<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Akan Siapkan Kompor Listrik untuk Rumah Tangga Daya di Bawah 900 VA</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan untuk pengadaan kompor listrik. Untuk rumah tangga 900 VA.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224744/bahlil-akan-siapkan-kompor-listrik-untuk-rumah-tangga-daya-di-bawah-900-va</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224744/bahlil-akan-siapkan-kompor-listrik-untuk-rumah-tangga-daya-di-bawah-900-va"/><item><title>Bahlil Akan Siapkan Kompor Listrik untuk Rumah Tangga Daya di Bawah 900 VA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224744/bahlil-akan-siapkan-kompor-listrik-untuk-rumah-tangga-daya-di-bawah-900-va</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224744/bahlil-akan-siapkan-kompor-listrik-untuk-rumah-tangga-daya-di-bawah-900-va</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2026 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224744/bahlil-KIFn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Akan Siapkan Kompor Listrik untuk Rumah Tangga Daya di Bawah 900 VA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/15/320/3224744/bahlil-KIFn_large.jpg</image><title>Bahlil Akan Siapkan Kompor Listrik untuk Rumah Tangga Daya di Bawah 900 VA (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan untuk pengadaan kompor listrik yang akan digunakan masyarakat sebagai konversi penggunaan gas LPG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, kompor listrik generasi terbaru kini lebih ramah bagi rumah tangga dengan daya listrik terbatas, termasuk pelanggan 900 VA ke bawah, sehingga masyarakat di desa-desa dengan daya listrik rendah bisa menggunakan kompor tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 VA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, langkah tersebut dilatarbelakangi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG &amp;nbsp;yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menyebabkan devisa negara terus terkuras setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.&#13;
&#13;
Selain membebani devisa, pemerintah juga harus mengalokasikan subsidi LPG dalam jumlah besar. Bahlil menyebut nilai subsidi LPG saat ini mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun.&#13;
&#13;
Menurut dia, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya diversifikasi sumber energi, maka akan menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional maupun keuangan negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun pada tahun 2027, Bahlil mengusulkan anggaran sebesar Rp1,45 triliun untuk program konversi motor listrik dan kompor listrik dalam pagu indikatif Kementerian ESDM tahun depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Program konversi motor listrik memperoleh alokasi sebesar Rp635,24 miliar, sementara program kompor listrik mendapatkan anggaran lebih besar yakni Rp815,56 miliar. Kedua program tersebut masuk dalam kategori program baru yang diusulkan Kementerian ESDM dalam pagu indikatif 2027.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kompor listrik ini untuk mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain,&amp;quot; pungkas Bahlil.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan untuk pengadaan kompor listrik yang akan digunakan masyarakat sebagai konversi penggunaan gas LPG.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, kompor listrik generasi terbaru kini lebih ramah bagi rumah tangga dengan daya listrik terbatas, termasuk pelanggan 900 VA ke bawah, sehingga masyarakat di desa-desa dengan daya listrik rendah bisa menggunakan kompor tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 VA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, langkah tersebut dilatarbelakangi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG &amp;nbsp;yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menyebabkan devisa negara terus terkuras setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.&#13;
&#13;
Selain membebani devisa, pemerintah juga harus mengalokasikan subsidi LPG dalam jumlah besar. Bahlil menyebut nilai subsidi LPG saat ini mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun.&#13;
&#13;
Menurut dia, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya diversifikasi sumber energi, maka akan menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional maupun keuangan negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun pada tahun 2027, Bahlil mengusulkan anggaran sebesar Rp1,45 triliun untuk program konversi motor listrik dan kompor listrik dalam pagu indikatif Kementerian ESDM tahun depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Program konversi motor listrik memperoleh alokasi sebesar Rp635,24 miliar, sementara program kompor listrik mendapatkan anggaran lebih besar yakni Rp815,56 miliar. Kedua program tersebut masuk dalam kategori program baru yang diusulkan Kementerian ESDM dalam pagu indikatif 2027.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kompor listrik ini untuk mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain,&amp;quot; pungkas Bahlil.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
