<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dok dan Perkapalan Surabaya Pailit, Jadi Alarm Industri Galangan Kapal di RI</title><description>PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) pailit, galangan kapal BUMN yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230221/dok-dan-perkapalan-surabaya-pailit-jadi-alarm-industri-galangan-kapal-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230221/dok-dan-perkapalan-surabaya-pailit-jadi-alarm-industri-galangan-kapal-di-ri"/><item><title>Dok dan Perkapalan Surabaya Pailit, Jadi Alarm Industri Galangan Kapal di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230221/dok-dan-perkapalan-surabaya-pailit-jadi-alarm-industri-galangan-kapal-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230221/dok-dan-perkapalan-surabaya-pailit-jadi-alarm-industri-galangan-kapal-di-ri</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2026 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230221/kapal-inTO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok dan Perkapalan Surabaya Pailit, Jadi Alarm Industri Galangan Kapal di RI (Foto: ilustrasi Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230221/kapal-inTO_large.jpg</image><title>Dok dan Perkapalan Surabaya Pailit, Jadi Alarm Industri Galangan Kapal di RI (Foto: ilustrasi Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA - Indonesian National Shipowners&amp;#39; Association (INSA) dan Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mendesak pemerintah segera memperkuat kebijakan yang berpihak kepada industri galangan kapal nasional menyusul dipailitkannya PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), galangan kapal BUMN yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad.&#13;
&#13;
Kedua organisasi menilai kepailitan PT DPS menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk membangun industri galangan yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai membutuhkan industri galangan kapal yang kuat guna menopang sistem logistik nasional sekaligus mewujudkan kemandirian maritim.&#13;
&#13;
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartotom engatakan, penguatan industri galangan kapal merupakan salah satu syarat utama agar Indonesia mampu menjadi negara maritim yang berdaulat. Menurutnya, dinamika yang dialami PT DPS harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kebijakan nasional di sektor tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengembangan industri galangan membutuhkan dukungan kebijakan yang berkesinambungan agar mampu bersaing dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang memberikan keberpihakan kuat terhadap sektor ini,&amp;quot; ujar Carmelita di Jakarta, Rabu (15/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menjelaskan industri galangan kapal memiliki karakteristik sebagai industri padat modal, padat karya, dan membutuhkan investasi jangka panjang dengan masa pengembalian modal yang relatif lama. Selain itu, industri ini juga harus memenuhi berbagai standar keselamatan dan klasifikasi internasional sehingga memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten.&#13;
&#13;
Carmelita menilai Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen untuk membangun industri galangan nasional. Namun, menurutnya, komitmen tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret, mulai dari penyediaan bahan baku hingga akses pembiayaan yang lebih kompetitif.&#13;
&#13;
Dia menekankan pentingnya membangun ekosistem maritim yang terintegrasi melalui sinergi antara industri pelayaran, galangan kapal, industri pendukung, lembaga pembiayaan, dan pemerintah. Penguatan industri bahan baku serta komponen kapal di dalam negeri dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing galangan nasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Senada dengan itu, Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan kepailitan PT DPS bukan sekadar persoalan satu perusahaan, tetapi juga menyangkut hilangnya kapasitas industri, keahlian tenaga kerja, dan rantai pasok nasional yang telah dibangun selama puluhan tahun.&#13;
&#13;
Menurut Anita, industri galangan kapal sangat bergantung pada kepastian pasar, dukungan pembiayaan, dan keberpihakan pemerintah. Karena itu, pemerintah perlu memastikan adanya kepastian proyek, skema pembiayaan yang kompetitif bagi perusahaan pelayaran yang membangun kapal di dalam negeri, serta penyediaan modal kerja bagi galangan kapal.&#13;
&#13;
Iperindo juga mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal, memperkuat kebijakan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta melindungi industri dari praktik persaingan usaha yang tidak sehat.&#13;
&#13;
