<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ceker Ayam Indonesia Diburu China, RI Siap Ekspor Besar-besaran</title><description>Pemerintah menjajaki peluang ekspor ceker ayam ke China sebagai salah satu upaya memperluas pasar ekspor produk unggas nasional. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/06/455/3228499/ceker-ayam-indonesia-diburu-china-ri-siap-ekspor-besar-besaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/06/455/3228499/ceker-ayam-indonesia-diburu-china-ri-siap-ekspor-besar-besaran"/><item><title>Ceker Ayam Indonesia Diburu China, RI Siap Ekspor Besar-besaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/06/455/3228499/ceker-ayam-indonesia-diburu-china-ri-siap-ekspor-besar-besaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/06/455/3228499/ceker-ayam-indonesia-diburu-china-ri-siap-ekspor-besar-besaran</guid><pubDate>Senin 06 Juli 2026 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/06/455/3228499/wamentan-5Qnl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ceker Ayam Indonesia Diburu China, RI Siap Ekspor Besar-besaran (Foto: Wamentan/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/06/455/3228499/wamentan-5Qnl_large.jpg</image><title>Ceker Ayam Indonesia Diburu China, RI Siap Ekspor Besar-besaran (Foto: Wamentan/Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menjajaki peluang ekspor ceker ayam ke China sebagai salah satu upaya memperluas pasar ekspor produk unggas nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, China merupakan pasar yang sangat potensial karena tingginya permintaan terhadap komoditas ceker ayam, di tengah kondisi produksi ayam dan telur dalam negeri yang mengalami surplus. Pemerintah, kata Wamentan, terus berupaya memperluas akses pasar ekspor agar produk unggas peternak dapat terserap.&#13;
&#13;
&amp;quot;China sebagai market yang besar di sana, salah satu komoditas dari ayam yang diminati itu adalah ceker ayam. Jadi selain orang Indonesia ternyata orang China tuh dia makan banyak ceker ayam,&amp;quot; ungkap Wamentan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, Indonesia saat ini telah mengekspor produk unggas ke belasan negara dan pemerintah akan terus meningkatkan volume ekspor tersebut. Selain membidik China, pemerintah juga menggenjot ekspor ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita sudah juga mengekspor ke 11 negara ya dan kita akan terus tingkatkan kuantitasnya, salah satunya adalah market yang besar adalah Arab Saudi kaitannya untuk umrah dan kebutuhan haji kita yang besar. Nah ini kita lagi jajaki harus gol,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, upaya membuka akses ekspor tersebut merupakan bagian dari diplomasi ekonomi pemerintah. Menurutnya, pembahasan mengenai akses pasar komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan selalu menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Presiden dengan para pemimpin negara lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau misalnya Pak Presiden banyak berjumpa dengan banyak tokoh negara atau kepala negara lain tuh salah satunya urusan begini-begini. Urusan bagaimana ngegoalkan urusan ekspor komoditas sarang walet lah, durian lah, ekspor buah lah, ekspor apa pun termasuk di dalamnya adalah ekspor komoditas pertanian, peternakan dan juga perikanan kita,&amp;quot; tukas Wamentan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menjajaki peluang ekspor ceker ayam ke China sebagai salah satu upaya memperluas pasar ekspor produk unggas nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, China merupakan pasar yang sangat potensial karena tingginya permintaan terhadap komoditas ceker ayam, di tengah kondisi produksi ayam dan telur dalam negeri yang mengalami surplus. Pemerintah, kata Wamentan, terus berupaya memperluas akses pasar ekspor agar produk unggas peternak dapat terserap.&#13;
&#13;
&amp;quot;China sebagai market yang besar di sana, salah satu komoditas dari ayam yang diminati itu adalah ceker ayam. Jadi selain orang Indonesia ternyata orang China tuh dia makan banyak ceker ayam,&amp;quot; ungkap Wamentan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, Indonesia saat ini telah mengekspor produk unggas ke belasan negara dan pemerintah akan terus meningkatkan volume ekspor tersebut. Selain membidik China, pemerintah juga menggenjot ekspor ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita sudah juga mengekspor ke 11 negara ya dan kita akan terus tingkatkan kuantitasnya, salah satunya adalah market yang besar adalah Arab Saudi kaitannya untuk umrah dan kebutuhan haji kita yang besar. Nah ini kita lagi jajaki harus gol,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, upaya membuka akses ekspor tersebut merupakan bagian dari diplomasi ekonomi pemerintah. Menurutnya, pembahasan mengenai akses pasar komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan selalu menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Presiden dengan para pemimpin negara lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau misalnya Pak Presiden banyak berjumpa dengan banyak tokoh negara atau kepala negara lain tuh salah satunya urusan begini-begini. Urusan bagaimana ngegoalkan urusan ekspor komoditas sarang walet lah, durian lah, ekspor buah lah, ekspor apa pun termasuk di dalamnya adalah ekspor komoditas pertanian, peternakan dan juga perikanan kita,&amp;quot; tukas Wamentan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
