<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Pasar Tiongkok Besar, UMKM RI Masih Terkendala Akses dan Informasi</title><description>Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan untuk memahami karakteristik pasar yang dituju, termasuk melalui penyediaan informasi pasar&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/12/320/3229691/potensi-pasar-tiongkok-besar-umkm-ri-masih-terkendala-akses-dan-informasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/12/320/3229691/potensi-pasar-tiongkok-besar-umkm-ri-masih-terkendala-akses-dan-informasi"/><item><title>Potensi Pasar Tiongkok Besar, UMKM RI Masih Terkendala Akses dan Informasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/12/320/3229691/potensi-pasar-tiongkok-besar-umkm-ri-masih-terkendala-akses-dan-informasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/12/320/3229691/potensi-pasar-tiongkok-besar-umkm-ri-masih-terkendala-akses-dan-informasi</guid><pubDate>Minggu 12 Juli 2026 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/12/320/3229691/umkm-syS5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menembus pasar internasional. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/12/320/3229691/umkm-syS5_large.jpg</image><title>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menembus pasar internasional. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)</title></images><description>JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menembus pasar internasional, mulai dari rumitnya birokrasi, kendala bahasa, hingga keterbatasan pemahaman terhadap peta persaingan global. Padahal, terdapat peluang besar yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dalam negeri, terutama untuk memasuki pasar ekspor Tiongkok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya melihat ada potensi besar yang belum tergarap secara optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik,&amp;rdquo; ujar Pendiri Next Step, Assed Lussak, Minggu (12/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Assed, pelaku UMKM membutuhkan pendampingan untuk memahami karakteristik pasar yang dituju, termasuk melalui penyediaan informasi pasar dan kegiatan business matching. Hal tersebut dinilai penting mengingat Tiongkok memiliki jumlah penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa dengan potensi pasar yang besar.&#13;
&#13;
Selain akses pasar, ia menilai diperlukan proses kurasi terhadap produk-produk potensial khas Indonesia agar mampu bersaing di pasar Tiongkok. Produk tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari komoditas, furnitur, hingga industri kreatif lokal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami melakukan pendampingan mulai dari tahap pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga peninjauan dokumen kerja sama legal seperti Letter of Agreement (LOA) dan Letter of Intent (LOI),&amp;rdquo; lanjut Assed.&#13;
&#13;
Meski jumlah UMKM lokal yang berhasil masuk ke pasar Tiongkok masih terbatas, langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha untuk mengenal potensi pasar internasional.&#13;
&#13;
Jembatan Baru Pendidikan Indonesia-Tiongkok&#13;
&#13;
Hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam proses pendampingan pelaku usaha, kebutuhan terhadap akses pengalaman global, khususnya bagi generasi muda, juga menjadi perhatian.&#13;
&#13;
Atas dasar itu, Next Step turut mengembangkan layanan di bidang pendidikan dengan memperkenalkan peluang studi bagi mahasiswa Indonesia di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok, baik untuk jenjang sarjana, magister, maupun doktoral.&#13;
&#13;
Beberapa perguruan tinggi yang menjadi tujuan antara lain Beijing Institute of Technology, Tianjin University, dan Beijing Language and Cultural University.&#13;
&#13;
Menurut Assed, sebagian peserta yang mengikuti program tersebut berasal dari kalangan muda, termasuk calon penerus bisnis keluarga. Bagi pelaku usaha, pengalaman internasional dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan bisnis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan menyediakan layanan mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran, kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menembus pasar internasional, mulai dari rumitnya birokrasi, kendala bahasa, hingga keterbatasan pemahaman terhadap peta persaingan global. Padahal, terdapat peluang besar yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dalam negeri, terutama untuk memasuki pasar ekspor Tiongkok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya melihat ada potensi besar yang belum tergarap secara optimal oleh para pelaku usaha lokal karena kurangnya keberanian serta minimnya akses informasi untuk melangkah keluar dari zona nyaman pasar domestik,&amp;rdquo; ujar Pendiri Next Step, Assed Lussak, Minggu (12/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Assed, pelaku UMKM membutuhkan pendampingan untuk memahami karakteristik pasar yang dituju, termasuk melalui penyediaan informasi pasar dan kegiatan business matching. Hal tersebut dinilai penting mengingat Tiongkok memiliki jumlah penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa dengan potensi pasar yang besar.&#13;
&#13;
Selain akses pasar, ia menilai diperlukan proses kurasi terhadap produk-produk potensial khas Indonesia agar mampu bersaing di pasar Tiongkok. Produk tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari komoditas, furnitur, hingga industri kreatif lokal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami melakukan pendampingan mulai dari tahap pengenalan pasar, analisis potensi produk, hingga peninjauan dokumen kerja sama legal seperti Letter of Agreement (LOA) dan Letter of Intent (LOI),&amp;rdquo; lanjut Assed.&#13;
&#13;
Meski jumlah UMKM lokal yang berhasil masuk ke pasar Tiongkok masih terbatas, langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi lebih banyak pelaku usaha untuk mengenal potensi pasar internasional.&#13;
&#13;
Jembatan Baru Pendidikan Indonesia-Tiongkok&#13;
&#13;
Hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam proses pendampingan pelaku usaha, kebutuhan terhadap akses pengalaman global, khususnya bagi generasi muda, juga menjadi perhatian.&#13;
&#13;
Atas dasar itu, Next Step turut mengembangkan layanan di bidang pendidikan dengan memperkenalkan peluang studi bagi mahasiswa Indonesia di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok, baik untuk jenjang sarjana, magister, maupun doktoral.&#13;
&#13;
Beberapa perguruan tinggi yang menjadi tujuan antara lain Beijing Institute of Technology, Tianjin University, dan Beijing Language and Cultural University.&#13;
&#13;
Menurut Assed, sebagian peserta yang mengikuti program tersebut berasal dari kalangan muda, termasuk calon penerus bisnis keluarga. Bagi pelaku usaha, pengalaman internasional dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan bisnis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan menyediakan layanan mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, pencarian beasiswa, hingga proses pendaftaran, kami melihat banyak calon mahasiswa dan keluarga membutuhkan proses yang lebih terarah dan mudah dipahami,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
