<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapakah Pemilik Hotel Sultan yang Lahannya Dieksekusi? Ini Sosoknya&amp;nbsp;</title><description>Siapakah pemilik Hotel Sultan yang lahannya dieksekusi? Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat melakukan eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan, Jakarta ke negara. Eksekusi tersebut berlangsung ricuh.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/19/470/3225407/siapakah-pemilik-hotel-sultan-yang-lahannya-dieksekusi-ini-sosoknya-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/19/470/3225407/siapakah-pemilik-hotel-sultan-yang-lahannya-dieksekusi-ini-sosoknya-nbsp"/><item><title>Siapakah Pemilik Hotel Sultan yang Lahannya Dieksekusi? Ini Sosoknya&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/19/470/3225407/siapakah-pemilik-hotel-sultan-yang-lahannya-dieksekusi-ini-sosoknya-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/19/470/3225407/siapakah-pemilik-hotel-sultan-yang-lahannya-dieksekusi-ini-sosoknya-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2026 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/19/470/3225407/hotel_sultan-UCEx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotel Sultan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/19/470/3225407/hotel_sultan-UCEx_large.jpg</image><title>Hotel Sultan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Siapakah pemilik Hotel Sultan yang lahannya dieksekusi? Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat melakukan eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan, Jakarta ke negara. Eksekusi tersebut berlangsung ricuh.&#13;
&#13;
Diketahui, nilai lokasi yang dieksekusi diperkirakan mencapai lebih dari Rp28 triliun lantaran berada di kawasan elit Ibu Kota, yakni Simpang Susun Semanggi.&#13;
&#13;
Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Sunoto menyatakan, proses eksekusi sudah dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku, khususnya Hukum Acara Perdata.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proses eksekusi dipimpin langsung oleh Panitera PN Jakpus, Parmika Ahyar dibantu para Panitera Muda, dan para Juru Sita.&#13;
&#13;
Adapun untuk pengamanan proses eksekusi dilaksanakan oleh pihak kepolisian dan TNI. Hadir juga dalam proses tersebut para pihak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Proses pengosongan akan dilakukan selama satu bulan ke depan, dan barang-barang akan dititipkan di pergudangan di Jababeka,&amp;quot; kata Sunoto, &amp;nbsp;Kamis (18/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hak Guna Bangunan (HGB) Hotel Sultan resmi menjadi milik negara, diwakili Kementerian Sekretariat Negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keputusan ini menandai akhir dari sejarah kepemilikan Hotel Sultan yang penuh kontroversi sejak tahun 1970-an.&#13;
&#13;
Semuanya berawal dari inisiatif mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang pada tahun 1971 mengajukan permohonan kepada Pertamina untuk membangun hotel guna menyambut konferensi pariwisata se-Asia Pasifik.&#13;
&#13;
Pada saat itu, Jakarta belum memiliki banyak hotel berstandar internasional, dan Ali Sadikin melihat peluang tersebut.&#13;
&#13;
Keputusan tersebut disetujui oleh Direktur Utama Pertamina saat itu, Ibnu Sutowo (1968-1978).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hotel tersebut kemudian dibangun pada 1973 di kawasan Senayan oleh PT Indobuildco, yang saat itu dikelola oleh keluarga Ibnu Sutowo.&#13;
&#13;
Namun, perjalanan Hotel Sultan tidak berjalan mulus.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ali Sadikin, awalnya mengira bahwa PT Indobuildco adalah milik Pertamina, tetapi saat hotel tersebut berdiri pada 1976, dia menyadari bahwa PT Indobuildco sebenarnya bukan milik BUMN tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ali Sadikin merasa ditipu oleh Sutowo dan mengakui. &amp;quot;Saya baru tahu Indobuild Co itu bukan Pertamina. Iya, saya tertipu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hotel ini memiliki 1.104 kamar, sembilan ruang banket, satu ballroom, serta fasilitas olahraga, rekreasi, dan fasilitas hotel lima bintang lainnya.&#13;
&#13;
Awalnya, hotel ini berkolaborasi dengan jaringan hotel internasional, Hilton Hotels Corporation, dan diberi nama Hotel Hilton.&#13;
