<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Kopdes Merah Putih dari Putus Rentenir, Dapat Modal Rp3 Miliar hingga Bisa Kelola Tambang</title><description>Prabowo mengungkapkan, ide pembentukan Kopdes Merah Putih telah muncul sejak puluhan tahun lalu ketika dirinya masih bertugas di berbagai daerah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/19/320/3230645/6-fakta-kopdes-merah-putih-dari-putus-rentenir-dapat-modal-rp3-miliar-hingga-bisa-kelola-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/19/320/3230645/6-fakta-kopdes-merah-putih-dari-putus-rentenir-dapat-modal-rp3-miliar-hingga-bisa-kelola-tambang"/><item><title>6 Fakta Kopdes Merah Putih dari Putus Rentenir, Dapat Modal Rp3 Miliar hingga Bisa Kelola Tambang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/19/320/3230645/6-fakta-kopdes-merah-putih-dari-putus-rentenir-dapat-modal-rp3-miliar-hingga-bisa-kelola-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/19/320/3230645/6-fakta-kopdes-merah-putih-dari-putus-rentenir-dapat-modal-rp3-miliar-hingga-bisa-kelola-tambang</guid><pubDate>Minggu 19 Juli 2026 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/17/320/3230645/kpoperasi-rIuA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto memiliki gagasan besar di balik pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). (foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/17/320/3230645/kpoperasi-rIuA_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto memiliki gagasan besar di balik pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). (foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto memiliki gagasan besar di balik pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuka akses pembiayaan murah bagi masyarakat hingga memutus ketergantungan terhadap rentenir.&#13;
&#13;
Prabowo mengungkapkan, ide pembentukan Kopdes Merah Putih telah muncul sejak puluhan tahun lalu ketika dirinya masih bertugas di berbagai daerah. Ia melihat langsung kondisi masyarakat desa yang mengalami keterbatasan akses ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya konsep Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah lama puluhan tahun. Waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, gunung-gunung, saya lihat rakyat kelaparan dan saya tidak bisa berbuat banyak,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta mengenai Kopdes Merah Putih dari ide awal pembentukan, bisa mengelola tambang dan dana Rp3 miliar, Minggu (17/7/2026):&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Putus Ketergantungan dari Rentenir&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan salah satu alasan pemerintah membentuk Kopdes Merah Putih adalah untuk membantu masyarakat desa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau.&#13;
&#13;
Menurutnya, banyak petani masih kesulitan memenuhi kebutuhan selama masa tanam hingga panen karena harus mencari pinjaman dengan bunga tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertanian itu panennya 100 hari. Selama 100 hari, saya dapat laporan ada anak yang sakit, ada anak yang sekolah, mereka butuh uang dan pinjam. Bunganya luar biasa gila. Mereka pinjam dari lintah darat, kadang bunganya 1% sehari,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Melalui koperasi desa, pemerintah ingin menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal berbunga tinggi.&#13;
&#13;
2. Ada 81 Ribu Kopdes Sesuai Jumlah Desa dan Kelurahan&#13;
&#13;
Prabowo menjelaskan jumlah 81 ribu koperasi disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia.&#13;
&#13;
Menurutnya, koperasi tersebut nantinya tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pupuk subsidi bisa di koperasi, gas tabung gas di koperasi, hampir semua barang subsidi bisa disalurkan dari koperasi supaya tidak diselewengkan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
3. Kopdes Bisa Dapat Pembiayaan Rp3 Miliar&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan setiap Kopdes Merah Putih akan mendapatkan akses pembiayaan hingga Rp3 miliar dari perbankan, khususnya bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, nilai tersebut cukup untuk mendukung operasional koperasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rp3 miliar itu untuk saya kelihatannya modalnya cukup karena ambil dari bank cukup besar. Kalau diperlukan untuk operasional tambahan bisa mereka gunakan,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Pembiayaan tersebut diberikan dengan tenor hingga enam tahun. Pemerintah juga memastikan pengembalian pinjaman akan dikawal agar berjalan sesuai ketentuan.&#13;
&#13;
4. Dana Pinjaman Dijamin Lewat Skema Pemerintah&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan risiko pembiayaan Kopdes Merah Putih relatif terbatas karena terdapat dukungan dari dana desa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kewajiban saya adalah membayar cicilan pinjaman KDKMP ke bank-bank Himbara, cicil enam tahun clear. Risiko saya terbatas sekali karena sebagian dicicil dari uang dana desa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan aturan yang berlaku, pinjaman tersebut memiliki tenor maksimal 72 bulan atau enam tahun dengan masa tenggang sekitar enam hingga delapan bulan. Suku bunga pinjaman ditetapkan sebesar 6% per tahun.&#13;
&#13;
5. Koperasi Berpeluang Kelola Tambang&#13;
&#13;
Selain sektor perdagangan dan pembiayaan, koperasi juga memiliki peluang masuk ke sektor pertambangan.&#13;
&#13;
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi yang memiliki pengalaman dan kapasitas usaha lebih besar dinilai lebih siap mengelola sektor strategis seperti tambang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebaiknya memang bukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ada koperasi-koperasi existing yang selama ini bergerak di sektor produksi, distribusi, industri, dan lembaga keuangan,&amp;quot; kata Ferry.&#13;
