<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Jenis Baru Dijual 1 Juli 2026</title><description>Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru akan dijual mulai 1 Juli 2026. BBM baru ini merupakan BBM dengan campuran minyak sawit 50 persen atau B50.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3224979/bbm-jenis-baru-dijual-1-juli-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3224979/bbm-jenis-baru-dijual-1-juli-2026"/><item><title>BBM Jenis Baru Dijual 1 Juli 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3224979/bbm-jenis-baru-dijual-1-juli-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3224979/bbm-jenis-baru-dijual-1-juli-2026</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2026 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/17/320/3224979/bbm-Bq1E_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM Jenis Baru Dijual 1 Juli 2026 (Foto: Ilustrasi Pertamina Patra Niaga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/17/320/3224979/bbm-Bq1E_large.jpg</image><title>BBM Jenis Baru Dijual 1 Juli 2026 (Foto: Ilustrasi Pertamina Patra Niaga)</title></images><description>JAKARTA - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru akan dijual mulai 1 Juli 2026. BBM baru ini merupakan BBM dengan campuran minyak sawit 50 persen atau B50.&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan BBM jenis baru atau B50 ini telah dilakukan uji coba terhadap mesin kendaraan. Hasil uji coba terhadap beberapa sampel kendaraan, menunjukan 80-90 persen punya nilai yang cukup baik, sehingga siap untuk dijual komersial ke masyarakat luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;B50 sesuai dengan schedule &amp;nbsp;itu kan 1 Juli 2026 akan diimplementasikan. Saya mungkin satu minggu lagi akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita uji coba terus semuanya,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (15/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, BBM B50 punya kualitas yang lebih baik dibanding pendahulunya B40. Hal tersebut lewat kandungan kadar air B50 yang lebih rendah dibanding B40 yang memudahkan pembakaran pada mesin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50. Namun hasil akhirnya akan kami sampaikan pada saat setelah rapat evaluasi final,&amp;quot; lanjut Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan kehadiran B50 ini diharapkan mampu menekan impor BBM utamanya jenis solar. Bahlil menyebut kebijakan ini diambil sebagai langkah survival untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Kantornya, Jumat (10/4).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, uji coba penggunaan B50 sebelumya telah dilakukan pada alat berat, kereta api, kapal, hingga kendaraan bermotor. Dia menargetkan uji coba tersebut rampung pada Juni 2026 sebelum di-launching pada Juli.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, B50 adalah campuran bahan bakar diesel atau biosolar yang terdiri dari 50 persen biodiesel nabati (minyak kelapa sawit/CPO) dan 50 persen solar konvensional (fosil). Program ini merupakan kelanjutan dari mandatori bioenergi nasional untuk mengurangi impor BBM, menghemat devisa negara, dan meningkatkan penyerapan hasil sawit domestik.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru akan dijual mulai 1 Juli 2026. BBM baru ini merupakan BBM dengan campuran minyak sawit 50 persen atau B50.&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan BBM jenis baru atau B50 ini telah dilakukan uji coba terhadap mesin kendaraan. Hasil uji coba terhadap beberapa sampel kendaraan, menunjukan 80-90 persen punya nilai yang cukup baik, sehingga siap untuk dijual komersial ke masyarakat luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;B50 sesuai dengan schedule &amp;nbsp;itu kan 1 Juli 2026 akan diimplementasikan. Saya mungkin satu minggu lagi akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita uji coba terus semuanya,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (15/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, BBM B50 punya kualitas yang lebih baik dibanding pendahulunya B40. Hal tersebut lewat kandungan kadar air B50 yang lebih rendah dibanding B40 yang memudahkan pembakaran pada mesin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50. Namun hasil akhirnya akan kami sampaikan pada saat setelah rapat evaluasi final,&amp;quot; lanjut Bahlil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan kehadiran B50 ini diharapkan mampu menekan impor BBM utamanya jenis solar. Bahlil menyebut kebijakan ini diambil sebagai langkah survival untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah konflik di Timur Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Kantornya, Jumat (10/4).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, uji coba penggunaan B50 sebelumya telah dilakukan pada alat berat, kereta api, kapal, hingga kendaraan bermotor. Dia menargetkan uji coba tersebut rampung pada Juni 2026 sebelum di-launching pada Juli.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, B50 adalah campuran bahan bakar diesel atau biosolar yang terdiri dari 50 persen biodiesel nabati (minyak kelapa sawit/CPO) dan 50 persen solar konvensional (fosil). Program ini merupakan kelanjutan dari mandatori bioenergi nasional untuk mengurangi impor BBM, menghemat devisa negara, dan meningkatkan penyerapan hasil sawit domestik.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
