<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa perbankan nasional akan melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) pada bulan ini.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/17/320/3225074/ojk-bocorkan-perbankan-siap-revisi-rencana-bisnis-bulan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/17/320/3225074/ojk-bocorkan-perbankan-siap-revisi-rencana-bisnis-bulan-ini"/><item><title>OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/17/320/3225074/ojk-bocorkan-perbankan-siap-revisi-rencana-bisnis-bulan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/17/320/3225074/ojk-bocorkan-perbankan-siap-revisi-rencana-bisnis-bulan-ini</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2026 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/17/320/3225074/ojk-CaWT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/17/320/3225074/ojk-CaWT_large.jpg</image><title>OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa perbankan nasional akan melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) pada bulan ini.&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, otoritas belum dapat memetakan secara final apakah revisi target korporasi tersebut akan bergerak ke arah yang lebih konservatif (ke bawah) atau justru lebih ekspansif (ke atas).&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu tergantung, prospek ya, persepsi bank dan lain sebagainya. Karena itu yang kita harapkan sih akan ada peningkatan ya,&amp;quot; kata Dian saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).&#13;
&#13;
Dian mengungkapkan bahwa arah revisi target kinerja perbankan ini akan sangat berkorelasi dengan indikator makroekonomi terkini, termasuk penguatan nilai tukar rupiah yang mulai bergerak stabil serta tren pemulihan di pasar modal domestik.&#13;
&#13;
Redanya volatilitas kurs diyakini akan langsung mendongkrak kepercayaan diri para pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas perdagangan internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira ini juga momen yang baik lah, kira-kira gitu. Karena sebagian orang kan concern dengan masalah fluktuasi rupiah kan, kalau misalnya fluktuasi rupiah itu kemudian bisa dikendalikan, tentu mereka-mereka yang berbisnis yang terkait dengan masalah import-export, itu pasti akan lumayan meningkat kan gitu,&amp;quot; jelas Dian.&#13;
&#13;
Di samping faktor domestik, industri perbankan juga mendapat angin segar dari meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada gencatan senjata. Kondisi tersebut memicu penurunan harga minyak mentah dunia secara gradual, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga energi di dalam negeri.&#13;
&#13;
Mengenai kebijakan moneter, Dian menyinggung dampak dari pengetatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).&#13;
&#13;
Dia mengingatkan bahwa selalu terdapat jeda waktu (time lag) sebelum kenaikan suku bunga bank sentral tersebut ditransmisikan sepenuhnya oleh perbankan ke sektor suku bunga kredit. Meski demikian, berdasarkan hasil survei OJK, persepsi pelaku pasar dinilai masih berada di zona positif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang kita sekarang itu sungguh, kalau ngelihat ini bisa dikatakan persepsi ya, yang kemarin berasakan hasil sukses kita itu kan masih positif gitu kan. Nah ini yang kita lihat itu yang paling tentu buat kita yang concern-nya itu berapa lama,&amp;quot; ujar Dian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Optimisme ini diharapkan mampu menjadi momentum pembalikan arah bagi kinerja industri keuangan domestik setelah sempat dibayangi tekanan pasar dalam dua bulan terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau dibandingkan suasana dua bulan terakhir mungkin ya, ya mudah-mudahan kalau bisa bounce back di awal-awal tahun ini sudah cukup bagus sebenarnya bisa dikatakan. Jadi kalau kita melihatnya sih dari perspektif itu ya, mudah-mudahan sih akan lumayan,&amp;quot; kata Dian.&#13;
&#13;
OJK menegaskan bahwa batas waktu atau tenggat akhir bagi seluruh perbankan untuk menyerahkan dokumen revisi RBB adalah pada akhir Juni ini.&#13;
&#13;
Sebelum draf tersebut disahkan, OJK dijadwalkan akan menggelar pertemuan prudensial (prudential meeting) terlebih dahulu guna memastikan komitmen bank terhadap target-target strategis, terutama perluasan akses pembiayaan bagi sektor UMKM.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa perbankan nasional akan melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) pada bulan ini.&#13;
&#13;
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, otoritas belum dapat memetakan secara final apakah revisi target korporasi tersebut akan bergerak ke arah yang lebih konservatif (ke bawah) atau justru lebih ekspansif (ke atas).&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu tergantung, prospek ya, persepsi bank dan lain sebagainya. Karena itu yang kita harapkan sih akan ada peningkatan ya,&amp;quot; kata Dian saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).&#13;
&#13;
Dian mengungkapkan bahwa arah revisi target kinerja perbankan ini akan sangat berkorelasi dengan indikator makroekonomi terkini, termasuk penguatan nilai tukar rupiah yang mulai bergerak stabil serta tren pemulihan di pasar modal domestik.&#13;
&#13;
Redanya volatilitas kurs diyakini akan langsung mendongkrak kepercayaan diri para pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas perdagangan internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira ini juga momen yang baik lah, kira-kira gitu. Karena sebagian orang kan concern dengan masalah fluktuasi rupiah kan, kalau misalnya fluktuasi rupiah itu kemudian bisa dikendalikan, tentu mereka-mereka yang berbisnis yang terkait dengan masalah import-export, itu pasti akan lumayan meningkat kan gitu,&amp;quot; jelas Dian.&#13;
&#13;
Di samping faktor domestik, industri perbankan juga mendapat angin segar dari meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada gencatan senjata. Kondisi tersebut memicu penurunan harga minyak mentah dunia secara gradual, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga energi di dalam negeri.&#13;
&#13;
Mengenai kebijakan moneter, Dian menyinggung dampak dari pengetatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).&#13;
&#13;
Dia mengingatkan bahwa selalu terdapat jeda waktu (time lag) sebelum kenaikan suku bunga bank sentral tersebut ditransmisikan sepenuhnya oleh perbankan ke sektor suku bunga kredit. Meski demikian, berdasarkan hasil survei OJK, persepsi pelaku pasar dinilai masih berada di zona positif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang kita sekarang itu sungguh, kalau ngelihat ini bisa dikatakan persepsi ya, yang kemarin berasakan hasil sukses kita itu kan masih positif gitu kan. Nah ini yang kita lihat itu yang paling tentu buat kita yang concern-nya itu berapa lama,&amp;quot; ujar Dian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Optimisme ini diharapkan mampu menjadi momentum pembalikan arah bagi kinerja industri keuangan domestik setelah sempat dibayangi tekanan pasar dalam dua bulan terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau dibandingkan suasana dua bulan terakhir mungkin ya, ya mudah-mudahan kalau bisa bounce back di awal-awal tahun ini sudah cukup bagus sebenarnya bisa dikatakan. Jadi kalau kita melihatnya sih dari perspektif itu ya, mudah-mudahan sih akan lumayan,&amp;quot; kata Dian.&#13;
&#13;
OJK menegaskan bahwa batas waktu atau tenggat akhir bagi seluruh perbankan untuk menyerahkan dokumen revisi RBB adalah pada akhir Juni ini.&#13;
&#13;
Sebelum draf tersebut disahkan, OJK dijadwalkan akan menggelar pertemuan prudensial (prudential meeting) terlebih dahulu guna memastikan komitmen bank terhadap target-target strategis, terutama perluasan akses pembiayaan bagi sektor UMKM.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
