<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Kantongi Komitmen Dana Pembangunan Rp278 Triliun dari AIIB</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan komitmen pendanaan jumbo senilai USD17 miliar (atau sekitar Rp278 triliun) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Alokasi dana segar ini ditujukan untuk menyokong eksekusi berbagai proyek pembangunan nasional di tanah air sepanjang periode tahun 2025 hingga 2029.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3225105/purbaya-kantongi-komitmen-dana-pembangunan-rp278-triliun-dari-aiib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3225105/purbaya-kantongi-komitmen-dana-pembangunan-rp278-triliun-dari-aiib"/><item><title>Purbaya Kantongi Komitmen Dana Pembangunan Rp278 Triliun dari AIIB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3225105/purbaya-kantongi-komitmen-dana-pembangunan-rp278-triliun-dari-aiib</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/18/320/3225105/purbaya-kantongi-komitmen-dana-pembangunan-rp278-triliun-dari-aiib</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2026 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/18/320/3225105/menkeu_purbaya-UcIH_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/18/320/3225105/menkeu_purbaya-UcIH_large.png</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan komitmen pendanaan jumbo senilai USD17 miliar (atau sekitar Rp278 triliun) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Alokasi dana segar ini ditujukan untuk menyokong eksekusi berbagai proyek pembangunan nasional di tanah air sepanjang periode tahun 2025 hingga 2029.&#13;
&#13;
Kesepakatan pembiayaan strategis ini menjadi salah satu buah manis dari rangkaian agenda pertemuan bilateral antara Menkeu Purbaya dengan jajaran petinggi AIIB di Beijing, China. Dukungan finansial berskala besar dari lembaga multilateral tersebut diharapkan mampu mempertebal otot anggaran pembangunan nasional sekaligus mengakselerasi pengerjaan proyek-proyek strategis pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,&amp;rdquo; jelas Purbaya usai menggelar pertemuan di Kantor AIIB, Rabu (17/6/2026).&#13;
&#13;
Purbaya memaparkan bahwa komitmen pendanaan ini diintegrasikan ke dalam skema Multi-Year Rolling Pipeline yang telah digodok bersama dengan pihak AIIB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekalipun peta jalan beberapa program telah dirancang pada periode sebelumnya, Pemerintah Indonesia berhasil mengunci kepastian berkelanjutan dari AIIB demi menjamin kelancaran agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun ke depan.&#13;
&#13;
Selain mengamankan dana pembangunan, Indonesia juga mendapatkan angin segar terkait rencana ekspansi operasional AIIB. Lembaga keuangan dunia tersebut menyatakan ketertarikannya yang kuat untuk mendirikan kantor perwakilan resmi di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi koordinasi serta meningkatkan efektivitas pengawasan pelaksanaan proyek di lapangan, sekaligus memperkokoh kemitraan taktis antara kedua belah pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menegaskan bahwa kredibilitas postur anggaran negara Indonesia masih berada di posisi yang sangat dihormati.&#13;
&#13;
Sepanjang jalannya diskusi, jajaran manajemen AIIB sama sekali tidak menunjukkan keraguan terhadap tata kelola keuangan negara maupun prospek pertumbuhan ekonomi makro Indonesia di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,&amp;rdquo; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Secara menyeluruh, lawatan ke kantor pusat AIIB ini merupakan bagian dari safari diplomasi ekonomi Purbaya di Beijing, China, yang juga diisi dengan agenda pertemuan bersama para investor global serta otoritas keuangan setempat.&#13;
&#13;
Di tengah pekatnya sentimen ketidakpastian global, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa lembaga keuangan internasional masih menaruh kepercayaan penuh pada resiliensi ekonomi dan keberlanjutan arah kebijakan fiskal pemerintah Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan komitmen pendanaan jumbo senilai USD17 miliar (atau sekitar Rp278 triliun) dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Alokasi dana segar ini ditujukan untuk menyokong eksekusi berbagai proyek pembangunan nasional di tanah air sepanjang periode tahun 2025 hingga 2029.&#13;
&#13;
Kesepakatan pembiayaan strategis ini menjadi salah satu buah manis dari rangkaian agenda pertemuan bilateral antara Menkeu Purbaya dengan jajaran petinggi AIIB di Beijing, China. Dukungan finansial berskala besar dari lembaga multilateral tersebut diharapkan mampu mempertebal otot anggaran pembangunan nasional sekaligus mengakselerasi pengerjaan proyek-proyek strategis pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,&amp;rdquo; jelas Purbaya usai menggelar pertemuan di Kantor AIIB, Rabu (17/6/2026).&#13;
&#13;
Purbaya memaparkan bahwa komitmen pendanaan ini diintegrasikan ke dalam skema Multi-Year Rolling Pipeline yang telah digodok bersama dengan pihak AIIB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sekalipun peta jalan beberapa program telah dirancang pada periode sebelumnya, Pemerintah Indonesia berhasil mengunci kepastian berkelanjutan dari AIIB demi menjamin kelancaran agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun ke depan.&#13;
&#13;
Selain mengamankan dana pembangunan, Indonesia juga mendapatkan angin segar terkait rencana ekspansi operasional AIIB. Lembaga keuangan dunia tersebut menyatakan ketertarikannya yang kuat untuk mendirikan kantor perwakilan resmi di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi koordinasi serta meningkatkan efektivitas pengawasan pelaksanaan proyek di lapangan, sekaligus memperkokoh kemitraan taktis antara kedua belah pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menegaskan bahwa kredibilitas postur anggaran negara Indonesia masih berada di posisi yang sangat dihormati.&#13;
&#13;
Sepanjang jalannya diskusi, jajaran manajemen AIIB sama sekali tidak menunjukkan keraguan terhadap tata kelola keuangan negara maupun prospek pertumbuhan ekonomi makro Indonesia di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,&amp;rdquo; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Secara menyeluruh, lawatan ke kantor pusat AIIB ini merupakan bagian dari safari diplomasi ekonomi Purbaya di Beijing, China, yang juga diisi dengan agenda pertemuan bersama para investor global serta otoritas keuangan setempat.&#13;
&#13;
Di tengah pekatnya sentimen ketidakpastian global, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa lembaga keuangan internasional masih menaruh kepercayaan penuh pada resiliensi ekonomi dan keberlanjutan arah kebijakan fiskal pemerintah Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
