<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikTok Bantah PHK Massal Karyawan Tokopedia, Hanya Penataan Tenaga Kerja</title><description>Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo membantah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Tokopedia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/07/320/3228495/tiktok-bantah-phk-massal-karyawan-tokopedia-hanya-penataan-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/07/320/3228495/tiktok-bantah-phk-massal-karyawan-tokopedia-hanya-penataan-tenaga-kerja"/><item><title>TikTok Bantah PHK Massal Karyawan Tokopedia, Hanya Penataan Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/07/320/3228495/tiktok-bantah-phk-massal-karyawan-tokopedia-hanya-penataan-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/07/320/3228495/tiktok-bantah-phk-massal-karyawan-tokopedia-hanya-penataan-tenaga-kerja</guid><pubDate>Selasa 07 Juli 2026 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/06/320/3228495/tokopedia-oREb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TikTok Bantah PHK Massal Karyawan Tokopedia, Hanya Penataan Tenaga Kerja (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/06/320/3228495/tokopedia-oREb_large.jpg</image><title>TikTok Bantah PHK Massal Karyawan Tokopedia, Hanya Penataan Tenaga Kerja (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo membantah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Tokopedia. Menurutnya, saat ini yang ada hanyalah penataan tenaga kerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group,&amp;quot; kata Stephanie usai berdialog bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).&#13;
&#13;
Stephanie mengatakan, saat ini perusahaan melakukan penataan tenaga kerja atau internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Bahkan, kini pihaknya melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. &amp;quot;Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo membantah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Tokopedia. Menurutnya, saat ini yang ada hanyalah penataan tenaga kerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group,&amp;quot; kata Stephanie usai berdialog bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).&#13;
&#13;
Stephanie mengatakan, saat ini perusahaan melakukan penataan tenaga kerja atau internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Bahkan, kini pihaknya melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. &amp;quot;Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
