<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air dan Pangan RI</title><description>Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima provinsi. Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara keempat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/11/470/3229509/diresmikan-prabowo-bendungan-sidan-dan-keureuto-perkuat-ketahanan-air-dan-pangan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/11/470/3229509/diresmikan-prabowo-bendungan-sidan-dan-keureuto-perkuat-ketahanan-air-dan-pangan-ri"/><item><title>Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air dan Pangan RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/11/470/3229509/diresmikan-prabowo-bendungan-sidan-dan-keureuto-perkuat-ketahanan-air-dan-pangan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/11/470/3229509/diresmikan-prabowo-bendungan-sidan-dan-keureuto-perkuat-ketahanan-air-dan-pangan-ri</guid><pubDate>Sabtu 11 Juli 2026 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/11/470/3229509/bendungan-BMue_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan Sidan dan Keureuto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/11/470/3229509/bendungan-BMue_large.png</image><title>Bendungan Sidan dan Keureuto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima provinsi. Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara keempat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.&#13;
&#13;
PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, turut bangga atas diresmikannya Bendungan Sidan&amp;nbsp;di Provinsi Bali dan Bendungan Keureuto&amp;nbsp;di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang telah tuntas dibangun BUMN ini. Kehadiran kedua bendungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita&amp;nbsp;menuju Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh para petani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,&amp;quot; tegas Presiden.&#13;
&#13;
Fondasi Kedaulatan Bangsa dan Negara&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya&amp;nbsp;memastikan pembangunan kedua bendungan tersebut dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan mutu agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Memperkuat penjelasan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa pembangunan bendungan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Bendungan Sidan hadir untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas 5,76 juta m&amp;sup3;. Fokus utamanya adalah menyuplai air baku sebesar 1,75 m&amp;sup3;/s, melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km, mereduksi banjir 108 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 8,08 MW.&#13;
&#13;
Sementara itu, Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur vital untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, mengurangi risiko banjir dengan mereduksi banjir&amp;nbsp;seluas 627 Ha, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Aceh dan sekitarnya, penyediaan air baku berkapasitas 650 liter per detik bagi Kec. Paya Bakong, Kec. Tanah Luas, Kec. Pirak Timu, Kec. Matang Kuli, dan Kec. Lhoksukon di Kabupaten Aceh Utara. Serta juga potensi PLTS Apung berkapasitas 179 MW dan PLTA sebesar 6,3 MW.&#13;
&#13;
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyampaikan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya&amp;nbsp;dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,&amp;quot; ujar Dian Sovana.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Dian&amp;nbsp;menegaskan bahwa Brantas Abipraya&amp;nbsp;akan terus menghadirkan karya konstruksi yang berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima provinsi. Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara keempat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.&#13;
&#13;
PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, turut bangga atas diresmikannya Bendungan Sidan&amp;nbsp;di Provinsi Bali dan Bendungan Keureuto&amp;nbsp;di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang telah tuntas dibangun BUMN ini. Kehadiran kedua bendungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita&amp;nbsp;menuju Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh para petani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,&amp;quot; tegas Presiden.&#13;
&#13;
Fondasi Kedaulatan Bangsa dan Negara&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya&amp;nbsp;memastikan pembangunan kedua bendungan tersebut dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan mutu agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Memperkuat penjelasan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa pembangunan bendungan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Bendungan Sidan hadir untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas 5,76 juta m&amp;sup3;. Fokus utamanya adalah menyuplai air baku sebesar 1,75 m&amp;sup3;/s, melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km, mereduksi banjir 108 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 8,08 MW.&#13;
&#13;
Sementara itu, Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur vital untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, mengurangi risiko banjir dengan mereduksi banjir&amp;nbsp;seluas 627 Ha, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Aceh dan sekitarnya, penyediaan air baku berkapasitas 650 liter per detik bagi Kec. Paya Bakong, Kec. Tanah Luas, Kec. Pirak Timu, Kec. Matang Kuli, dan Kec. Lhoksukon di Kabupaten Aceh Utara. Serta juga potensi PLTS Apung berkapasitas 179 MW dan PLTA sebesar 6,3 MW.&#13;
&#13;
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyampaikan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya&amp;nbsp;dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,&amp;quot; ujar Dian Sovana.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Dian&amp;nbsp;menegaskan bahwa Brantas Abipraya&amp;nbsp;akan terus menghadirkan karya konstruksi yang berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