&#13;
Kontroversi muncul ketika pihak swasta diperbolehkan membangun dan mengelola bangunan di lahan negara, dan PT Indobuildco diberi HGB selama 30 tahun.&#13;
&#13;
Keluarga Ibnu Sutowo, khususnya anaknya, Pontjo Sutowo, mengendalikan PT Indobuildco.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hotel Sultan bukan lagi milik negara, melainkan dikelola oleh keluarga Sutowo.&#13;
&#13;
Keputusan pengambilalihan ini pada akhirnya diambil setelah era reformasi, ketika pemerintah mencoba mengambil kembali kepemilikan Hotel Sultan yang telah dikelola oleh pihak swasta selama beberapa tahun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Siapakah pemilik Hotel Sultan yang lahannya dieksekusi? Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat melakukan eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan, Jakarta ke negara. Eksekusi tersebut berlangsung ricuh.&#13;
&#13;
Diketahui, nilai lokasi yang dieksekusi diperkirakan mencapai lebih dari Rp28 triliun lantaran berada di kawasan elit Ibu Kota, yakni Simpang Susun Semanggi.&#13;
&#13;
Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Sunoto menyatakan, proses eksekusi sudah dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku, khususnya Hukum Acara Perdata.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Proses eksekusi dipimpin langsung oleh Panitera PN Jakpus, Parmika Ahyar dibantu para Panitera Muda, dan para Juru Sita.&#13;
&#13;
Adapun untuk pengamanan proses eksekusi dilaksanakan oleh pihak kepolisian dan TNI. Hadir juga dalam proses tersebut para pihak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Proses pengosongan akan dilakukan selama satu bulan ke depan, dan barang-barang akan dititipkan di pergudangan di Jababeka,&amp;quot; kata Sunoto, &amp;nbsp;Kamis (18/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hak Guna Bangunan (HGB) Hotel Sultan resmi menjadi milik negara, diwakili Kementerian Sekretariat Negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keputusan ini menandai akhir dari sejarah kepemilikan Hotel Sultan yang penuh kontroversi sejak tahun 1970-an.&#13;
&#13;
Semuanya berawal dari inisiatif mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang pada tahun 1971 mengajukan permohonan kepada Pertamina untuk membangun hotel guna menyambut konferensi pariwisata se-Asia Pasifik.&#13;
&#13;
Pada saat itu, Jakarta belum memiliki banyak hotel berstandar internasional, dan Ali Sadikin melihat peluang tersebut.&#13;
&#13;
Keputusan tersebut disetujui oleh Direktur Utama Pertamina saat itu, Ibnu Sutowo (1968-1978).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hotel tersebut kemudian dibangun pada 1973 di kawasan Senayan oleh PT Indobuildco, yang saat itu dikelola oleh keluarga Ibnu Sutowo.&#13;
&#13;
Namun, perjalanan Hotel Sultan tidak berjalan mulus.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ali Sadikin, awalnya mengira bahwa PT Indobuildco adalah milik Pertamina, tetapi saat hotel tersebut berdiri pada 1976, dia menyadari bahwa PT Indobuildco sebenarnya bukan milik BUMN tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ali Sadikin merasa ditipu oleh Sutowo dan mengakui. &amp;quot;Saya baru tahu Indobuild Co itu bukan Pertamina. Iya, saya tertipu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hotel ini memiliki 1.104 kamar, sembilan ruang banket, satu ballroom, serta fasilitas olahraga, rekreasi, dan fasilitas hotel lima bintang lainnya.&#13;
&#13;
Awalnya, hotel ini berkolaborasi dengan jaringan hotel internasional, Hilton Hotels Corporation, dan diberi nama Hotel Hilton.&#13;
&#13;
Kontroversi muncul ketika pihak swasta diperbolehkan membangun dan mengelola bangunan di lahan negara, dan PT Indobuildco diberi HGB selama 30 tahun.&#13;
&#13;
Keluarga Ibnu Sutowo, khususnya anaknya, Pontjo Sutowo, mengendalikan PT Indobuildco.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hotel Sultan bukan lagi milik negara, melainkan dikelola oleh keluarga Sutowo.&#13;
&#13;
Keputusan pengambilalihan ini pada akhirnya diambil setelah era reformasi, ketika pemerintah mencoba mengambil kembali kepemilikan Hotel Sultan yang telah dikelola oleh pihak swasta selama beberapa tahun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
