<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS kembali anjlok ke level Rp18.000. Pada penutupan perdagangan hari ini, Rupiah ke level Rp18.128 per dolar AS&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/278/3229158/rupiah-anjlok-ke-rp18-128-per-dolar-as-konflik-timur-tengah-hingga-apbn-jadi-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/278/3229158/rupiah-anjlok-ke-rp18-128-per-dolar-as-konflik-timur-tengah-hingga-apbn-jadi-pemicunya"/><item><title>Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/278/3229158/rupiah-anjlok-ke-rp18-128-per-dolar-as-konflik-timur-tengah-hingga-apbn-jadi-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/278/3229158/rupiah-anjlok-ke-rp18-128-per-dolar-as-konflik-timur-tengah-hingga-apbn-jadi-pemicunya</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2026 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/09/278/3229158/dolar_as-Xn8t_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/09/278/3229158/dolar_as-Xn8t_large.jpg</image><title>Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali anjlok ke level Rp18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (9/7/2026), Rupiah melemah 0,63 persen atau 114 poin ke level Rp18.128 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp18.014 per dolar AS.&#13;
&#13;
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi membeberkan penyebab Rupiah kembali melemah ke level Rp18.000 per dolar AS. Rupiah masih dibayangi sentimen eksternal dan internal.&#13;
&#13;
Untuk faktor ekstenal, Ibrahim menyebut karena adanya ketegangan di Timur Tengah. Konflik AS-Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran segera setelah serangan Rabu malam. Serangan baru terhadap Iran yang bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting tetap terbuka untuk lalu lintas, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;AS mengatakan serangan terbarunya merupakan tanggapan terhadap serangan hari Selasa terhadap tiga kapal tanker yang melintasi selat tersebut. Serangan AS mengguncang beberapa kota di sepanjang pantai selatan Iran dan menyebabkan beberapa daerah tanpa aliran listrik. Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menyerang situs militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan AS sebelumnya terhadap infrastruktur,&amp;quot; tulis riset Ibrahim.&#13;
&#13;
Beberapa perusahaan asuransi perang telah menyarankan perusahaan pelayaran untuk menghentikan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz, dan yang lainnya sedang meninjau ketentuan polis mereka setelah serangan kapal Iran yang diperbarui, kata sumber industri asuransi pada hari Rabu.&#13;
&#13;
Sementara itu, lanjut Ibrahim menjelaskan, risalah rapat Fed bulan Juni, yang dirilis pada hari Rabu, kurang lunak daripada yang dikhawatirkan pasar, dengan para pembuat kebijakan sebagian besar terpecah pendapat mengenai perlunya kenaikan suku bunga tahun ini. Namun, risalah tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di antara para bankir sentral mengenai inflasi yang kaku &amp;ndash; sebuah tren yang dapat memicu kenaikan suku bunga di akhir tahun, terutama jika tekanan harga menunjukkan sedikit tanda-tanda pendinginan.&#13;
&#13;
Inflasi AS telah meningkat tajam sejak dimulainya perang AS-Iran pada akhir Februari, dengan pertumbuhan harga tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%. Ketua The Fed Kevin Warsh telah menegaskan kembali komitmen bank untuk memenuhi target tersebut selama pidato baru-baru ini.&#13;
&#13;
Dari sisi internal, pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang lebih cepat pada semester pertama tahun 2026 menjadi sentimen negatif bagi pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana APBN Tahun 2026 tetap dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pelaksanaan delapan agenda prioritas nasional, yaitu penguatan ketahanan pangan; penguatan ketahanan energi; pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG),&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Kemudian, peningkatan kualitas sektor pendidikan, penguatan program layanan kesehatan; pembangunan desa serta pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan sistem pertahanan semesta, dan percepatan investasi serta peningkatan perdagangan global. APBN juga tetap menjalankan fungsi strategis sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, sentimen konsumen merosot untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni, mencapai titik terlemahnya sejak September lalu. Bank Indonesia melaporkan hasil Survei Konsumen periode Juni 2026 yang mengindikasikan adanya penurunan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional. Koreksi ini terlihat dari tren pelemahan indeks utama maupun seluruh komponen penyusunnya yang kompak bergerak melandai menjelang penutupan semester pertama tahun ini.&#13;
&#13;
Berdasarkan data makro yang dirilis bank sentral, angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 bertengger di level 117,8. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan yang konsisten jika dibandingkan dengan pencapaian pada Mei 2026 yang sempat berada di level 120,9, atau posisi awal tahun pada Januari 2026 yang sempat perkasa di level 127,0.&#13;
