<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> DEN Ungkap Pertamina Mampu Seimbangkan Penugasan dan Kinerja Bisnis</title><description>Dewan Energi Nasional (DEN) menilai positif raihan Pertamina dalam Fortune Southeast Asia 500. Memperlihatkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226266/den-ungkap-pertamina-mampu-seimbangkan-penugasan-dan-kinerja-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226266/den-ungkap-pertamina-mampu-seimbangkan-penugasan-dan-kinerja-bisnis"/><item><title> DEN Ungkap Pertamina Mampu Seimbangkan Penugasan dan Kinerja Bisnis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226266/den-ungkap-pertamina-mampu-seimbangkan-penugasan-dan-kinerja-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226266/den-ungkap-pertamina-mampu-seimbangkan-penugasan-dan-kinerja-bisnis</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2026 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/320/3226266/pertamina-oyaA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> DEN Ungkap Pertamina Mampu Seimbangkan Penugasan dan Kinerja Bisnis (Foto: Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/24/320/3226266/pertamina-oyaA_large.jpg</image><title> DEN Ungkap Pertamina Mampu Seimbangkan Penugasan dan Kinerja Bisnis (Foto: Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai positif raihan Pertamina dalam Fortune Southeast Asia 500. Pertamina mencatat pendapatan USD70,89 miliar dan laba USD3,35 miliar atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Dengan capaian ini, Pertamina menempati posisi ketiga dalam Fortune Asia Tenggara 500. Posisi tersebut hanya bisa dilewati perusahaan trading Singapura Trafigura Group dan raksasa energi Thailand, PTT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan, capaian Pertamina memperlihatkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia pada skala regional. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan bahwa kinerja Pertamina lebih stabil di tengah tantangan global dan ekonomi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, ini menunjukkan daya saing yang semakin baik. Karena perusahan sekelas Pertamina memang harus masuk ke situ dan itu penting,&amp;rdquo; kata Kholid di Jakarta, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan pengakuan bahwa Pertamina telah menjadi perusahaan dengan leverage yang cukup besar. Artinya, BUMN energi itu masuk ke dalam 500 perusahaan dengan kekuatan kapital, revenue yang sangat besar. Apalagi jika membandingkan dengan sesama perusahaan migas, dimana posisi Pertamina hanya berada di bawah raksasa energi PTT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan kita tentu saja bangga dengan masuknya salah satu perusahaan nasional menjadi perusahaan papan atas di Asia Tenggara. Artinya apa? &amp;nbsp;Ya, terus bertumbuh, kan?&amp;rdquo; kata dia. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kholid menegaskan, penghargaan itu juga menunjukkan bahwa manajemen Pertamina memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara dua pendulum. Yaitu sebagai korporasi yang dituntut untuk mencetak laba. Dan di sisi lain sebagai pelaksana dari penugasan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau misalnya penugasannya terlalu ke atas, fungsi profit-seeking-nya turun. Sementara orientasinya pada profit-seeking, &amp;nbsp;penugasannya tentu agak sedikit berkurang. Saya kira &amp;nbsp;keseimbangan ini menjadi fitrah dari BUMN dalam hal ini Pertamina,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Karena itulah dia sependapat, keberhasilan Pertamina menunjukkan bahwa BUMN strategis tersebut dapat menjadi motor ekonomi nasional, menciptakan nilai tambah bagi negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi Asia Tenggara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kholid mengatakan, Pertamina saat ini sudah menjalankan dengan baik peran pentingnya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Peran penting Pertamina untuk menjaga keamanan pasok energi seperti penyediaan BBM, penyediaan LPG, penyediaan diesel, itu menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional harus lebih ditingkatkan lagi,&amp;rdquo; ujar Kholid.&#13;
&#13;
Pertamina, lanjutnya, &amp;nbsp;juga mampu memasok kebutuhan energi masyarakat, termasuk untuk industri, ekonomi bertumbuh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itulah peran penting Pertamina untuk menjaga keandalan energi di dalam beberapa tahun ke depan,&amp;rdquo; kata Kholid.&#13;
&#13;
Meski begitu, dia juga mengingatkan perlunya melakukan peningkatan profesionalitas, peningkatan kapasitas manajemen, kelembagaan Pertamina di masa datang untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai positif raihan Pertamina dalam Fortune Southeast Asia 500. Pertamina mencatat pendapatan USD70,89 miliar dan laba USD3,35 miliar atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Dengan capaian ini, Pertamina menempati posisi ketiga dalam Fortune Asia Tenggara 500. Posisi tersebut hanya bisa dilewati perusahaan trading Singapura Trafigura Group dan raksasa energi Thailand, PTT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan, capaian Pertamina memperlihatkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia pada skala regional. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan bahwa kinerja Pertamina lebih stabil di tengah tantangan global dan ekonomi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, ini menunjukkan daya saing yang semakin baik. Karena perusahan sekelas Pertamina memang harus masuk ke situ dan itu penting,&amp;rdquo; kata Kholid di Jakarta, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan pengakuan bahwa Pertamina telah menjadi perusahaan dengan leverage yang cukup besar. Artinya, BUMN energi itu masuk ke dalam 500 perusahaan dengan kekuatan kapital, revenue yang sangat besar. Apalagi jika membandingkan dengan sesama perusahaan migas, dimana posisi Pertamina hanya berada di bawah raksasa energi PTT.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan kita tentu saja bangga dengan masuknya salah satu perusahaan nasional menjadi perusahaan papan atas di Asia Tenggara. Artinya apa? &amp;nbsp;Ya, terus bertumbuh, kan?&amp;rdquo; kata dia. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kholid menegaskan, penghargaan itu juga menunjukkan bahwa manajemen Pertamina memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara dua pendulum. Yaitu sebagai korporasi yang dituntut untuk mencetak laba. Dan di sisi lain sebagai pelaksana dari penugasan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau misalnya penugasannya terlalu ke atas, fungsi profit-seeking-nya turun. Sementara orientasinya pada profit-seeking, &amp;nbsp;penugasannya tentu agak sedikit berkurang. Saya kira &amp;nbsp;keseimbangan ini menjadi fitrah dari BUMN dalam hal ini Pertamina,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Karena itulah dia sependapat, keberhasilan Pertamina menunjukkan bahwa BUMN strategis tersebut dapat menjadi motor ekonomi nasional, menciptakan nilai tambah bagi negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi Asia Tenggara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kholid mengatakan, Pertamina saat ini sudah menjalankan dengan baik peran pentingnya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Peran penting Pertamina untuk menjaga keamanan pasok energi seperti penyediaan BBM, penyediaan LPG, penyediaan diesel, itu menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional harus lebih ditingkatkan lagi,&amp;rdquo; ujar Kholid.&#13;
&#13;
Pertamina, lanjutnya, &amp;nbsp;juga mampu memasok kebutuhan energi masyarakat, termasuk untuk industri, ekonomi bertumbuh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itulah peran penting Pertamina untuk menjaga keandalan energi di dalam beberapa tahun ke depan,&amp;rdquo; kata Kholid.&#13;
&#13;
Meski begitu, dia juga mengingatkan perlunya melakukan peningkatan profesionalitas, peningkatan kapasitas manajemen, kelembagaan Pertamina di masa datang untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
