<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Tenaga Kerja Global Meningkat, RI Bidik Peluang di Jepang dan Jerman</title><description>Peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perawatan lansia, perhotelan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226208/permintaan-tenaga-kerja-global-meningkat-ri-bidik-peluang-di-jepang-dan-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226208/permintaan-tenaga-kerja-global-meningkat-ri-bidik-peluang-di-jepang-dan-jerman"/><item><title>Permintaan Tenaga Kerja Global Meningkat, RI Bidik Peluang di Jepang dan Jerman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226208/permintaan-tenaga-kerja-global-meningkat-ri-bidik-peluang-di-jepang-dan-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226208/permintaan-tenaga-kerja-global-meningkat-ri-bidik-peluang-di-jepang-dan-jerman</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2026 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/320/3226208/pekerja-8ey2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Permintaan tenaga kerja di berbagai negara terus meningkat seiring fenomena penuaan populasi (aging population) yang terjadi di sejumlah negara maju. (Foto ;Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/24/320/3226208/pekerja-8ey2_large.jpg</image><title> Permintaan tenaga kerja di berbagai negara terus meningkat seiring fenomena penuaan populasi (aging population) yang terjadi di sejumlah negara maju. (Foto ;Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Permintaan tenaga kerja di berbagai negara terus meningkat seiring fenomena penuaan populasi (aging population) yang terjadi di sejumlah negara maju, seperti Jepang dan Jerman. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perawatan lansia, perhotelan (hospitality), hingga pertanian.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah menilai peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Selain masih terbatasnya kesiapan tenaga kerja, praktik penempatan pekerja migran nonprosedural juga masih terjadi sehingga berisiko merugikan calon pekerja.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi dan perlindungan bagi calon pekerja migran agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui jalur resmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami sebagai penyelenggara negara memastikan jalurnya resmi dan aman,&amp;rdquo; ujar Leontinus, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, edukasi mengenai migrasi aman menjadi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri tanpa terjebak praktik penempatan ilegal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian peluang belum terserap optimal dan praktik penempatan nonprosedural masih terjadi. Ini menegaskan pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenko PM menggelar Global Talent Day. Hal ini ditujukan untuk menyiapkan talenta Indonesia, calon pekerja migran, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), dan mahasiswa agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja global.&#13;
&#13;
Selama kegiatan berlangsung, peserta dapat mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari workshop bersama pemangku kepentingan ketenagakerjaan, kelas pengenalan bahasa asing, hingga sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan perusahaan penempatan, lembaga pelatihan kerja, dan test center.&#13;
&#13;
Leontinus berharap model penguatan kapasitas dan perlindungan pekerja migran tersebut dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya sehingga semakin mengurangi potensi pekerja migran yang tertipu jalur nonprosedural dan ilegal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kebumen dipilih karena merupakan salah satu kantong pekerja migran di Jawa Tengah, provinsi yang menjadi salah satu penyumbang pekerja migran terbesar secara nasional. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 orang berasal dari Kabupaten Kebumen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Permintaan tenaga kerja di berbagai negara terus meningkat seiring fenomena penuaan populasi (aging population) yang terjadi di sejumlah negara maju, seperti Jepang dan Jerman. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perawatan lansia, perhotelan (hospitality), hingga pertanian.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah menilai peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Selain masih terbatasnya kesiapan tenaga kerja, praktik penempatan pekerja migran nonprosedural juga masih terjadi sehingga berisiko merugikan calon pekerja.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi dan perlindungan bagi calon pekerja migran agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui jalur resmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami sebagai penyelenggara negara memastikan jalurnya resmi dan aman,&amp;rdquo; ujar Leontinus, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, edukasi mengenai migrasi aman menjadi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri tanpa terjebak praktik penempatan ilegal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian peluang belum terserap optimal dan praktik penempatan nonprosedural masih terjadi. Ini menegaskan pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenko PM menggelar Global Talent Day. Hal ini ditujukan untuk menyiapkan talenta Indonesia, calon pekerja migran, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), dan mahasiswa agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja global.&#13;
&#13;
Selama kegiatan berlangsung, peserta dapat mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari workshop bersama pemangku kepentingan ketenagakerjaan, kelas pengenalan bahasa asing, hingga sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan perusahaan penempatan, lembaga pelatihan kerja, dan test center.&#13;
&#13;
Leontinus berharap model penguatan kapasitas dan perlindungan pekerja migran tersebut dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya sehingga semakin mengurangi potensi pekerja migran yang tertipu jalur nonprosedural dan ilegal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kebumen dipilih karena merupakan salah satu kantong pekerja migran di Jawa Tengah, provinsi yang menjadi salah satu penyumbang pekerja migran terbesar secara nasional. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 orang berasal dari Kabupaten Kebumen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
