<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ubah Strategi Bisnis, Jasa Marga Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan&amp;nbsp;</title><description>PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengubah arah strategi bisnis dengan berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230327/ubah-strategi-bisnis-jasa-marga-fokus-ciptakan-nilai-berkelanjutan-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230327/ubah-strategi-bisnis-jasa-marga-fokus-ciptakan-nilai-berkelanjutan-nbsp"/><item><title>Ubah Strategi Bisnis, Jasa Marga Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230327/ubah-strategi-bisnis-jasa-marga-fokus-ciptakan-nilai-berkelanjutan-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/15/320/3230327/ubah-strategi-bisnis-jasa-marga-fokus-ciptakan-nilai-berkelanjutan-nbsp</guid><pubDate>Rabu 15 Juli 2026 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230327/jalan_tol-wKs5_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/15/320/3230327/jalan_tol-wKs5_large.png</image><title>Jalan Tol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengubah arah strategi bisnis dengan berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented).&#13;
&#13;
Transformasi itu dilakukan agar pengelolaan jalan tol tidak hanya mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, pengguna jalan, investor, hingga negara.&#13;
&#13;
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan keberhasilan perusahaan kini tidak lagi diukur dari besarnya aset atau panjang ruas jalan tol yang dikelola.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap aset, inovasi dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,&amp;rdquo; ujar Rivan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, ukuran utama adalah nilai yang mampu diciptakan bagi publik melalui pengelolaan infrastruktur yang lebih optimal.&#13;
&#13;
Jasa Marga juga mengembangkan konsep infra as a culture atau infraculture, yakni menjadikan jalan tol tidak sekadar sebagai infrastruktur penghubung, tetapi bagian dari ekosistem transportasi yang mampu meningkatkan pengalaman perjalanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Transformasi itu didukung penguatan layanan digital melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang memantau kondisi lalu lintas secara real time.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Data dari lebih dari 3.500 CCTV juga terintegrasi dengan aplikasi Travoy sehingga pengguna jalan dapat memperoleh informasi lalu lintas secara langsung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain meningkatkan layanan digital, Jasa Marga juga merejuvenasi rest area agar tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi berkembang sebagai destinasi yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar koridor jalan tol.&#13;
&#13;
Jasa Marga mencatat pada Kuartal I 2026 pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga terus melanjutkan pembangunan sejumlah ruas strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo&amp;ndash;Banyuwangi, Yogyakarta&amp;ndash;Bawen, Solo&amp;ndash;Yogyakarta&amp;ndash;YIA Kulon Progo, Jakarta&amp;ndash;Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengubah arah strategi bisnis dengan berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented).&#13;
&#13;
Transformasi itu dilakukan agar pengelolaan jalan tol tidak hanya mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, pengguna jalan, investor, hingga negara.&#13;
&#13;
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan keberhasilan perusahaan kini tidak lagi diukur dari besarnya aset atau panjang ruas jalan tol yang dikelola.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap aset, inovasi dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,&amp;rdquo; ujar Rivan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, ukuran utama adalah nilai yang mampu diciptakan bagi publik melalui pengelolaan infrastruktur yang lebih optimal.&#13;
&#13;
Jasa Marga juga mengembangkan konsep infra as a culture atau infraculture, yakni menjadikan jalan tol tidak sekadar sebagai infrastruktur penghubung, tetapi bagian dari ekosistem transportasi yang mampu meningkatkan pengalaman perjalanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
Transformasi itu didukung penguatan layanan digital melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang memantau kondisi lalu lintas secara real time.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Data dari lebih dari 3.500 CCTV juga terintegrasi dengan aplikasi Travoy sehingga pengguna jalan dapat memperoleh informasi lalu lintas secara langsung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain meningkatkan layanan digital, Jasa Marga juga merejuvenasi rest area agar tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi berkembang sebagai destinasi yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar koridor jalan tol.&#13;
&#13;
Jasa Marga mencatat pada Kuartal I 2026 pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga terus melanjutkan pembangunan sejumlah ruas strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo&amp;ndash;Banyuwangi, Yogyakarta&amp;ndash;Bawen, Solo&amp;ndash;Yogyakarta&amp;ndash;YIA Kulon Progo, Jakarta&amp;ndash;Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
