<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Neraca Dagang RI Defisit di Mei 2026, Akhiri Tren Surplus 72 Bulan</title><description>Meski demikian, secara kumulatif Januari??&quot;Mei 2026, neraca perdagangan masih berada di zona positif berkat kuatnya sektor nonmigas.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/04/320/3227937/7-fakta-neraca-dagang-ri-defisit-di-mei-2026-akhiri-tren-surplus-72-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/04/320/3227937/7-fakta-neraca-dagang-ri-defisit-di-mei-2026-akhiri-tren-surplus-72-bulan"/><item><title>7 Fakta Neraca Dagang RI Defisit di Mei 2026, Akhiri Tren Surplus 72 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/04/320/3227937/7-fakta-neraca-dagang-ri-defisit-di-mei-2026-akhiri-tren-surplus-72-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/04/320/3227937/7-fakta-neraca-dagang-ri-defisit-di-mei-2026-akhiri-tren-surplus-72-bulan</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2026 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/03/320/3227937/pelabuhan-9qul_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Neraca perdagangan Indonesia akhirnya mencatatkan defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. (Foto :Okezone.com/Pelindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/03/320/3227937/pelabuhan-9qul_large.jpg</image><title> Neraca perdagangan Indonesia akhirnya mencatatkan defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. (Foto :Okezone.com/Pelindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Neraca perdagangan Indonesia akhirnya mencatatkan defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Capaian ini menjadi pembalikan signifikan setelah sebelumnya Indonesia membukukan surplus tipis pada April 2026 sebesar USD89,1 juta.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, defisit ini sekaligus mengakhiri tren panjang surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut, yang selama ini menjadi salah satu penopang stabilitas eksternal Indonesia.&#13;
&#13;
Meski demikian, secara kumulatif Januari&amp;ndash;Mei 2026, neraca perdagangan masih berada di zona positif berkat kuatnya sektor nonmigas.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik terkait neraca perdagangan yang akhirnya defisit, Sabtu (3/7/2026):&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Akhiri Rekor Surplus 72 Bulan&#13;
&#13;
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mengalami defisit USD1,61 miliar.&#13;
&#13;
Padahal sebelumnya, Indonesia masih mencatat surplus pada April 2026 sebesar USD89,1 juta.&#13;
&#13;
Kondisi ini menjadi defisit pertama setelah Indonesia konsisten mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.&#13;
&#13;
2. Penyebab Utama Defisit&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut defisit terutama dipicu oleh sektor migas.&#13;
&#13;
Defisit migas: USD3,76 miliar&#13;
Penyumbang utama: impor hasil minyak dan minyak mentah&#13;
&#13;
Menurut BPS, lonjakan impor migas tidak sebanding dengan nilai ekspor, sehingga menekan neraca perdagangan bulanan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, sektor nonmigas masih mencatat kinerja positif dengan surplus sebesar:&#13;
&#13;
Surplus nonmigas: USD2,15 miliar&#13;
&#13;
Kinerja ini ditopang oleh:&#13;
&#13;
Bahan bakar mineral&#13;
Lemak dan minyak hewani/nabati&#13;
Besi dan baja&#13;
&#13;
Namun surplus tersebut belum mampu menutup defisit besar dari sektor migas.&#13;
&#13;
3. Ekspor Turun, Impor Melonjak Tajam&#13;
&#13;
BPS mencatat tekanan juga berasal dari sisi perdagangan luar negeri:&#13;
&#13;
Ekspor Mei 2026&#13;
Total ekspor: USD23,20 miliar (-5,73% yoy)&#13;
Nonmigas: USD22,45 miliar (-4,50%)&#13;
Migas: USD760 juta (-31,76%)&#13;
Impor Mei 2026&#13;
Total impor: USD24,82 miliar (+22,16% yoy)&#13;
Nonmigas: USD20,30 miliar (+14,89%)&#13;
Migas: USD4,51 miliar (+70,78%)&#13;
&#13;
Lonjakan impor migas menjadi faktor paling dominan dalam pelebaran defisit.&#13;
&#13;
4. Secara Kumulatif Masih Surplus USD4,03 Miliar&#13;
&#13;
Meski defisit terjadi di Mei, kinerja Januari&amp;ndash;Mei 2026 masih mencatat surplus:&#13;
&#13;
Surplus total: USD4,03 miliar&#13;
Surplus nonmigas: USD16,31 miliar&#13;
Defisit migas: USD12,28 miliar&#13;
&#13;
Artinya, kekuatan ekspor nonmigas masih menjadi penopang utama neraca perdagangan nasional.&#13;
&#13;
5. Ekspor Didominasi Tiga Negara Besar&#13;
&#13;
Tiga negara utama masih menjadi tujuan ekspor nonmigas Indonesia:&#13;
