokasikan untuk program motor listrik dan kompor listrik, menandakan kuatnya fokus pemerintah terhadap agenda transisi energi pada tahun depan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
