<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan dan Jembatan Aceh Belum Pulih Pascabanjir Bandang, Ini Progres Penanganannya</title><description>Kementerian PU saat ini menangani secara permanen 20 lokasi di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri atas 15 ruas jalan dan lima jembatan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3227919/jalan-dan-jembatan-aceh-belum-pulih-pascabanjir-bandang-ini-progres-penanganannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3227919/jalan-dan-jembatan-aceh-belum-pulih-pascabanjir-bandang-ini-progres-penanganannya"/><item><title>Jalan dan Jembatan Aceh Belum Pulih Pascabanjir Bandang, Ini Progres Penanganannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3227919/jalan-dan-jembatan-aceh-belum-pulih-pascabanjir-bandang-ini-progres-penanganannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3227919/jalan-dan-jembatan-aceh-belum-pulih-pascabanjir-bandang-ini-progres-penanganannya</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2026 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/02/320/3227919/aceh-WIXC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Aceh sejak November 2025 belum mengalami pemulihan. (Foto :Okezone.com/PU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/02/320/3227919/aceh-WIXC_large.jpg</image><title>Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Aceh sejak November 2025 belum mengalami pemulihan. (Foto :Okezone.com/PU)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Aceh sejak November 2025 belum mengalami pemulihan hingga saat ini. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani secara permanen 20 lokasi di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri atas 15 ruas jalan dan lima jembatan. Di sejumlah ruas, pekerjaan dilakukan pada lebih dari satu titik kerusakan sesuai dengan kondisi di lapangan.&#13;
&#13;
Selain itu, penanganan permanen juga dilaksanakan pada 16 lokasi di Lintas Tengah Aceh yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan maupun jembatan, penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, pekerjaan struktur, hingga berbagai pekerjaan pendukung lainnya.&#13;
&#13;
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif dan berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,&amp;quot; kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).&#13;
&#13;
Salah satu progres penanganan permanen Lintas Tengah Aceh adalah Jembatan Lawe Mengkudu I yang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juni 2026, pekerjaan telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.&#13;
&#13;
Penanganan permanen dilakukan dengan membongkar jembatan lama yang terdampak bencana dan menggantinya dengan jembatan baru yang lebih aman serta mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.&#13;
&#13;
Di koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan pada 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan, di antaranya:&#13;
&#13;
Beureunuen &amp;ndash; Bts. Pidie Jaya/Pidie&#13;
Bts. Pidie Jaya/Pidie &amp;ndash; Meureudu&#13;
Meureudu &amp;ndash; Bts. Pidie Jaya/Bireuen&#13;
Bts. Pidie Jaya/Bireuen &amp;ndash; Kota Bireuen&#13;
Peureulak &amp;ndash; Bts. Kota Langsa/Aceh Timur&#13;
Bts. Kota Langsa/Aceh Timur &amp;ndash; Kota Langsa&#13;
Bts. Kota Langsa/Aceh Tamiang &amp;ndash; Kota Kuala Simpang&#13;
Jln. Ir. Juanda (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Cut Nyak Dhien (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Iskandar Muda (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Mayjen Sutoyo (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Ade Irma Suryani (Kuala Simpang)&#13;
Kota Kuala Simpang - Bts. Provinsi Sumut&#13;
Jembatan Krueng Meureudu&#13;
Jembatan Krueng Tingkeum&#13;
Jembatan Pante Lhong&#13;
Jembatan Ulee Langa&#13;
&#13;
Adapun di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada tiga lokasi yang meliputi:&#13;
&#13;
Ruas Jalan Genting Gerbang &amp;ndash; Celala &amp;ndash; Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya&#13;
Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya &amp;ndash; Lhokseumot &amp;ndash; Jeuram&#13;
Jembatan Krueng Beutong&#13;
&#13;
Sementara itu, di Lintas Tengah Aceh, penanganan mencakup 16 lokasi yang tersebar mulai dari wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Pekerjaan yang dilaksanakan tidak hanya memperbaiki badan jalan dan jembatan, tetapi juga melakukan penguatan lereng dan tebing sungai untuk meminimalkan risiko.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Aceh sejak November 2025 belum mengalami pemulihan hingga saat ini. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani secara permanen 20 lokasi di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri atas 15 ruas jalan dan lima jembatan. Di sejumlah ruas, pekerjaan dilakukan pada lebih dari satu titik kerusakan sesuai dengan kondisi di lapangan.&#13;
&#13;
Selain itu, penanganan permanen juga dilaksanakan pada 16 lokasi di Lintas Tengah Aceh yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan maupun jembatan, penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, pekerjaan struktur, hingga berbagai pekerjaan pendukung lainnya.&#13;
&#13;
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif dan berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,&amp;quot; kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).&#13;
&#13;
Salah satu progres penanganan permanen Lintas Tengah Aceh adalah Jembatan Lawe Mengkudu I yang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juni 2026, pekerjaan telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.&#13;
&#13;
Penanganan permanen dilakukan dengan membongkar jembatan lama yang terdampak bencana dan menggantinya dengan jembatan baru yang lebih aman serta mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.&#13;
&#13;
Di koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan pada 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan, di antaranya:&#13;
&#13;
Beureunuen &amp;ndash; Bts. Pidie Jaya/Pidie&#13;
Bts. Pidie Jaya/Pidie &amp;ndash; Meureudu&#13;
Meureudu &amp;ndash; Bts. Pidie Jaya/Bireuen&#13;
Bts. Pidie Jaya/Bireuen &amp;ndash; Kota Bireuen&#13;
Peureulak &amp;ndash; Bts. Kota Langsa/Aceh Timur&#13;
Bts. Kota Langsa/Aceh Timur &amp;ndash; Kota Langsa&#13;
Bts. Kota Langsa/Aceh Tamiang &amp;ndash; Kota Kuala Simpang&#13;
Jln. Ir. Juanda (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Cut Nyak Dhien (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Iskandar Muda (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Mayjen Sutoyo (Kuala Simpang)&#13;
Jln. Ade Irma Suryani (Kuala Simpang)&#13;
Kota Kuala Simpang - Bts. Provinsi Sumut&#13;
Jembatan Krueng Meureudu&#13;
Jembatan Krueng Tingkeum&#13;
Jembatan Pante Lhong&#13;
Jembatan Ulee Langa&#13;
&#13;
Adapun di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada tiga lokasi yang meliputi:&#13;
&#13;
Ruas Jalan Genting Gerbang &amp;ndash; Celala &amp;ndash; Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya&#13;
Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya &amp;ndash; Lhokseumot &amp;ndash; Jeuram&#13;
Jembatan Krueng Beutong&#13;
&#13;
Sementara itu, di Lintas Tengah Aceh, penanganan mencakup 16 lokasi yang tersebar mulai dari wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Pekerjaan yang dilaksanakan tidak hanya memperbaiki badan jalan dan jembatan, tetapi juga melakukan penguatan lereng dan tebing sungai untuk meminimalkan risiko.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
