<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekomendasi Saham dan Saran Investasi untuk Perdagangan Pekan Ini</title><description>IHSG saat ini menghadapi area penting karena berhadapan langsung dengan titik resistance MA50 di level 6.190.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/278/3231093/rekomendasi-saham-dan-saran-investasi-untuk-perdagangan-pekan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/278/3231093/rekomendasi-saham-dan-saran-investasi-untuk-perdagangan-pekan-ini"/><item><title>Rekomendasi Saham dan Saran Investasi untuk Perdagangan Pekan Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/278/3231093/rekomendasi-saham-dan-saran-investasi-untuk-perdagangan-pekan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/278/3231093/rekomendasi-saham-dan-saran-investasi-untuk-perdagangan-pekan-ini</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2026 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/20/278/3231093/saham-d7I6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini akan ditentukan oleh keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/20/278/3231093/saham-d7I6_large.jpg</image><title>Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini akan ditentukan oleh keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI). (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, membagikan tips investasi dan rekomendasi saham untuk pekan ini. Menurutnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini akan ditentukan oleh keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan, serta data suplai uang M2 (Money Supply/M2) untuk membaca kondisi likuiditas.&#13;
&#13;
IHSG saat ini menghadapi area penting karena berhadapan langsung dengan titik resistance MA50 di level 6.190. Level tersebut menjadi penentu apakah penguatan indeks hanya bersifat pemulihan sementara (technical rebound) atau mampu berlanjut menjadi pembalikan tren (trend reversal) menuju penguatan jangka pendek.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila level 6.190 berhasil dilewati dengan volume transaksi yang meningkat, peluang IHSG untuk melanjutkan reli menuju area 6.380 akan semakin besar,&amp;quot; ujar Imam dalam risetnya, Senin (20/7/2026).&#13;
&#13;
Sebaliknya, jika IHSG gagal menembus level 6.190, terdapat risiko terjadinya aksi ambil untung (profit taking).&#13;
&#13;
Jika skenario penurunan tersebut terjadi, area 6.085 akan menjadi support pertama, disusul classic support kedua di level 5.987 apabila tekanan jual kembali meningkat.&#13;
&#13;
IHSG mencatatkan performa solid sepanjang pekan lalu dengan menguat 4,24 persen. Penguatan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir itu ditopang oleh melandainya inflasi Amerika Serikat (AS) serta keputusan S&amp;amp;P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.&#13;
&#13;
Dari sisi fundamental domestik, sentimen positif juga datang dari realisasi Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal II 2026 yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp257,7 triliun, atau tumbuh 27,4 persen secara tahunan (year on year/YoY).&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah perlambatan ekonomi global dan masih berlangsungnya ketidakpastian geopolitik, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik bagi investor asing,&amp;quot; kata Imam.&#13;
&#13;
Menariknya, meski menguat tajam pada pekan lalu, volume perdagangan tercatat relatif rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh terpecahnya perhatian pelaku pasar menjelang babak final Piala Dunia FIFA, yang secara historis dapat menekan volume perdagangan saham global hingga 48 persen saat tim nasional bertanding.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seiring berakhirnya turnamen tersebut, likuiditas pasar diperkirakan berpotensi meningkat kembali sehingga dapat menjadi faktor pendukung apabila momentum penguatan IHSG berlanjut,&amp;quot; pungkas Imam.&#13;
&#13;
Berikut rekomendasi IPOT untuk pekan ini:&#13;
&#13;
Buy ICBP (Entry: 6.850 | TP: 7.300 | SL: &amp;lt;6.625).&#13;
Buy EMTK (Entry: 535 | TP: 585 | SL: &amp;lt;510).&#13;
Buy BSDE (Entry: 575 | TP: 625 | SL: &amp;lt;550).&#13;
Buy Obligasi FR0091 (Harga: 96,50 | Kupon: 6,375% | YTM: 7,13%).&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, membagikan tips investasi dan rekomendasi saham untuk pekan ini. Menurutnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini akan ditentukan oleh keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan, serta data suplai uang M2 (Money Supply/M2) untuk membaca kondisi likuiditas.&#13;
&#13;
IHSG saat ini menghadapi area penting karena berhadapan langsung dengan titik resistance MA50 di level 6.190. Level tersebut menjadi penentu apakah penguatan indeks hanya bersifat pemulihan sementara (technical rebound) atau mampu berlanjut menjadi pembalikan tren (trend reversal) menuju penguatan jangka pendek.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila level 6.190 berhasil dilewati dengan volume transaksi yang meningkat, peluang IHSG untuk melanjutkan reli menuju area 6.380 akan semakin besar,&amp;quot; ujar Imam dalam risetnya, Senin (20/7/2026).&#13;
&#13;
Sebaliknya, jika IHSG gagal menembus level 6.190, terdapat risiko terjadinya aksi ambil untung (profit taking).&#13;
&#13;
Jika skenario penurunan tersebut terjadi, area 6.085 akan menjadi support pertama, disusul classic support kedua di level 5.987 apabila tekanan jual kembali meningkat.&#13;
&#13;
IHSG mencatatkan performa solid sepanjang pekan lalu dengan menguat 4,24 persen. Penguatan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir itu ditopang oleh melandainya inflasi Amerika Serikat (AS) serta keputusan S&amp;amp;P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.&#13;
&#13;
Dari sisi fundamental domestik, sentimen positif juga datang dari realisasi Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal II 2026 yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp257,7 triliun, atau tumbuh 27,4 persen secara tahunan (year on year/YoY).&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah perlambatan ekonomi global dan masih berlangsungnya ketidakpastian geopolitik, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik bagi investor asing,&amp;quot; kata Imam.&#13;
&#13;
Menariknya, meski menguat tajam pada pekan lalu, volume perdagangan tercatat relatif rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh terpecahnya perhatian pelaku pasar menjelang babak final Piala Dunia FIFA, yang secara historis dapat menekan volume perdagangan saham global hingga 48 persen saat tim nasional bertanding.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seiring berakhirnya turnamen tersebut, likuiditas pasar diperkirakan berpotensi meningkat kembali sehingga dapat menjadi faktor pendukung apabila momentum penguatan IHSG berlanjut,&amp;quot; pungkas Imam.&#13;
&#13;
Berikut rekomendasi IPOT untuk pekan ini:&#13;
&#13;
Buy ICBP (Entry: 6.850 | TP: 7.300 | SL: &amp;lt;6.625).&#13;
Buy EMTK (Entry: 535 | TP: 585 | SL: &amp;lt;510).&#13;
Buy BSDE (Entry: 575 | TP: 625 | SL: &amp;lt;550).&#13;
Buy Obligasi FR0091 (Harga: 96,50 | Kupon: 6,375% | YTM: 7,13%).&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