&#13;
Meski demikian, ia memastikan koperasi desa tetap memiliki peluang mengelola tambang apabila telah memiliki kemampuan modal, tata kelola, dan kapasitas usaha yang memadai.&#13;
&#13;
6. Kopdes Tidak Hanya untuk Ekonomi Desa&#13;
&#13;
Pemerintah berharap keberadaan Kopdes Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa.&#13;
&#13;
Selain menyediakan pembiayaan, koperasi juga diarahkan untuk memperkuat rantai distribusi, membuka peluang usaha masyarakat, serta meningkatkan kemandirian ekonomi desa.&#13;
&#13;
Prabowo menilai kekuatan koperasi menjadi salah satu cara menjaga masyarakat lapisan bawah agar memiliki akses ekonomi yang lebih kuat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Prabowo Subianto memiliki gagasan besar di balik pembentukan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuka akses pembiayaan murah bagi masyarakat hingga memutus ketergantungan terhadap rentenir.&#13;
&#13;
Prabowo mengungkapkan, ide pembentukan Kopdes Merah Putih telah muncul sejak puluhan tahun lalu ketika dirinya masih bertugas di berbagai daerah. Ia melihat langsung kondisi masyarakat desa yang mengalami keterbatasan akses ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya konsep Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah lama puluhan tahun. Waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, gunung-gunung, saya lihat rakyat kelaparan dan saya tidak bisa berbuat banyak,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta mengenai Kopdes Merah Putih dari ide awal pembentukan, bisa mengelola tambang dan dana Rp3 miliar, Minggu (17/7/2026):&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Putus Ketergantungan dari Rentenir&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan salah satu alasan pemerintah membentuk Kopdes Merah Putih adalah untuk membantu masyarakat desa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau.&#13;
&#13;
Menurutnya, banyak petani masih kesulitan memenuhi kebutuhan selama masa tanam hingga panen karena harus mencari pinjaman dengan bunga tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertanian itu panennya 100 hari. Selama 100 hari, saya dapat laporan ada anak yang sakit, ada anak yang sekolah, mereka butuh uang dan pinjam. Bunganya luar biasa gila. Mereka pinjam dari lintah darat, kadang bunganya 1% sehari,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Melalui koperasi desa, pemerintah ingin menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal berbunga tinggi.&#13;
&#13;
2. Ada 81 Ribu Kopdes Sesuai Jumlah Desa dan Kelurahan&#13;
&#13;
Prabowo menjelaskan jumlah 81 ribu koperasi disesuaikan dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia.&#13;
&#13;
Menurutnya, koperasi tersebut nantinya tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pupuk subsidi bisa di koperasi, gas tabung gas di koperasi, hampir semua barang subsidi bisa disalurkan dari koperasi supaya tidak diselewengkan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
3. Kopdes Bisa Dapat Pembiayaan Rp3 Miliar&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan setiap Kopdes Merah Putih akan mendapatkan akses pembiayaan hingga Rp3 miliar dari perbankan, khususnya bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, nilai tersebut cukup untuk mendukung operasional koperasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rp3 miliar itu untuk saya kelihatannya modalnya cukup karena ambil dari bank cukup besar. Kalau diperlukan untuk operasional tambahan bisa mereka gunakan,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Pembiayaan tersebut diberikan dengan tenor hingga enam tahun. Pemerintah juga memastikan pengembalian pinjaman akan dikawal agar berjalan sesuai ketentuan.&#13;
&#13;
4. Dana Pinjaman Dijamin Lewat Skema Pemerintah&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan risiko pembiayaan Kopdes Merah Putih relatif terbatas karena terdapat dukungan dari dana desa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kewajiban saya adalah membayar cicilan pinjaman KDKMP ke bank-bank Himbara, cicil enam tahun clear. Risiko saya terbatas sekali karena sebagian dicicil dari uang dana desa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan aturan yang berlaku, pinjaman tersebut memiliki tenor maksimal 72 bulan atau enam tahun dengan masa tenggang sekitar enam hingga delapan bulan. Suku bunga pinjaman ditetapkan sebesar 6% per tahun.&#13;
&#13;
5. Koperasi Berpeluang Kelola Tambang&#13;
&#13;
Selain sektor perdagangan dan pembiayaan, koperasi juga memiliki peluang masuk ke sektor pertambangan.&#13;
&#13;
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi yang memiliki pengalaman dan kapasitas usaha lebih besar dinilai lebih siap mengelola sektor strategis seperti tambang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebaiknya memang bukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ada koperasi-koperasi existing yang selama ini bergerak di sektor produksi, distribusi, industri, dan lembaga keuangan,&amp;quot; kata Ferry.&#13;
&#13;
Meski demikian, ia memastikan koperasi desa tetap memiliki peluang mengelola tambang apabila telah memiliki kemampuan modal, tata kelola, dan kapasitas usaha yang memadai.&#13;
&#13;
6. Kopdes Tidak Hanya untuk Ekonomi Desa&#13;
&#13;
Pemerintah berharap keberadaan Kopdes Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa.&#13;
&#13;
Selain menyediakan pembiayaan, koperasi juga diarahkan untuk memperkuat rantai distribusi, membuka peluang usaha masyarakat, serta meningkatkan kemandirian ekonomi desa.&#13;
&#13;
Prabowo menilai kekuatan koperasi menjadi salah satu cara menjaga masyarakat lapisan bawah agar memiliki akses ekonomi yang lebih kuat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
