<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor 38,4 Ton Kopi ke Tiongkok dan Maroko</title><description>Pelepasan ekspor ini membuktikan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesi&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/320/3231094/ri-ekspor-38-4-ton-kopi-ke-tiongkok-dan-maroko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/320/3231094/ri-ekspor-38-4-ton-kopi-ke-tiongkok-dan-maroko"/><item><title>RI Ekspor 38,4 Ton Kopi ke Tiongkok dan Maroko</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/320/3231094/ri-ekspor-38-4-ton-kopi-ke-tiongkok-dan-maroko</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/20/320/3231094/ri-ekspor-38-4-ton-kopi-ke-tiongkok-dan-maroko</guid><pubDate>Senin 20 Juli 2026 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/20/320/3231094/kopi-jh5Q_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia mengekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/20/320/3231094/kopi-jh5Q_large.jpg</image><title>Indonesia mengekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko. Pelepasan ekspor ini membuktikan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha.&#13;
&#13;
Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan, terdapat dua kontainer kopi yang diekspor dengan total volume 38,4 ton senilai USD227.443,2. Ekspor tersebut terdiri atas satu kontainer kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai USD71.040 dengan tujuan Maroko dan satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD156.403,2 dengan tujuan Tiongkok.&#13;
&#13;
Setelah pelepasan ekspor tersebut, direncanakan pengiriman delapan kontainer kopi Arabica Semi-Wash dengan total volume 153,6 ton senilai USD1.251.225,60 menuju Tiongkok. Seluruh komoditas kopi tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberhasilan implementasi SRG untuk ekspor ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Optimalnya peran semua pihak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ini,&amp;quot; jelas Tirta, Senin (20/7/2026).&#13;
&#13;
Pihak yang terlibat meliputi petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo selaku pengelola Gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia selaku pemilik gudang yang juga menginisiasi SRG Berbasis Rel, serta PT Kliring Berjangka Indonesia selaku pusat registrasi SRG.&#13;
&#13;
Selain itu, lembaga pembiayaan seperti Bank BJB dan PT ASLI Pangan Indonesia turut menghimpun investor untuk bergabung dalam ekosistem SRG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung juga memiliki peran strategis dalam mewujudkan ekosistem SRG tersebut.&#13;
&#13;
Pelepasan ekspor komoditas kopi ini juga memiliki makna yang sangat penting. Pertama, kopi yang disimpan melalui mekanisme SRG memiliki mutu yang terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional. Kedua, SRG bukan sekadar instrumen pembiayaan di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi mata rantai yang menghubungkan petani dan pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar global.&#13;
&#13;
Selanjutnya, ekspansi pasar ke Tiongkok dan Maroko menjadi bukti bahwa komoditas kopi Indonesia terus mendapat kepercayaan dari mitra dagang internasional. Hal tersebut sekaligus membuka peluang diversifikasi pasar ekspor kopi Indonesia yang selama ini masih terkonsentrasi pada negara-negara tujuan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 9 Tahun 2006 juncto UU Nomor 9 Tahun 2011. Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas,&amp;quot; ujar Tirta.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengekspor kopi ke Tiongkok dan Maroko. Pelepasan ekspor ini membuktikan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha.&#13;
&#13;
Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan, terdapat dua kontainer kopi yang diekspor dengan total volume 38,4 ton senilai USD227.443,2. Ekspor tersebut terdiri atas satu kontainer kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai USD71.040 dengan tujuan Maroko dan satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD156.403,2 dengan tujuan Tiongkok.&#13;
&#13;
Setelah pelepasan ekspor tersebut, direncanakan pengiriman delapan kontainer kopi Arabica Semi-Wash dengan total volume 153,6 ton senilai USD1.251.225,60 menuju Tiongkok. Seluruh komoditas kopi tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberhasilan implementasi SRG untuk ekspor ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Optimalnya peran semua pihak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ini,&amp;quot; jelas Tirta, Senin (20/7/2026).&#13;
&#13;
Pihak yang terlibat meliputi petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo selaku pengelola Gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia selaku pemilik gudang yang juga menginisiasi SRG Berbasis Rel, serta PT Kliring Berjangka Indonesia selaku pusat registrasi SRG.&#13;
&#13;
Selain itu, lembaga pembiayaan seperti Bank BJB dan PT ASLI Pangan Indonesia turut menghimpun investor untuk bergabung dalam ekosistem SRG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung juga memiliki peran strategis dalam mewujudkan ekosistem SRG tersebut.&#13;
&#13;
Pelepasan ekspor komoditas kopi ini juga memiliki makna yang sangat penting. Pertama, kopi yang disimpan melalui mekanisme SRG memiliki mutu yang terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional. Kedua, SRG bukan sekadar instrumen pembiayaan di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi mata rantai yang menghubungkan petani dan pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar global.&#13;
&#13;
Selanjutnya, ekspansi pasar ke Tiongkok dan Maroko menjadi bukti bahwa komoditas kopi Indonesia terus mendapat kepercayaan dari mitra dagang internasional. Hal tersebut sekaligus membuka peluang diversifikasi pasar ekspor kopi Indonesia yang selama ini masih terkonsentrasi pada negara-negara tujuan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 9 Tahun 2006 juncto UU Nomor 9 Tahun 2011. Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas,&amp;quot; ujar Tirta.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