&#13;
Tiongkok&#13;
Amerika Serikat&#13;
India&#13;
&#13;
Ketiganya menyumbang 44,20 persen total ekspor nonmigas nasional.&#13;
&#13;
6. Komoditas Andalan Penopang Surplus Nonmigas&#13;
&#13;
Lima komoditas utama penyumbang surplus nonmigas:&#13;
&#13;
Lemak dan minyak hewani/nabati: USD13,92 miliar&#13;
Bahan bakar mineral: USD10,88 miliar&#13;
Besi dan baja: USD7,09 miliar&#13;
Nikel dan barang daripadanya: USD5,36 miliar&#13;
Alas kaki: USD2,72 miliar&#13;
&#13;
7. Kata Purbaya&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang mendorong lonjakan impor migas.&#13;
&#13;
Ia menegaskan secara kumulatif, neraca perdagangan masih berada di zona surplus berkat sektor nonmigas yang tetap kuat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Neraca perdagangan Indonesia akhirnya mencatatkan defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Capaian ini menjadi pembalikan signifikan setelah sebelumnya Indonesia membukukan surplus tipis pada April 2026 sebesar USD89,1 juta.&#13;
&#13;
Lebih dari itu, defisit ini sekaligus mengakhiri tren panjang surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut, yang selama ini menjadi salah satu penopang stabilitas eksternal Indonesia.&#13;
&#13;
Meski demikian, secara kumulatif Januari&amp;ndash;Mei 2026, neraca perdagangan masih berada di zona positif berkat kuatnya sektor nonmigas.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik terkait neraca perdagangan yang akhirnya defisit, Sabtu (3/7/2026):&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Akhiri Rekor Surplus 72 Bulan&#13;
&#13;
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mengalami defisit USD1,61 miliar.&#13;
&#13;
Padahal sebelumnya, Indonesia masih mencatat surplus pada April 2026 sebesar USD89,1 juta.&#13;
&#13;
Kondisi ini menjadi defisit pertama setelah Indonesia konsisten mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.&#13;
&#13;
2. Penyebab Utama Defisit&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut defisit terutama dipicu oleh sektor migas.&#13;
&#13;
Defisit migas: USD3,76 miliar&#13;
Penyumbang utama: impor hasil minyak dan minyak mentah&#13;
&#13;
Menurut BPS, lonjakan impor migas tidak sebanding dengan nilai ekspor, sehingga menekan neraca perdagangan bulanan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, sektor nonmigas masih mencatat kinerja positif dengan surplus sebesar:&#13;
&#13;
Surplus nonmigas: USD2,15 miliar&#13;
&#13;
Kinerja ini ditopang oleh:&#13;
&#13;
Bahan bakar mineral&#13;
Lemak dan minyak hewani/nabati&#13;
Besi dan baja&#13;
&#13;
Namun surplus tersebut belum mampu menutup defisit besar dari sektor migas.&#13;
&#13;
3. Ekspor Turun, Impor Melonjak Tajam&#13;
&#13;
BPS mencatat tekanan juga berasal dari sisi perdagangan luar negeri:&#13;
&#13;
Ekspor Mei 2026&#13;
Total ekspor: USD23,20 miliar (-5,73% yoy)&#13;
Nonmigas: USD22,45 miliar (-4,50%)&#13;
Migas: USD760 juta (-31,76%)&#13;
Impor Mei 2026&#13;
Total impor: USD24,82 miliar (+22,16% yoy)&#13;
Nonmigas: USD20,30 miliar (+14,89%)&#13;
Migas: USD4,51 miliar (+70,78%)&#13;
&#13;
Lonjakan impor migas menjadi faktor paling dominan dalam pelebaran defisit.&#13;
&#13;
4. Secara Kumulatif Masih Surplus USD4,03 Miliar&#13;
&#13;
Meski defisit terjadi di Mei, kinerja Januari&amp;ndash;Mei 2026 masih mencatat surplus:&#13;
&#13;
Surplus total: USD4,03 miliar&#13;
Surplus nonmigas: USD16,31 miliar&#13;
Defisit migas: USD12,28 miliar&#13;
&#13;
Artinya, kekuatan ekspor nonmigas masih menjadi penopang utama neraca perdagangan nasional.&#13;
&#13;
5. Ekspor Didominasi Tiga Negara Besar&#13;
&#13;
Tiga negara utama masih menjadi tujuan ekspor nonmigas Indonesia:&#13;
&#13;
Tiongkok&#13;
Amerika Serikat&#13;
India&#13;
&#13;
Ketiganya menyumbang 44,20 persen total ekspor nonmigas nasional.&#13;
&#13;
6. Komoditas Andalan Penopang Surplus Nonmigas&#13;
&#13;
Lima komoditas utama penyumbang surplus nonmigas:&#13;
&#13;
Lemak dan minyak hewani/nabati: USD13,92 miliar&#13;
Bahan bakar mineral: USD10,88 miliar&#13;
Besi dan baja: USD7,09 miliar&#13;
Nikel dan barang daripadanya: USD5,36 miliar&#13;
Alas kaki: USD2,72 miliar&#13;
&#13;
7. Kata Purbaya&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang mendorong lonjakan impor migas.&#13;
&#13;
Ia menegaskan secara kumulatif, neraca perdagangan masih berada di zona surplus berkat sektor nonmigas yang tetap kuat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
