<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun sepanjang Semester I 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/21/320/3231391/apbn-semester-i-2026-defisit-rp196-5-triliun-purbaya-kinerja-fiskal-tetap-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/21/320/3231391/apbn-semester-i-2026-defisit-rp196-5-triliun-purbaya-kinerja-fiskal-tetap-kuat"/><item><title>APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/21/320/3231391/apbn-semester-i-2026-defisit-rp196-5-triliun-purbaya-kinerja-fiskal-tetap-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/21/320/3231391/apbn-semester-i-2026-defisit-rp196-5-triliun-purbaya-kinerja-fiskal-tetap-kuat</guid><pubDate>Selasa 21 Juli 2026 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/21/320/3231391/menkeu_purbaya-5Aop_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/21/320/3231391/menkeu_purbaya-5Aop_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun sepanjang Semester I 2026.&#13;
&#13;
Angka defisit tersebut setara dengan 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit terjadi lantaran realisasi pendapatan negara masih berada di bawah total penyerapan belanja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kinerja APBN hingga semester I 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat. APBN terus berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan agenda pelaksanaan agenda pembangunan nasional,&amp;quot; ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).&#13;
&#13;
Hingga akhir Juni 2026, penerimaan negara terkumpul sebesar Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).&#13;
&#13;
Di saat bersamaan, belanja negara terealisasi mencapai Rp1.656 triliun, atau tumbuh 17,8 persen.&#13;
&#13;
Rincian penerimaan negara senilai Rp1.459,4 triliun tersebut bersumber dari penerimaan pajak sebesar Rp1.035,7 triliun yang melonjak 24,6 persen, sektor kepabeanan dan cukai senilai Rp152 triliun atau naik 3,4 persen, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp271 triliun dengan pertumbuhan 21,6 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara sebesar Rp1.656 triliun dialokasikan melalui belanja Pemerintah Pusat senilai Rp1.298,6 triliun serta penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp357,4 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi efektif untuk menjaga stabilitas mendukunh pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun sepanjang Semester I 2026.&#13;
&#13;
Angka defisit tersebut setara dengan 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit terjadi lantaran realisasi pendapatan negara masih berada di bawah total penyerapan belanja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kinerja APBN hingga semester I 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat. APBN terus berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan agenda pelaksanaan agenda pembangunan nasional,&amp;quot; ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).&#13;
&#13;
Hingga akhir Juni 2026, penerimaan negara terkumpul sebesar Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).&#13;
&#13;
Di saat bersamaan, belanja negara terealisasi mencapai Rp1.656 triliun, atau tumbuh 17,8 persen.&#13;
&#13;
Rincian penerimaan negara senilai Rp1.459,4 triliun tersebut bersumber dari penerimaan pajak sebesar Rp1.035,7 triliun yang melonjak 24,6 persen, sektor kepabeanan dan cukai senilai Rp152 triliun atau naik 3,4 persen, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp271 triliun dengan pertumbuhan 21,6 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara sebesar Rp1.656 triliun dialokasikan melalui belanja Pemerintah Pusat senilai Rp1.298,6 triliun serta penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp357,4 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi efektif untuk menjaga stabilitas mendukunh pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
