<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Ini Penyebabnya </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/02/320/3227685/neraca-dagang-ri-defisit-usd1-61-miliar-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/02/320/3227685/neraca-dagang-ri-defisit-usd1-61-miliar-ini-penyebabnya"/><item><title>Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Ini Penyebabnya </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/02/320/3227685/neraca-dagang-ri-defisit-usd1-61-miliar-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/02/320/3227685/neraca-dagang-ri-defisit-usd1-61-miliar-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 02 Juli 2026 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/01/320/3227685/neraca_dagang-dEN0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/01/320/3227685/neraca_dagang-dEN0_large.jpg</image><title>Neraca Dagang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.&#13;
&#13;
Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit sebesar USD1,61 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi April 2026 yang masih mencatat surplus sebesar USD89,1 juta.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan bahwa defisit terutama disebabkan oleh tekanan pada sektor migas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Defisit neraca perdagangan terutama disebabkan oleh komoditas migas yang mencatat defisit sebesar USD3,76 miliar. Defisit tersebut berasal dari perdagangan hasil minyak dan minyak mentah,&amp;rdquo; ujar Ateng.&#13;
&#13;
Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar USD2,15 miliar, yang ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, besarnya defisit pada sektor migas yang tidak tertutup oleh surplus nonmigas membuat neraca perdagangan secara keseluruhan berada di zona negatif.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Ini Biang Kerok Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.&#13;
&#13;
Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit sebesar USD1,61 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi April 2026 yang masih mencatat surplus sebesar USD89,1 juta.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan bahwa defisit terutama disebabkan oleh tekanan pada sektor migas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Defisit neraca perdagangan terutama disebabkan oleh komoditas migas yang mencatat defisit sebesar USD3,76 miliar. Defisit tersebut berasal dari perdagangan hasil minyak dan minyak mentah,&amp;rdquo; ujar Ateng.&#13;
&#13;
Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar USD2,15 miliar, yang ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, besarnya defisit pada sektor migas yang tidak tertutup oleh surplus nonmigas membuat neraca perdagangan secara keseluruhan berada di zona negatif.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Ini Biang Kerok Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
