<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Purbaya Bertemu S&amp;amp;P hingga Pertahankan Peringkat Utang RI</title><description>Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan bertemu lembaga pemeringkat utang S&amp;P Global Ratings saat bertolak ke Amerika Serikat (AS) beberapa bulan lalu.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230009/cerita-purbaya-bertemu-s-amp-p-hingga-pertahankan-peringkat-utang-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230009/cerita-purbaya-bertemu-s-amp-p-hingga-pertahankan-peringkat-utang-ri"/><item><title>Cerita Purbaya Bertemu S&amp;amp;P hingga Pertahankan Peringkat Utang RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230009/cerita-purbaya-bertemu-s-amp-p-hingga-pertahankan-peringkat-utang-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230009/cerita-purbaya-bertemu-s-amp-p-hingga-pertahankan-peringkat-utang-ri</guid><pubDate>Selasa 14 Juli 2026 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/14/320/3230009/purbaya-kzIw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Purbaya Bertemu S&amp;amp;P hingga Pertahankan Peringkat Utang RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/14/320/3230009/purbaya-kzIw_large.jpg</image><title>Cerita Purbaya Bertemu S&amp;amp;P hingga Pertahankan Peringkat Utang RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan bertemu lembaga pemeringkat utang S&amp;amp;P Global Ratings saat bertolak ke Amerika Serikat (AS) beberapa bulan lalu.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Purbaya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI hari ini setelah S&amp;amp;P resmi mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi beberapa bulan lalu, April, kami dengan anggota DPR, bu Sari Yuliati (Wakil Ketua DPR), Pak Misbakhun (Ketua Komisi XI DPR), Pak Hekal (Wakil Ketua Komisi XI DPR) ketemu investor dan S&amp;amp;P, dan menggambarkan bahwa Indonesia tidak sama dengan negara lain,&amp;quot; ujar Purbaya saat Rapat Paripurna di Gedung DPR, Selasa (14/7/2026).&#13;
&#13;
Di sela-sela agenda IMF Spring Meetings pada April 2026, Purbaya bersama perwakilan parlemen secara khusus menggelar pertemuan strategis dengan pihak S&amp;amp;P dan investor-investor global untuk meyakinkan mereka bahwa tata kelola keuangan negara di bawah pemerintahan saat ini berada dalam kondisi yang sangat pruden dan kokoh.&#13;
&#13;
Purbaya mengklaim, dari hasil pertemuan tatap muka tersebut, pihak S&amp;amp;P menangkap sinyal positif mengenai soliditas tata kelola pemerintahan di Indonesia.&#13;
&#13;
S&amp;amp;P melihat bahwa pihak eksekutif (pemerintah) dan legislatif (parlemen) bertindak sebagai satu kesatuan yang padu demi mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mencederai kepatuhan hukum dan asas tata pemerintahan yang baik (good governance).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita, parlemen, DPR, dengan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik sehingga mereka bisa lihat kebijakan kita utuh dan betul-betul bertujuan memakmurkan rakyat tanpa melanggar UU yang ada, yang sudah dibuat parlemen,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Sinergi yang ditunjukkan antara pemerintah dan DPR ini dilaporkan sukses membalikkan keraguan pasar internasional serta membuahkan hasil berupa pengakuan terhadap arah kebijakan makroekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan kerja sama tadi itu, ketika kita ke AS, itu lembaga pemeringkat jadi yakin kita memang bergerak ke aragh yang benar,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, dalam publikasi resminya yang dirilis pada Senin (13/7/2026), S&amp;amp;P Global Ratings mengonfirmasi bahwa nilai kedaulatan investasi finansial Indonesia dinilai masih sangat layak dan tahan banting menghadapi gejolak global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,&amp;quot; tulis S&amp;amp;P dalam dokumen laporannya.&#13;
&#13;
S&amp;amp;P memberikan catatan analisis bahwa penurunan minor pada sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia saat ini, baik dari sektor internal fiskal maupun ketahanan eksternal, hanya merupakan draf pelemahan jangka pendek yang bersifat temporer.&#13;
&#13;
S&amp;amp;P juga optimis draf kinerja keuangan negara akan kembali mencatatkan pemulihan serta penguatan dalam kurun beberapa tahun ke depan seiring dengan membaiknya harga komoditas ekspor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan akan memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah, terutama apabila perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dieksekusi dengan baik,&amp;quot; tulis S&amp;amp;P dalam laporannya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan bertemu lembaga pemeringkat utang S&amp;amp;P Global Ratings saat bertolak ke Amerika Serikat (AS) beberapa bulan lalu.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Purbaya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI hari ini setelah S&amp;amp;P resmi mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi beberapa bulan lalu, April, kami dengan anggota DPR, bu Sari Yuliati (Wakil Ketua DPR), Pak Misbakhun (Ketua Komisi XI DPR), Pak Hekal (Wakil Ketua Komisi XI DPR) ketemu investor dan S&amp;amp;P, dan menggambarkan bahwa Indonesia tidak sama dengan negara lain,&amp;quot; ujar Purbaya saat Rapat Paripurna di Gedung DPR, Selasa (14/7/2026).&#13;
&#13;
Di sela-sela agenda IMF Spring Meetings pada April 2026, Purbaya bersama perwakilan parlemen secara khusus menggelar pertemuan strategis dengan pihak S&amp;amp;P dan investor-investor global untuk meyakinkan mereka bahwa tata kelola keuangan negara di bawah pemerintahan saat ini berada dalam kondisi yang sangat pruden dan kokoh.&#13;
&#13;
Purbaya mengklaim, dari hasil pertemuan tatap muka tersebut, pihak S&amp;amp;P menangkap sinyal positif mengenai soliditas tata kelola pemerintahan di Indonesia.&#13;
&#13;
S&amp;amp;P melihat bahwa pihak eksekutif (pemerintah) dan legislatif (parlemen) bertindak sebagai satu kesatuan yang padu demi mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mencederai kepatuhan hukum dan asas tata pemerintahan yang baik (good governance).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita, parlemen, DPR, dengan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik sehingga mereka bisa lihat kebijakan kita utuh dan betul-betul bertujuan memakmurkan rakyat tanpa melanggar UU yang ada, yang sudah dibuat parlemen,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Sinergi yang ditunjukkan antara pemerintah dan DPR ini dilaporkan sukses membalikkan keraguan pasar internasional serta membuahkan hasil berupa pengakuan terhadap arah kebijakan makroekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan kerja sama tadi itu, ketika kita ke AS, itu lembaga pemeringkat jadi yakin kita memang bergerak ke aragh yang benar,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekadar informasi, dalam publikasi resminya yang dirilis pada Senin (13/7/2026), S&amp;amp;P Global Ratings mengonfirmasi bahwa nilai kedaulatan investasi finansial Indonesia dinilai masih sangat layak dan tahan banting menghadapi gejolak global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,&amp;quot; tulis S&amp;amp;P dalam dokumen laporannya.&#13;
&#13;
S&amp;amp;P memberikan catatan analisis bahwa penurunan minor pada sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia saat ini, baik dari sektor internal fiskal maupun ketahanan eksternal, hanya merupakan draf pelemahan jangka pendek yang bersifat temporer.&#13;
&#13;
S&amp;amp;P juga optimis draf kinerja keuangan negara akan kembali mencatatkan pemulihan serta penguatan dalam kurun beberapa tahun ke depan seiring dengan membaiknya harga komoditas ekspor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan akan memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah, terutama apabila perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dieksekusi dengan baik,&amp;quot; tulis S&amp;amp;P dalam laporannya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
