<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Apindo Harap Bisa Pacu Daya Beli Masyarakat&amp;nbsp;</title><description>Pemerintah menggulirkan stimulus dan insentif senilai Rp26,34 triliun untuk mendongkrak aktivitas ekonomi sepanjang sisa tahun 2026. Kebijakan ini disambut positif oleh dunia usaha karena dinilai mampu menjaga momentum konsumsi rumah tangga di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226305/pemerintah-gelontorkan-stimulus-rp26-34-triliun-apindo-harap-bisa-pacu-daya-beli-masyarakat-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226305/pemerintah-gelontorkan-stimulus-rp26-34-triliun-apindo-harap-bisa-pacu-daya-beli-masyarakat-nbsp"/><item><title>Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Apindo Harap Bisa Pacu Daya Beli Masyarakat&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226305/pemerintah-gelontorkan-stimulus-rp26-34-triliun-apindo-harap-bisa-pacu-daya-beli-masyarakat-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/24/320/3226305/pemerintah-gelontorkan-stimulus-rp26-34-triliun-apindo-harap-bisa-pacu-daya-beli-masyarakat-nbsp</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2026 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/320/3226305/apindo-Jx64_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apindo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/24/320/3226305/apindo-Jx64_large.jpg</image><title>Apindo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menggulirkan stimulus dan insentif senilai Rp26,34 triliun untuk mendongkrak aktivitas ekonomi sepanjang sisa tahun 2026. Kebijakan ini disambut positif oleh dunia usaha karena dinilai mampu menjaga momentum konsumsi rumah tangga di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.&#13;
&#13;
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menilai kebijakan ini merupakan respons cepat yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menekankan soal intervensi fiskal pemerintah memiliki peran vital dalam menopang fondasi konsumsi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentunya akan membantu daya beli. Kita harus apresiasi pemerintah memperhatikan bahwa dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada saat ini, stimulus yang digulirkan sampai akhir tahun saya rasa ini akan sangat membantu,&amp;quot; ujar Shinta saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Shinta mengatakan meskipun tantangan ekonomi saat ini cukup kompleks dan memerlukan pengawasan ekstra, ketersediaan insentif tetap menjadi pendorong utama. Belajar dari kesuksesan kebijakan serupa selama periode pandemi Covid-19, ia optimistis stimulus ini dapat memberikan efek domino bagi sektor riil.&#13;
&#13;
Terkait sejauh mana efektivitas bantuan ini bagi masyarakat, Apindo tetap akan memantau dampaknya secara berkala di lapangan. Menurutnya, langkah pemerintah saat ini setidaknya telah menunjukkan komitmen nyata untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Insentif itu dibutuhkan karena bagaimanapun juga daya beli menjadi salah satu faktor penting. Kita mesti lihat dulu sampai sejauh mana, tapi paling tidakbsudah ada awal titik di mana pemerintah mulai melihat kebutuhan masyarakat seperti apa,&amp;quot; kata Shinta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun secara rinci, total stimulus jumbo di Semester II-2026 dialokasikan ke dalam beberapa program prioritas, termasuk jaring pengaman pangan, pembenahan kualitas tenaga kerja, hingga insentif transportasi publik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menko Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan bahwa anggaran tersebut mencakup stimulus insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program pemagangan serta vokasi nasional senilai Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan dalam skala masif sebesar Rp18,04 triliun. Seluruh bauran kebijakan ini dirancang agar menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat di akar rumput.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menggulirkan stimulus dan insentif senilai Rp26,34 triliun untuk mendongkrak aktivitas ekonomi sepanjang sisa tahun 2026. Kebijakan ini disambut positif oleh dunia usaha karena dinilai mampu menjaga momentum konsumsi rumah tangga di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.&#13;
&#13;
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menilai kebijakan ini merupakan respons cepat yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menekankan soal intervensi fiskal pemerintah memiliki peran vital dalam menopang fondasi konsumsi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentunya akan membantu daya beli. Kita harus apresiasi pemerintah memperhatikan bahwa dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada saat ini, stimulus yang digulirkan sampai akhir tahun saya rasa ini akan sangat membantu,&amp;quot; ujar Shinta saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Shinta mengatakan meskipun tantangan ekonomi saat ini cukup kompleks dan memerlukan pengawasan ekstra, ketersediaan insentif tetap menjadi pendorong utama. Belajar dari kesuksesan kebijakan serupa selama periode pandemi Covid-19, ia optimistis stimulus ini dapat memberikan efek domino bagi sektor riil.&#13;
&#13;
Terkait sejauh mana efektivitas bantuan ini bagi masyarakat, Apindo tetap akan memantau dampaknya secara berkala di lapangan. Menurutnya, langkah pemerintah saat ini setidaknya telah menunjukkan komitmen nyata untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Insentif itu dibutuhkan karena bagaimanapun juga daya beli menjadi salah satu faktor penting. Kita mesti lihat dulu sampai sejauh mana, tapi paling tidakbsudah ada awal titik di mana pemerintah mulai melihat kebutuhan masyarakat seperti apa,&amp;quot; kata Shinta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun secara rinci, total stimulus jumbo di Semester II-2026 dialokasikan ke dalam beberapa program prioritas, termasuk jaring pengaman pangan, pembenahan kualitas tenaga kerja, hingga insentif transportasi publik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menko Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan bahwa anggaran tersebut mencakup stimulus insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program pemagangan serta vokasi nasional senilai Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan dalam skala masif sebesar Rp18,04 triliun. Seluruh bauran kebijakan ini dirancang agar menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat di akar rumput.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
