<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Lapor Uang Beredar Rp10.415,9 Triliun di Mei 2026, Naik 10,8 Persen</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/23/320/3226045/bi-lapor-uang-beredar-rp10-415-9-triliun-di-mei-2026-naik-10-8-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/23/320/3226045/bi-lapor-uang-beredar-rp10-415-9-triliun-di-mei-2026-naik-10-8-persen"/><item><title>BI Lapor Uang Beredar Rp10.415,9 Triliun di Mei 2026, Naik 10,8 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/23/320/3226045/bi-lapor-uang-beredar-rp10-415-9-triliun-di-mei-2026-naik-10-8-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/23/320/3226045/bi-lapor-uang-beredar-rp10-415-9-triliun-di-mei-2026-naik-10-8-persen</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2026 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/23/320/3226045/rupiah-uF81_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Lapor Uang Beredar Rp10.415,9 Triliun di Mei 2026, Naik 10,8 Persen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/23/320/3226045/rupiah-uF81_large.jpg</image><title>BI Lapor Uang Beredar Rp10.415,9 Triliun di Mei 2026, Naik 10,8 Persen (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026.&#13;
&#13;
Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang hanya tumbuh 9,2 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uangberedar sempit (M1) sebesar 15,3 persen yoy dan uang kuasi sebesar 6,0 persen yoy,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Selasa (23/6/2026).&#13;
&#13;
BI menjelaskan bahwa peningkatan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
Penyaluran kredit tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,4 persen (yoy).&#13;
&#13;
Penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen (yoy).&#13;
&#13;
Sebagai catatan, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan Tagihan Repo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.&#13;
&#13;
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy).&#13;
&#13;
Adapun Uang Primer (M0)  adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 14,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),&amp;rdquo; tulis laporan BI tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026.&#13;
&#13;
Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang hanya tumbuh 9,2 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uangberedar sempit (M1) sebesar 15,3 persen yoy dan uang kuasi sebesar 6,0 persen yoy,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Selasa (23/6/2026).&#13;
&#13;
BI menjelaskan bahwa peningkatan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.&#13;
&#13;
Penyaluran kredit tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,4 persen (yoy).&#13;
&#13;
Penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen (yoy).&#13;
&#13;
Sebagai catatan, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker&amp;#39;s Acceptances), dan Tagihan Repo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.&#13;
&#13;
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy).&#13;
&#13;
Adapun Uang Primer (M0)  adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 14,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen (yoy).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),&amp;rdquo; tulis laporan BI tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
