<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hashim: AS hingga Jepang Siap Masuk Pasar Karbon RI, Potensi Puluhan Miliar Dolar</title><description>Hashim Djojohadikusumo mengatakan, sejumlah negara telah menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi di Bursa Karbon Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/320/3229214/hashim-as-hingga-jepang-siap-masuk-pasar-karbon-ri-potensi-puluhan-miliar-dolar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/320/3229214/hashim-as-hingga-jepang-siap-masuk-pasar-karbon-ri-potensi-puluhan-miliar-dolar"/><item><title>Hashim: AS hingga Jepang Siap Masuk Pasar Karbon RI, Potensi Puluhan Miliar Dolar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/320/3229214/hashim-as-hingga-jepang-siap-masuk-pasar-karbon-ri-potensi-puluhan-miliar-dolar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/09/320/3229214/hashim-as-hingga-jepang-siap-masuk-pasar-karbon-ri-potensi-puluhan-miliar-dolar</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2026 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/09/320/3229214/hashim-rFTa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hashim: AS hingga Jepang Siap Masuk Pasar Karbon RI, Potensi Puluhan Miliar Dolar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/09/320/3229214/hashim-rFTa_large.jpg</image><title>Hashim: AS hingga Jepang Siap Masuk Pasar Karbon RI, Potensi Puluhan Miliar Dolar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah optimistis peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang terintegrasi dengan Bursa Karbon Indonesia dapat menarik minat investor asing ke pasar karbon nasional.&#13;
&#13;
Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, sejumlah negara telah menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dengan potensi investasi bernilai fantasis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banyak. Dari Amerika, dari Inggris, dari Norway, dari Belanda, dari Jepang. Banyak. Itu kalau kita jumlahkan bisa puluhan miliar dolar. Puluhan miliar dolar,&amp;quot; kata Hashim usai peluncuran SRUK di Jakarta Pusat pada Kamis (9/7/2026).&#13;
&#13;
Hashim menjelaskan, selama satu setengah tahun terakhir dirinya aktif bertemu dengan berbagai lembaga internasional maupun investor global yang menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan pasar karbon Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sebagai Utusan Khusus kan sering ketemu dengan pihak-pihak luar negeri, lembaga-lembaga internasional termasuk investor-investor internasional yang ingin berpartisipasi dalam pasar karbon di Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hashim, antusiasme tersebut terus menguat seiring upaya pemerintah membangun sistem perdagangan karbon yang kredibel dan terintegrasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini we delivered, kita sudah wujudkan ini adalah hasil pekerjaan Pemerintah Indonesia yang patut dibanggakan bahwa hari ini kita mulai suatu sistem registrasi unit karbon yang betul-betul bisa bekerja dan berfungsi dengan baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, dengan beroperasinya SRUK yang terhubung dengan Bursa Karbon Indonesia, banyak investor dan pelaku pasar internasional kini telah siap masuk ke pasar karbon domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bisa melaporkan kepada bapak ibu media bahwa banyak sekali investor dan pelaku-pelaku dari luar negeri yang sudah siap untuk masuk ke pasar karbon Indonesia,&amp;quot; pungkas Hashim.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah optimistis peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang terintegrasi dengan Bursa Karbon Indonesia dapat menarik minat investor asing ke pasar karbon nasional.&#13;
&#13;
Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, sejumlah negara telah menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dengan potensi investasi bernilai fantasis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banyak. Dari Amerika, dari Inggris, dari Norway, dari Belanda, dari Jepang. Banyak. Itu kalau kita jumlahkan bisa puluhan miliar dolar. Puluhan miliar dolar,&amp;quot; kata Hashim usai peluncuran SRUK di Jakarta Pusat pada Kamis (9/7/2026).&#13;
&#13;
Hashim menjelaskan, selama satu setengah tahun terakhir dirinya aktif bertemu dengan berbagai lembaga internasional maupun investor global yang menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan pasar karbon Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sebagai Utusan Khusus kan sering ketemu dengan pihak-pihak luar negeri, lembaga-lembaga internasional termasuk investor-investor internasional yang ingin berpartisipasi dalam pasar karbon di Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hashim, antusiasme tersebut terus menguat seiring upaya pemerintah membangun sistem perdagangan karbon yang kredibel dan terintegrasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini we delivered, kita sudah wujudkan ini adalah hasil pekerjaan Pemerintah Indonesia yang patut dibanggakan bahwa hari ini kita mulai suatu sistem registrasi unit karbon yang betul-betul bisa bekerja dan berfungsi dengan baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, dengan beroperasinya SRUK yang terhubung dengan Bursa Karbon Indonesia, banyak investor dan pelaku pasar internasional kini telah siap masuk ke pasar karbon domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bisa melaporkan kepada bapak ibu media bahwa banyak sekali investor dan pelaku-pelaku dari luar negeri yang sudah siap untuk masuk ke pasar karbon Indonesia,&amp;quot; pungkas Hashim.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