Anita turut menyoroti masih adanya BUMN yang membangun atau membeli kapal dari luar negeri meski memperoleh dukungan anggaran negara. Menurutnya, jika proyek tersebut dikerjakan oleh galangan nasional, manfaat ekonomi akan dirasakan lebih luas karena mampu menggerakkan industri baja, mesin, kelistrikan, komponen kapal, jasa rekayasa, hingga menyerap ribuan tenaga kerja.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Anita menegaskan pelaku industri juga harus terus melakukan transformasi melalui modernisasi fasilitas produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi proses produksi, efisiensi biaya, serta penguasaan teknologi kapal ramah lingkungan agar mampu bersaing di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap musibah seperti yang dialami PT Dok dan Perkapalan Surabaya tidak kembali terjadi. Industri galangan kapal yang sehat dan kuat akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kemandirian industri maritim, mendukung kesiapan transportasi laut nasional, sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional,&amp;quot; ujar Anita.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesian National Shipowners&amp;#39; Association (INSA) dan Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mendesak pemerintah segera memperkuat kebijakan yang berpihak kepada industri galangan kapal nasional menyusul dipailitkannya PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), galangan kapal BUMN yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad.&#13;
&#13;
Kedua organisasi menilai kepailitan PT DPS menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk membangun industri galangan yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dinilai membutuhkan industri galangan kapal yang kuat guna menopang sistem logistik nasional sekaligus mewujudkan kemandirian maritim.&#13;
&#13;
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartotom engatakan, penguatan industri galangan kapal merupakan salah satu syarat utama agar Indonesia mampu menjadi negara maritim yang berdaulat. Menurutnya, dinamika yang dialami PT DPS harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kebijakan nasional di sektor tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengembangan industri galangan membutuhkan dukungan kebijakan yang berkesinambungan agar mampu bersaing dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang memberikan keberpihakan kuat terhadap sektor ini,&amp;quot; ujar Carmelita di Jakarta, Rabu (15/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menjelaskan industri galangan kapal memiliki karakteristik sebagai industri padat modal, padat karya, dan membutuhkan investasi jangka panjang dengan masa pengembalian modal yang relatif lama. Selain itu, industri ini juga harus memenuhi berbagai standar keselamatan dan klasifikasi internasional sehingga memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten.&#13;
&#13;
Carmelita menilai Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen untuk membangun industri galangan nasional. Namun, menurutnya, komitmen tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret, mulai dari penyediaan bahan baku hingga akses pembiayaan yang lebih kompetitif.&#13;
&#13;
Dia menekankan pentingnya membangun ekosistem maritim yang terintegrasi melalui sinergi antara industri pelayaran, galangan kapal, industri pendukung, lembaga pembiayaan, dan pemerintah. Penguatan industri bahan baku serta komponen kapal di dalam negeri dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing galangan nasional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Senada dengan itu, Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan kepailitan PT DPS bukan sekadar persoalan satu perusahaan, tetapi juga menyangkut hilangnya kapasitas industri, keahlian tenaga kerja, dan rantai pasok nasional yang telah dibangun selama puluhan tahun.&#13;
&#13;
Menurut Anita, industri galangan kapal sangat bergantung pada kepastian pasar, dukungan pembiayaan, dan keberpihakan pemerintah. Karena itu, pemerintah perlu memastikan adanya kepastian proyek, skema pembiayaan yang kompetitif bagi perusahaan pelayaran yang membangun kapal di dalam negeri, serta penyediaan modal kerja bagi galangan kapal.&#13;
&#13;
Iperindo juga mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal, memperkuat kebijakan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta melindungi industri dari praktik persaingan usaha yang tidak sehat.&#13;
&#13;
Anita turut menyoroti masih adanya BUMN yang membangun atau membeli kapal dari luar negeri meski memperoleh dukungan anggaran negara. Menurutnya, jika proyek tersebut dikerjakan oleh galangan nasional, manfaat ekonomi akan dirasakan lebih luas karena mampu menggerakkan industri baja, mesin, kelistrikan, komponen kapal, jasa rekayasa, hingga menyerap ribuan tenaga kerja.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Anita menegaskan pelaku industri juga harus terus melakukan transformasi melalui modernisasi fasilitas produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi proses produksi, efisiensi biaya, serta penguasaan teknologi kapal ramah lingkungan agar mampu bersaing di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap musibah seperti yang dialami PT Dok dan Perkapalan Surabaya tidak kembali terjadi. Industri galangan kapal yang sehat dan kuat akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kemandirian industri maritim, mendukung kesiapan transportasi laut nasional, sekaligus memperkuat ekosistem logistik nasional,&amp;quot; ujar Anita.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
