<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China di Pulogadung, Cek Dugaan Pajak Tak Wajar</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pabrik perusahaan baja asal China yang beroperasi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen berlapis pemerintah dalam memperketat pengawasan kepatuhan perpajakan sekaligus membentengi iklim persaingan usaha yang sehat di sektor industri strategis nasional.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/25/320/3226498/purbaya-sidak-pabrik-baja-asal-china-di-pulogadung-cek-dugaan-pajak-tak-wajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/25/320/3226498/purbaya-sidak-pabrik-baja-asal-china-di-pulogadung-cek-dugaan-pajak-tak-wajar"/><item><title>Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China di Pulogadung, Cek Dugaan Pajak Tak Wajar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/25/320/3226498/purbaya-sidak-pabrik-baja-asal-china-di-pulogadung-cek-dugaan-pajak-tak-wajar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/25/320/3226498/purbaya-sidak-pabrik-baja-asal-china-di-pulogadung-cek-dugaan-pajak-tak-wajar</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2026 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/25/320/3226498/menkeu_purbaya-6hMB_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/25/320/3226498/menkeu_purbaya-6hMB_large.jpeg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pabrik perusahaan baja asal China yang beroperasi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen berlapis pemerintah dalam memperketat pengawasan kepatuhan perpajakan sekaligus membentengi iklim persaingan usaha yang sehat di sektor industri strategis nasional.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa otoritas keuangan negara berkewajiban memastikan seluruh pelaku usaha, termasuk investor asing, menjalankan roda bisnisnya secara adil, transparan, dan patuh pada regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memastikan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Indonesia menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan kami bukan untuk menghambat atau mematikan usaha, melainkan memastikan terciptanya persaingan yang sehat dan adil bagi seluruh pelaku industri,&amp;quot; kata Purbaya dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).&#13;
&#13;
Purbaya membeberkan, keputusan menggelar sidak langsung ini didasari oleh adanya temuan indikasi awal terkait ketidaksesuaian struktural. Berdasarkan basis data perpajakan yang dikantongi pemerintah, nilai pajak yang disetorkan oleh korporasi baja tersebut disinyalir masih timpang dan belum mencerminkan volume aktivitas bisnis riil yang mereka operasikan di lapangan.&#13;
&#13;
Atas dasar kejanggalan tersebut, pemerintah meminta pihak manajemen segera menyerahkan seluruh berkas laporan keuangan dokumen pendukung untuk diverifikasi secara mendalam.&#13;
&#13;
Meski demikian, Purbaya menggarisbawahi bahwa operasional ini masih bergulir di koridor klarifikasi dini dan belum mengetok kesimpulan adanya pelanggaran hukum perpajakan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami meminta perusahaan untuk menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan agar seluruh proses dapat dilakukan secara terbuka dan berdasarkan fakta. Dengan demikian, kita dapat melihat secara adil bagaimana praktik bisnis yang dijalankan,&amp;quot; jelas Purbaya.&#13;
&#13;
Merespons kedatangan tim sidak, jajaran manajemen perusahaan baja asal China tersebut mengeklaim bahwa seluruh operasional pabrik dan bisnis mereka telah berjalan selaras dengan koridor hukum Indonesia.&#13;
&#13;
Pihak korporasi juga berjanji akan bersikap kooperatif penuh dalam membantu proses penelaahan data yang tengah berjalan.&#13;
&#13;
Purbaya menyambut positif iktikad tersebut dan langsung menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pajak untuk mempercepat proses analisis data agar kepastian hukum bagi kedua belah pihak dapat segera diputuskan.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, bendahara negara membocorkan bahwa sidak ini merupakan awal dari gerakan bersih-bersih industri.&#13;
&#13;
Pemerintah dipastikan bakal menggelar operasi serupa ke sejumlah korporasi lain yang masuk radar pengawasan berdasarkan data intelijen keuangan yang telah dihimpun demi menciptakan level playing field atau arena persaingan yang setara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, seluruh pelaku usaha harus menjalankan kewajibannya secara adil dan sesuai aturan. Dengan begitu, industri nasional dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,&amp;quot; pungkas Purbaya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pabrik perusahaan baja asal China yang beroperasi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen berlapis pemerintah dalam memperketat pengawasan kepatuhan perpajakan sekaligus membentengi iklim persaingan usaha yang sehat di sektor industri strategis nasional.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa otoritas keuangan negara berkewajiban memastikan seluruh pelaku usaha, termasuk investor asing, menjalankan roda bisnisnya secara adil, transparan, dan patuh pada regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memastikan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Indonesia menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan kami bukan untuk menghambat atau mematikan usaha, melainkan memastikan terciptanya persaingan yang sehat dan adil bagi seluruh pelaku industri,&amp;quot; kata Purbaya dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).&#13;
&#13;
Purbaya membeberkan, keputusan menggelar sidak langsung ini didasari oleh adanya temuan indikasi awal terkait ketidaksesuaian struktural. Berdasarkan basis data perpajakan yang dikantongi pemerintah, nilai pajak yang disetorkan oleh korporasi baja tersebut disinyalir masih timpang dan belum mencerminkan volume aktivitas bisnis riil yang mereka operasikan di lapangan.&#13;
&#13;
Atas dasar kejanggalan tersebut, pemerintah meminta pihak manajemen segera menyerahkan seluruh berkas laporan keuangan dokumen pendukung untuk diverifikasi secara mendalam.&#13;
&#13;
Meski demikian, Purbaya menggarisbawahi bahwa operasional ini masih bergulir di koridor klarifikasi dini dan belum mengetok kesimpulan adanya pelanggaran hukum perpajakan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami meminta perusahaan untuk menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan agar seluruh proses dapat dilakukan secara terbuka dan berdasarkan fakta. Dengan demikian, kita dapat melihat secara adil bagaimana praktik bisnis yang dijalankan,&amp;quot; jelas Purbaya.&#13;
&#13;
Merespons kedatangan tim sidak, jajaran manajemen perusahaan baja asal China tersebut mengeklaim bahwa seluruh operasional pabrik dan bisnis mereka telah berjalan selaras dengan koridor hukum Indonesia.&#13;
&#13;
Pihak korporasi juga berjanji akan bersikap kooperatif penuh dalam membantu proses penelaahan data yang tengah berjalan.&#13;
&#13;
Purbaya menyambut positif iktikad tersebut dan langsung menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Pajak untuk mempercepat proses analisis data agar kepastian hukum bagi kedua belah pihak dapat segera diputuskan.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, bendahara negara membocorkan bahwa sidak ini merupakan awal dari gerakan bersih-bersih industri.&#13;
&#13;
Pemerintah dipastikan bakal menggelar operasi serupa ke sejumlah korporasi lain yang masuk radar pengawasan berdasarkan data intelijen keuangan yang telah dihimpun demi menciptakan level playing field atau arena persaingan yang setara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Karena itu, seluruh pelaku usaha harus menjalankan kewajibannya secara adil dan sesuai aturan. Dengan begitu, industri nasional dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,&amp;quot; pungkas Purbaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
