<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga Pertengahan Juli 2026</title><description>Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Angka ini sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230012/bulog-serap-3-4-juta-ton-beras-hingga-pertengahan-juli-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230012/bulog-serap-3-4-juta-ton-beras-hingga-pertengahan-juli-2026"/><item><title>Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga Pertengahan Juli 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230012/bulog-serap-3-4-juta-ton-beras-hingga-pertengahan-juli-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/14/320/3230012/bulog-serap-3-4-juta-ton-beras-hingga-pertengahan-juli-2026</guid><pubDate>Selasa 14 Juli 2026 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/14/320/3230012/beras-tkei_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga Pertengahan Juli 2026 (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/14/320/3230012/beras-tkei_large.jpg</image><title>Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga Pertengahan Juli 2026 (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Angka ini sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.&#13;
&#13;
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, lima wilayah kerja Bulog berhasil melampaui 100 persen target pengadaan, yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali. Di antara seluruh wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (14/6/2026).&#13;
&#13;
Meski sejumlah wilayah telah memenuhi target, Bulog memastikan penyerapan gabah dan beras petani masih terus dilakukan di berbagai sentra produksi. Rizal mengatakan, pihaknya akan terus mengoptimalkan jaringan pengadaan, kesiapan gudang, sarana pengolahan, serta memperkuat kolaborasi dengan para mitra hingga target nasional tercapai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran Bulog akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan stok melalui penyerapan produksi dalam negeri memberikan ruang yang semakin besar bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Dia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan standar kualitas komoditas yang diserap. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan petani sekaligus memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah tetap kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bulog di seluruh Indonesia akan terus bergerak hingga target nasional tercapai. Pengadaan ini bukan sekadar memenuhi angka, tetapi merupakan wujud nyata komitmen negara dalam melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, dan memastikan swasembada pangan Indonesia terus berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Angka ini sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.&#13;
&#13;
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, lima wilayah kerja Bulog berhasil melampaui 100 persen target pengadaan, yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali. Di antara seluruh wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (14/6/2026).&#13;
&#13;
Meski sejumlah wilayah telah memenuhi target, Bulog memastikan penyerapan gabah dan beras petani masih terus dilakukan di berbagai sentra produksi. Rizal mengatakan, pihaknya akan terus mengoptimalkan jaringan pengadaan, kesiapan gudang, sarana pengolahan, serta memperkuat kolaborasi dengan para mitra hingga target nasional tercapai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran Bulog akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan stok melalui penyerapan produksi dalam negeri memberikan ruang yang semakin besar bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Dia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan standar kualitas komoditas yang diserap. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan petani sekaligus memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah tetap kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bulog di seluruh Indonesia akan terus bergerak hingga target nasional tercapai. Pengadaan ini bukan sekadar memenuhi angka, tetapi merupakan wujud nyata komitmen negara dalam melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, dan memastikan swasembada pangan Indonesia terus berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
