<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Daftar PLTU yang Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa</title><description>PT PLN (Persero) mengakui bahwa sejumlah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berlokasi di Jawa sempat mengalami pasokan batubara, yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/20/320/3225623/ini-daftar-pltu-yang-terdampak-krisis-pasokan-batu-bara-di-pulau-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/20/320/3225623/ini-daftar-pltu-yang-terdampak-krisis-pasokan-batu-bara-di-pulau-jawa"/><item><title>Ini Daftar PLTU yang Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/20/320/3225623/ini-daftar-pltu-yang-terdampak-krisis-pasokan-batu-bara-di-pulau-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/20/320/3225623/ini-daftar-pltu-yang-terdampak-krisis-pasokan-batu-bara-di-pulau-jawa</guid><pubDate>Sabtu 20 Juni 2026 21:18 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/20/320/3225623/batu_bara-Ki49_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/20/320/3225623/batu_bara-Ki49_large.png</image><title>Batu Bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengakui bahwa sejumlah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berlokasi di Jawa sempat mengalami pasokan batubara, yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6/2026).&#13;
&#13;
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sejumlah pembangkit yang mengalami masalah pasokan antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu di wilayah Jawa bagian barat. Sementara di Jawa bagian timur pasokan telah disalurkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.&#13;
&#13;
Namun demikian, Darmawan memastikan saat ini PLTU tersebut telah mendapatkan pasokan batubara dan kembali berangsur melakukan pemulihan untuk memasok listrik kepada masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer,&amp;quot; ujarnya dalam konferensi pers dikutip Sabtu (20/6/2026).&#13;
&#13;
Ia mnyebut, Kementerian Energi DAN Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menginstruksikan mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam proses ini, kami berkoordinasi secara intens, kontinu, terus-menerus dengan tim Dirjen Minerba sehingga proses penandatanganan kontrak ini bisa berjalan dengan cepat,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain persoalan pasokan batu bara, Darmawan menyebut, perseroan juga menghadapi tantangan lain berupa gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik IPP. Kondisi ini membuat keduanya terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami. Ada dua pembangkit IPP yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang disebabkan oleh kedua faktor tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,&amp;quot; pungkas Darmawan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengakui bahwa sejumlah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berlokasi di Jawa sempat mengalami pasokan batubara, yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6/2026).&#13;
&#13;
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sejumlah pembangkit yang mengalami masalah pasokan antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu di wilayah Jawa bagian barat. Sementara di Jawa bagian timur pasokan telah disalurkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.&#13;
&#13;
Namun demikian, Darmawan memastikan saat ini PLTU tersebut telah mendapatkan pasokan batubara dan kembali berangsur melakukan pemulihan untuk memasok listrik kepada masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer,&amp;quot; ujarnya dalam konferensi pers dikutip Sabtu (20/6/2026).&#13;
&#13;
Ia mnyebut, Kementerian Energi DAN Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menginstruksikan mempercepat proses penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam proses ini, kami berkoordinasi secara intens, kontinu, terus-menerus dengan tim Dirjen Minerba sehingga proses penandatanganan kontrak ini bisa berjalan dengan cepat,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain persoalan pasokan batu bara, Darmawan menyebut, perseroan juga menghadapi tantangan lain berupa gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik IPP. Kondisi ini membuat keduanya terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami. Ada dua pembangkit IPP yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang disebabkan oleh kedua faktor tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,&amp;quot; pungkas Darmawan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
