<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Buka Suara soal Kopdes Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan</title><description>Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230294/menkop-buka-suara-soal-kopdes-melawai-baru-cuan-rp78-ribu-dalam-6-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230294/menkop-buka-suara-soal-kopdes-melawai-baru-cuan-rp78-ribu-dalam-6-bulan"/><item><title>Menkop Buka Suara soal Kopdes Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230294/menkop-buka-suara-soal-kopdes-melawai-baru-cuan-rp78-ribu-dalam-6-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230294/menkop-buka-suara-soal-kopdes-melawai-baru-cuan-rp78-ribu-dalam-6-bulan</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2026 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230294/menkop_soal_kopdes_melawai-1wRq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop soal Kopdes Melawai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230294/menkop_soal_kopdes_melawai-1wRq_large.jpg</image><title>Menkop soal Kopdes Melawai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.&#13;
&#13;
Menkop Ferry menjelaskan bahwa Koperasi Melawai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan Kopdes Merah Putih sehingga tidak bisa disamakan dari sisi model bisnis maupun kelayakan usahanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta,&amp;quot; katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, koperasi yang berada di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan bisnis yang berbeda dengan koperasi di pedesaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan yang di tidak di kota besar gitu, sehingga memang ada perbedaan,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menyebut, Kementerian Koperasi berencana menyusun prototipe khusus bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar agar lebih sesuai dengan kondisi dan potensi ekonomi perkotaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi dalam waktu dekat kami akan apa membangun prototype yang khusus untuk di kelurahan di kota-kota besar dengan model bisnis dan feasibility study yang berbeda,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah masih memprioritaskan pembangunan kelembagaan dan infrastruktur koperasi di wilayah pedesaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kami memang kemarin prioritas pertamanya adalah membangun badan hukum dan bangunan fisik gudang gerai kelengkapannya di desa-desa dengan prototype luas tanah yang memang apa kita tentukan,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.&#13;
&#13;
Menkop Ferry menjelaskan bahwa Koperasi Melawai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan Kopdes Merah Putih sehingga tidak bisa disamakan dari sisi model bisnis maupun kelayakan usahanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta,&amp;quot; katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, koperasi yang berada di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan bisnis yang berbeda dengan koperasi di pedesaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan yang di tidak di kota besar gitu, sehingga memang ada perbedaan,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menyebut, Kementerian Koperasi berencana menyusun prototipe khusus bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar agar lebih sesuai dengan kondisi dan potensi ekonomi perkotaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi dalam waktu dekat kami akan apa membangun prototype yang khusus untuk di kelurahan di kota-kota besar dengan model bisnis dan feasibility study yang berbeda,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah masih memprioritaskan pembangunan kelembagaan dan infrastruktur koperasi di wilayah pedesaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kami memang kemarin prioritas pertamanya adalah membangun badan hukum dan bangunan fisik gudang gerai kelengkapannya di desa-desa dengan prototype luas tanah yang memang apa kita tentukan,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
