<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BPS Sebut Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta Tembus 45,17 Persen</title><description>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan progres capaian pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai 45,17 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/13/320/3229865/kepala-bps-sebut-sensus-ekonomi-2026-dki-jakarta-tembus-45-17-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/13/320/3229865/kepala-bps-sebut-sensus-ekonomi-2026-dki-jakarta-tembus-45-17-persen"/><item><title>Kepala BPS Sebut Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta Tembus 45,17 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/13/320/3229865/kepala-bps-sebut-sensus-ekonomi-2026-dki-jakarta-tembus-45-17-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/13/320/3229865/kepala-bps-sebut-sensus-ekonomi-2026-dki-jakarta-tembus-45-17-persen</guid><pubDate>Senin 13 Juli 2026 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/13/320/3229865/sensus_ekonomi_2026-F7NX_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/13/320/3229865/sensus_ekonomi_2026-F7NX_large.jpeg</image><title>Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan progres capaian pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai 45,17 persen.&#13;
&#13;
Amalia memaparkan, berdasarkan data BPS per hari ini, Senin (13/7/2026) pukul 12.00 WIB, jumlah entitas ekonomi yang sudah terdata mencapai 1.967.638 atau setara dengan 45,17 persen, sementara sisanya sebanyak 2.388.838 entitas atau 54,83 persen berstatus belum terdata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dapat kami laporkan, per hari ini progres capaian pendataan sensus ekonomi 2026 untuk Provinsi DKI Jakarta adalah 45,17 persen. Dan yang paling tinggi adalah di Kabupaten Kepulauan Seribu karena secara jumlah kecil,&amp;quot; kata Amalia dalam Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).&#13;
&#13;
Secara spasial, grafik perkembangan pencatatan total per kabupaten dan kota memperlihatkan realisasi yang bervariasi. Posisi puncak diraih oleh Kabupaten Kepulauan Seribu yang melesat dengan capaian tertinggi sebesar 62,52 persen&#13;
&#13;
Tren positif tersebut kemudian diikuti oleh Kota Jakarta Utara di urutan kedua dengan torehan 47,44 persen, Kota Jakarta Timur di posisi ketiga dengan 46,38 persen, serta Kota Jakarta Pusat yang menempel ketat di angka 46,09 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Kota Jakarta Barat mencatatkan laju sebesar 45,29 persen, sedangkan posisi terbawah ditempati oleh Kota Jakarta Selatan dengan capaian 41,05 persen.&#13;
&#13;
Melihat posisi Jakarta Selatan yang masih tertinggal dibandingkan wilayah administratif lainnya, Amalia secara khusus memberikan dorongan moral dan motivasi kepada jajaran petugas di lapangan. Ia mengajak seluruh pihak yang hadir untuk memberikan apresiasi yang mampu memicu akselerasi pendataan di wilayah tersebut agar target waktu penyelesaian komprehensif dapat tercapai tepat waktu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kalau yang paling bawah harusnya ditepukkinya paling keras supaya semakin semangat Bapak yaitu paling bawah adalah Kota Jakarta Selatan. Supaya semakin semangat Kepala BPS Kota Jakarta Selatan semakin semangat dengan tepuk tangan yang paling keras di atas yang ada di sini,&amp;quot; ungkap Amalia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amalia menegaskan pentingnya akurasi dan kesuksesan draf data SE2026 di Jakarta karena wilayah ini memegang peranan krusial sebagai episentrum kekuatan finansial nasional.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Kepala BPS menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas ketegasan kepemimpinannya dalam mengawal program strategis ini. Komitmen kuat pemerintah daerah diwujudkan melalui penerbitan instrumen regulasi lokal guna memastikan seluruh pelaku usaha bersikap kooperatif saat didatangi oleh petugas sensus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan tentunya saya ingin menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Gubernur, karena Bapak telah menyampaikan komitmen yang kuat, telah mengeluarkan surat edaran untuk mendukung pendataan lengkap sensus ekonomi yang Bapak telah keluarkan di tahun 2026,&amp;quot; kata Amalia.&#13;
&#13;
Dukungan penuh ini berjalan linier hingga ke tingkat bawah, di mana seluruh jajaran Bupati serta Wali Kota di lingkungan DKI Jakarta dilaporkan telah meluncurkan surat edaran serupa yang didistribusikan secara masif kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun elemen masyarakat luas. Langkah ini dinilai BPS sangat efektif dalam meminimalisir penolakan di lapangan.&#13;
&#13;
