<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mandatori B50 Dimulai, Bahan Bakar untuk Industri Mulai Disalurkan</title><description>Biosolar Industri B50 untuk pertama kalinya disalurkan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri pada 2 Juli 2026. Penyaluran ini menjadi bagian dari implementasi program mandatori B50 yang ditetapkan pemerintah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3228041/mandatori-b50-dimulai-bahan-bakar-untuk-industri-mulai-disalurkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3228041/mandatori-b50-dimulai-bahan-bakar-untuk-industri-mulai-disalurkan"/><item><title>Mandatori B50 Dimulai, Bahan Bakar untuk Industri Mulai Disalurkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3228041/mandatori-b50-dimulai-bahan-bakar-untuk-industri-mulai-disalurkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/03/320/3228041/mandatori-b50-dimulai-bahan-bakar-untuk-industri-mulai-disalurkan</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2026 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/03/320/3228041/b50-mBns_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">B50 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/03/320/3228041/b50-mBns_large.jpg</image><title>B50 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Biosolar Industri B50 untuk pertama kalinya disalurkan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri pada 2 Juli 2026. Penyaluran ini menjadi bagian dari implementasi program mandatori B50 yang ditetapkan pemerintah.&#13;
&#13;
Program tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen (B50) ke dalam minyak solar dalam skema pembiayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).&#13;
&#13;
Sebelum penyaluran perdana dilakukan, Fuel Terminal IBT Pulau Laut menerima pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) spesifikasi B50 pada 1 Juli 2026 melalui kapal MT Ocean Link. Selanjutnya, Biosolar Industri B50 disalurkan kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik.&#13;
&#13;
Dalam implementasi tersebut,PT Elnusa Petrofin (EPN) memastikan kesiapan operasional terminal, proses pencampuran (blending), hingga distribusi Biosolar Industri B50 kepada pelanggan sektor industri.&#13;
&#13;
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengatakan penyaluran perdana Biosolar Industri B50 merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan program mandatori B50.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Elnusa Petrofin mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan,&amp;quot; ujar Doni, Jumat (3/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Doni, implementasi tersebut juga menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas operasional perusahaan dalam mendukung distribusi bahan bakar B50.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berkomitmen menghadirkan operasional yang andal dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi untuk memastikan distribusi energi berjalan efisien dan memenuhi standar kualitas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Fuel Terminal IBT Pulau Laut menjadi salah satu terminal yang menerima pasokan FAME dan solar untuk selanjutnya dilakukan proses blending sebelum didistribusikan kepada pelanggan industri. Terminal tersebut dilengkapi fasilitas Automatic Inline Blending (ILB) yang memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis sesuai standar mutu yang ditetapkan pemerintah sebelum disalurkan ke kapal pelanggan&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Biosolar Industri B50 untuk pertama kalinya disalurkan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri pada 2 Juli 2026. Penyaluran ini menjadi bagian dari implementasi program mandatori B50 yang ditetapkan pemerintah.&#13;
&#13;
Program tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen (B50) ke dalam minyak solar dalam skema pembiayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).&#13;
&#13;
Sebelum penyaluran perdana dilakukan, Fuel Terminal IBT Pulau Laut menerima pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) spesifikasi B50 pada 1 Juli 2026 melalui kapal MT Ocean Link. Selanjutnya, Biosolar Industri B50 disalurkan kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik.&#13;
&#13;
Dalam implementasi tersebut,PT Elnusa Petrofin (EPN) memastikan kesiapan operasional terminal, proses pencampuran (blending), hingga distribusi Biosolar Industri B50 kepada pelanggan sektor industri.&#13;
&#13;
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengatakan penyaluran perdana Biosolar Industri B50 merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan program mandatori B50.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Elnusa Petrofin mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan,&amp;quot; ujar Doni, Jumat (3/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Doni, implementasi tersebut juga menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas operasional perusahaan dalam mendukung distribusi bahan bakar B50.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berkomitmen menghadirkan operasional yang andal dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi untuk memastikan distribusi energi berjalan efisien dan memenuhi standar kualitas,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Fuel Terminal IBT Pulau Laut menjadi salah satu terminal yang menerima pasokan FAME dan solar untuk selanjutnya dilakukan proses blending sebelum didistribusikan kepada pelanggan industri. Terminal tersebut dilengkapi fasilitas Automatic Inline Blending (ILB) yang memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis sesuai standar mutu yang ditetapkan pemerintah sebelum disalurkan ke kapal pelanggan&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
