<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi di Juli hingga September 2026</title><description>Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, pemerintah mengucurkan kembali program bantuan pangan beras 10 kilogam (kg) mulai Juli 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3229951/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-di-juli-hingga-september-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3229951/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-di-juli-hingga-september-2026"/><item><title>Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi di Juli hingga September 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3229951/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-di-juli-hingga-september-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3229951/bansos-beras-10-kg-cair-lagi-di-juli-hingga-september-2026</guid><pubDate>Selasa 14 Juli 2026 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/14/320/3229951/beras-bnLJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi di Juli hingga September 2026 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/14/320/3229951/beras-bnLJ_large.jpg</image><title>Bansos Beras 10 Kg Cair Lagi di Juli hingga September 2026 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, pemerintah mengucurkan kembali program bantuan pangan beras 10 kilogam (kg) mulai Juli 2026 yang menyasar kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama 3 bulan. Program ini diyakini dapat membantu meredam harga beras di tingkat konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ini kabar baik buat masyarakat seluruh Indonesia bahwa nanti bulan Juli, Agustus, September, 3 bulan, ini ada bantuan pangan tahap kedua,&amp;quot; kata Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono di Jakarta, Selasa (14/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada 3 bulan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat,&amp;quot; sambung Maino.&#13;
&#13;
Dengan penyaluran bansos beras, diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran. &amp;quot;Ini mudah-mudahan juga bisa meredam harga beras karena ada sekitar 33 juta rumah tangga yang akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk selama 3 bulan. Juli, Agustus, September,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Realisasi Beras SPHP&#13;
&#13;
Sementara itu, Bapanas mengungkap realisasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2026 telah mencapai lebih dari 55 persen. Maino menegaskan bahwa pelaksanaan program SPHP beras masih on the track atau sesuai target.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita punya program beras SPHP tahun 2026 ini dengan target sekitar 828 ribu ton yang akan disalurkan ke masyarakat dan sampai hari ini realisasi kita sudah mencapai lebih 55 persen, artinya kalau sekarang sudah di tengah tahun, ini on the track,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam catatan Bapanas, realisasi penjualan program SPHP beras sejak Maret sampai 12 Juli 2026 telah mencapai 457,82 ribu ton atau 55,29 persen. Apabila ditambah realisasi SPHP beras di Januari-Februari 2026 yang 221,05 ribu ton, maka total realisasi SPHP beras dari awal Januari sampai minggu kedua Juli tahun ini berkisar di 678,87 ribu ton.&#13;
&#13;
Capaian di tahun 2026 tersebut tercatat telah meningkat drastis hingga 274 persen terhadap realisasi SPHP beras periode yang sama di tahun 2025. Adapun realisasi SPHP beras dari awal tahun lalu sampai 9 Juli 2025 masih di angka 181,17 ribu ton saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama kita gelontorkan beras SPHP sebanyak 828 ribu ton ditargetkan. Kita punya outlet-outlet penyaluran SPHP cukup banyak. Ada di 9 titik. Artinya pelaksanaannya harus lebih masif, langsung penetrasi ke masyarakat, tidak di pasar saja, agar bisa langsung ke kantong-kantong masyarakat, misalnya melalui Gerakan Pangan Murah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Bapanas pun mempertegas komitmen pemerintah untuk terus menjaga kewajaran harga di setiap lini. Mulai dari hulu atau petani sampai hilir atau masyarakat sebagai konsumen. Sebisa mungkin semua pihak dapat tersenyum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ini hulu hilir sama-sama tersenyum, artinya hari ini petani senang karena harganya baik, bahkan beberapa harga-harga di petani sudah Rp 7.500 atau ada yang Rp 8.000. Satu sisi petani happy, petani senang, tapi satu sisi juga kita harus jaga agar konsumen juga menerima harga dengan harga wajar,&amp;quot; kata Maino.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, pemerintah mengucurkan kembali program bantuan pangan beras 10 kilogam (kg) mulai Juli 2026 yang menyasar kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama 3 bulan. Program ini diyakini dapat membantu meredam harga beras di tingkat konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah ini kabar baik buat masyarakat seluruh Indonesia bahwa nanti bulan Juli, Agustus, September, 3 bulan, ini ada bantuan pangan tahap kedua,&amp;quot; kata Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono di Jakarta, Selasa (14/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada 3 bulan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat,&amp;quot; sambung Maino.&#13;
&#13;
Dengan penyaluran bansos beras, diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran. &amp;quot;Ini mudah-mudahan juga bisa meredam harga beras karena ada sekitar 33 juta rumah tangga yang akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk selama 3 bulan. Juli, Agustus, September,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Realisasi Beras SPHP&#13;
&#13;
Sementara itu, Bapanas mengungkap realisasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2026 telah mencapai lebih dari 55 persen. Maino menegaskan bahwa pelaksanaan program SPHP beras masih on the track atau sesuai target.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita punya program beras SPHP tahun 2026 ini dengan target sekitar 828 ribu ton yang akan disalurkan ke masyarakat dan sampai hari ini realisasi kita sudah mencapai lebih 55 persen, artinya kalau sekarang sudah di tengah tahun, ini on the track,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam catatan Bapanas, realisasi penjualan program SPHP beras sejak Maret sampai 12 Juli 2026 telah mencapai 457,82 ribu ton atau 55,29 persen. Apabila ditambah realisasi SPHP beras di Januari-Februari 2026 yang 221,05 ribu ton, maka total realisasi SPHP beras dari awal Januari sampai minggu kedua Juli tahun ini berkisar di 678,87 ribu ton.&#13;
&#13;
Capaian di tahun 2026 tersebut tercatat telah meningkat drastis hingga 274 persen terhadap realisasi SPHP beras periode yang sama di tahun 2025. Adapun realisasi SPHP beras dari awal tahun lalu sampai 9 Juli 2025 masih di angka 181,17 ribu ton saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama kita gelontorkan beras SPHP sebanyak 828 ribu ton ditargetkan. Kita punya outlet-outlet penyaluran SPHP cukup banyak. Ada di 9 titik. Artinya pelaksanaannya harus lebih masif, langsung penetrasi ke masyarakat, tidak di pasar saja, agar bisa langsung ke kantong-kantong masyarakat, misalnya melalui Gerakan Pangan Murah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Bapanas pun mempertegas komitmen pemerintah untuk terus menjaga kewajaran harga di setiap lini. Mulai dari hulu atau petani sampai hilir atau masyarakat sebagai konsumen. Sebisa mungkin semua pihak dapat tersenyum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang ini hulu hilir sama-sama tersenyum, artinya hari ini petani senang karena harganya baik, bahkan beberapa harga-harga di petani sudah Rp 7.500 atau ada yang Rp 8.000. Satu sisi petani happy, petani senang, tapi satu sisi juga kita harus jaga agar konsumen juga menerima harga dengan harga wajar,&amp;quot; kata Maino.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