Amalia juga memberikan laporan draf keteladanan yang ditunjukkan oleh unsur pimpinan daerah. Ia menyebutkan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta secara aktif telah ikut serta menyukseskan program ini dengan menjadi contoh teladan bagi warga Jakarta dalam memberikan transparansi informasi keuangan usahanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu Pak Gubernur, izin juga melaporkan Bapak Wakil Gubernur telah berpartisipasi dalam sensus ekonomi dengan menerima petugas dan memberikan informasi secara jujur sesuai dengan arahan Bapak Gubernur tadi,&amp;quot; pungkas Amalia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan progres capaian pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai 45,17 persen.&#13;
&#13;
Amalia memaparkan, berdasarkan data BPS per hari ini, Senin (13/7/2026) pukul 12.00 WIB, jumlah entitas ekonomi yang sudah terdata mencapai 1.967.638 atau setara dengan 45,17 persen, sementara sisanya sebanyak 2.388.838 entitas atau 54,83 persen berstatus belum terdata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dapat kami laporkan, per hari ini progres capaian pendataan sensus ekonomi 2026 untuk Provinsi DKI Jakarta adalah 45,17 persen. Dan yang paling tinggi adalah di Kabupaten Kepulauan Seribu karena secara jumlah kecil,&amp;quot; kata Amalia dalam Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).&#13;
&#13;
Secara spasial, grafik perkembangan pencatatan total per kabupaten dan kota memperlihatkan realisasi yang bervariasi. Posisi puncak diraih oleh Kabupaten Kepulauan Seribu yang melesat dengan capaian tertinggi sebesar 62,52 persen&#13;
&#13;
Tren positif tersebut kemudian diikuti oleh Kota Jakarta Utara di urutan kedua dengan torehan 47,44 persen, Kota Jakarta Timur di posisi ketiga dengan 46,38 persen, serta Kota Jakarta Pusat yang menempel ketat di angka 46,09 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, Kota Jakarta Barat mencatatkan laju sebesar 45,29 persen, sedangkan posisi terbawah ditempati oleh Kota Jakarta Selatan dengan capaian 41,05 persen.&#13;
&#13;
Melihat posisi Jakarta Selatan yang masih tertinggal dibandingkan wilayah administratif lainnya, Amalia secara khusus memberikan dorongan moral dan motivasi kepada jajaran petugas di lapangan. Ia mengajak seluruh pihak yang hadir untuk memberikan apresiasi yang mampu memicu akselerasi pendataan di wilayah tersebut agar target waktu penyelesaian komprehensif dapat tercapai tepat waktu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kalau yang paling bawah harusnya ditepukkinya paling keras supaya semakin semangat Bapak yaitu paling bawah adalah Kota Jakarta Selatan. Supaya semakin semangat Kepala BPS Kota Jakarta Selatan semakin semangat dengan tepuk tangan yang paling keras di atas yang ada di sini,&amp;quot; ungkap Amalia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amalia menegaskan pentingnya akurasi dan kesuksesan draf data SE2026 di Jakarta karena wilayah ini memegang peranan krusial sebagai episentrum kekuatan finansial nasional.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Kepala BPS menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas ketegasan kepemimpinannya dalam mengawal program strategis ini. Komitmen kuat pemerintah daerah diwujudkan melalui penerbitan instrumen regulasi lokal guna memastikan seluruh pelaku usaha bersikap kooperatif saat didatangi oleh petugas sensus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan tentunya saya ingin menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Gubernur, karena Bapak telah menyampaikan komitmen yang kuat, telah mengeluarkan surat edaran untuk mendukung pendataan lengkap sensus ekonomi yang Bapak telah keluarkan di tahun 2026,&amp;quot; kata Amalia.&#13;
&#13;
Dukungan penuh ini berjalan linier hingga ke tingkat bawah, di mana seluruh jajaran Bupati serta Wali Kota di lingkungan DKI Jakarta dilaporkan telah meluncurkan surat edaran serupa yang didistribusikan secara masif kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun elemen masyarakat luas. Langkah ini dinilai BPS sangat efektif dalam meminimalisir penolakan di lapangan.&#13;
&#13;
Amalia juga memberikan laporan draf keteladanan yang ditunjukkan oleh unsur pimpinan daerah. Ia menyebutkan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta secara aktif telah ikut serta menyukseskan program ini dengan menjadi contoh teladan bagi warga Jakarta dalam memberikan transparansi informasi keuangan usahanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu Pak Gubernur, izin juga melaporkan Bapak Wakil Gubernur telah berpartisipasi dalam sensus ekonomi dengan menerima petugas dan memberikan informasi secara jujur sesuai dengan arahan Bapak Gubernur tadi,&amp;quot; pungkas Amalia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