&#13;
Meskipun mengalami penurunan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, BI menegaskan bahwa kondisi psikologis ekonomi masyarakat secara umum masih berada di zona aman. Keyakinan konsumen dinyatakan tetap terjaga pada area optimistis karena perolehan agregat angka IKK nasional terpantau konsisten berada di atas ambang batas parameter dasar sebesar 100.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp18.120-Rp.18.180 per dolar AS,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali anjlok ke level Rp18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (9/7/2026), Rupiah melemah 0,63 persen atau 114 poin ke level Rp18.128 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp18.014 per dolar AS.&#13;
&#13;
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi membeberkan penyebab Rupiah kembali melemah ke level Rp18.000 per dolar AS. Rupiah masih dibayangi sentimen eksternal dan internal.&#13;
&#13;
Untuk faktor ekstenal, Ibrahim menyebut karena adanya ketegangan di Timur Tengah. Konflik AS-Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran segera setelah serangan Rabu malam. Serangan baru terhadap Iran yang bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting tetap terbuka untuk lalu lintas, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;AS mengatakan serangan terbarunya merupakan tanggapan terhadap serangan hari Selasa terhadap tiga kapal tanker yang melintasi selat tersebut. Serangan AS mengguncang beberapa kota di sepanjang pantai selatan Iran dan menyebabkan beberapa daerah tanpa aliran listrik. Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menyerang situs militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan AS sebelumnya terhadap infrastruktur,&amp;quot; tulis riset Ibrahim.&#13;
&#13;
Beberapa perusahaan asuransi perang telah menyarankan perusahaan pelayaran untuk menghentikan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz, dan yang lainnya sedang meninjau ketentuan polis mereka setelah serangan kapal Iran yang diperbarui, kata sumber industri asuransi pada hari Rabu.&#13;
&#13;
Sementara itu, lanjut Ibrahim menjelaskan, risalah rapat Fed bulan Juni, yang dirilis pada hari Rabu, kurang lunak daripada yang dikhawatirkan pasar, dengan para pembuat kebijakan sebagian besar terpecah pendapat mengenai perlunya kenaikan suku bunga tahun ini. Namun, risalah tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di antara para bankir sentral mengenai inflasi yang kaku &amp;ndash; sebuah tren yang dapat memicu kenaikan suku bunga di akhir tahun, terutama jika tekanan harga menunjukkan sedikit tanda-tanda pendinginan.&#13;
&#13;
Inflasi AS telah meningkat tajam sejak dimulainya perang AS-Iran pada akhir Februari, dengan pertumbuhan harga tetap jauh di atas target tahunan The Fed sebesar 2%. Ketua The Fed Kevin Warsh telah menegaskan kembali komitmen bank untuk memenuhi target tersebut selama pidato baru-baru ini.&#13;
&#13;
Dari sisi internal, pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang lebih cepat pada semester pertama tahun 2026 menjadi sentimen negatif bagi pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di mana APBN Tahun 2026 tetap dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pelaksanaan delapan agenda prioritas nasional, yaitu penguatan ketahanan pangan; penguatan ketahanan energi; pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG),&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Kemudian, peningkatan kualitas sektor pendidikan, penguatan program layanan kesehatan; pembangunan desa serta pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan sistem pertahanan semesta, dan percepatan investasi serta peningkatan perdagangan global. APBN juga tetap menjalankan fungsi strategis sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, sentimen konsumen merosot untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni, mencapai titik terlemahnya sejak September lalu. Bank Indonesia melaporkan hasil Survei Konsumen periode Juni 2026 yang mengindikasikan adanya penurunan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional. Koreksi ini terlihat dari tren pelemahan indeks utama maupun seluruh komponen penyusunnya yang kompak bergerak melandai menjelang penutupan semester pertama tahun ini.&#13;
&#13;
Berdasarkan data makro yang dirilis bank sentral, angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 bertengger di level 117,8. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan yang konsisten jika dibandingkan dengan pencapaian pada Mei 2026 yang sempat berada di level 120,9, atau posisi awal tahun pada Januari 2026 yang sempat perkasa di level 127,0.&#13;
&#13;
Meskipun mengalami penurunan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, BI menegaskan bahwa kondisi psikologis ekonomi masyarakat secara umum masih berada di zona aman. Keyakinan konsumen dinyatakan tetap terjaga pada area optimistis karena perolehan agregat angka IKK nasional terpantau konsisten berada di atas ambang batas parameter dasar sebesar 100.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp18.120-Rp.18.180 per dolar AS,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
