<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 BUMN Sepakat Kebut Hilirisasi Mineral Kritis, Siap Pasok Bahan Baku ke Industri</title><description>Empat badan usaha milik negara (BUMN) sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri material maju (advanced materials) sebagai bagian dari percepatan hilirisasi mineral nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230244/4-bumn-sepakat-kebut-hilirisasi-mineral-kritis-siap-pasok-bahan-baku-ke-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230244/4-bumn-sepakat-kebut-hilirisasi-mineral-kritis-siap-pasok-bahan-baku-ke-industri"/><item><title>4 BUMN Sepakat Kebut Hilirisasi Mineral Kritis, Siap Pasok Bahan Baku ke Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230244/4-bumn-sepakat-kebut-hilirisasi-mineral-kritis-siap-pasok-bahan-baku-ke-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230244/4-bumn-sepakat-kebut-hilirisasi-mineral-kritis-siap-pasok-bahan-baku-ke-industri</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2026 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230244/bumn-Y5ZO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230244/bumn-Y5ZO_large.jpg</image><title>BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Empat badan usaha milik negara (BUMN) sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri material maju (advanced materials) sebagai bagian dari percepatan hilirisasi mineral nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.&#13;
&#13;
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero) dalam forum Danantara&amp;#39;s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang diselenggarakan Danantara Indonesia di Jakarta.&#13;
&#13;
Melalui kerja sama tersebut, keempat BUMN akan mengoptimalkan pasokan mineral kritis (critical minerals) dan material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis domestik. Sinergi itu juga mencakup pengembangan teknologi bersama guna mempercepat terbentuknya industri material maju berskala besar di Indonesia.&#13;
&#13;
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, kolaborasi ke empat BUMN itu diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, antara lain industri kendaraan listrik, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, serta ketenagalistrikan. Penguatan sektor hilir diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth,&amp;quot; ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengatakan, komoditas tersebut merupakan bahan baku utama bagi industri masa depan seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih.&#13;
&#13;
Namun, selama ini sebagian besar nilai tambah justru dinikmati negara lain karena Indonesia masih mengekspor bahan mentah, sementara produk olahannya diimpor kembali dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi agenda strategis untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa menambahkan pengembangan industri middle stream material maju harus menjadi bagian dari transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan peluang permintaan regional, memperkuat kapabilitas teknologi, dan membangun skala ekonomi agar mampu bersaing di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi juga pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, transportasi, pertahanan, dan berbagai teknologi strategis lainnya,&amp;quot; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Empat badan usaha milik negara (BUMN) sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan industri material maju (advanced materials) sebagai bagian dari percepatan hilirisasi mineral nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.&#13;
&#13;
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero) dalam forum Danantara&amp;#39;s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang diselenggarakan Danantara Indonesia di Jakarta.&#13;
&#13;
Melalui kerja sama tersebut, keempat BUMN akan mengoptimalkan pasokan mineral kritis (critical minerals) dan material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis domestik. Sinergi itu juga mencakup pengembangan teknologi bersama guna mempercepat terbentuknya industri material maju berskala besar di Indonesia.&#13;
&#13;
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, kolaborasi ke empat BUMN itu diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, antara lain industri kendaraan listrik, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, serta ketenagalistrikan. Penguatan sektor hilir diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth,&amp;quot; ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rosan mengatakan, komoditas tersebut merupakan bahan baku utama bagi industri masa depan seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih.&#13;
&#13;
Namun, selama ini sebagian besar nilai tambah justru dinikmati negara lain karena Indonesia masih mengekspor bahan mentah, sementara produk olahannya diimpor kembali dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi agenda strategis untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa menambahkan pengembangan industri middle stream material maju harus menjadi bagian dari transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan peluang permintaan regional, memperkuat kapabilitas teknologi, dan membangun skala ekonomi agar mampu bersaing di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi juga pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, transportasi, pertahanan, dan berbagai teknologi strategis lainnya,&amp;quot; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
