<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mandiri Raup Laba Rp28,5 Triliun di Semester I-2026</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraih laba bersih senilai Rp28,5 triliun hingga Juni 2026. Raihan itu meningkat 25 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,8 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/278/3231899/bank-mandiri-raup-laba-rp28-5-triliun-di-semester-i-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/278/3231899/bank-mandiri-raup-laba-rp28-5-triliun-di-semester-i-2026"/><item><title>Bank Mandiri Raup Laba Rp28,5 Triliun di Semester I-2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/278/3231899/bank-mandiri-raup-laba-rp28-5-triliun-di-semester-i-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/278/3231899/bank-mandiri-raup-laba-rp28-5-triliun-di-semester-i-2026</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2026 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/23/278/3231899/bank_mandiri-ihL5_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/23/278/3231899/bank_mandiri-ihL5_large.png</image><title>Bank Mandiri (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraih&amp;nbsp;laba bersih senilai Rp28,5 triliun hingga Juni 2026. Raihan itu meningkat 25 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,8 triliun.&#13;
&#13;
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo mengatakan bahwa semester I 2026, profitabilitas perseroan tetap berada pada level yang sangat sehat, dengan Return on Equity (ROE) di posisi 24,3 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,10 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh pencapaian tersebut dibangun di atas fondasi manajemen risiko yang kuat,&amp;rdquo; ujar Totok dalam Paparan Kinerja Kuartal II/2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.591 triliun, tumbuh 19,9 persen YoY atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan industri perbankan.&#13;
&#13;
Perseroan juga mampu menjaga kualitas aset dengan baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross yang membaik ke level 0,98 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,08 persen.&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BMRI mencapai Rp1.710,03 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 17,1 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.459,87 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melihat indikator keuangan lainnya, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri mengalami penyusutan dari 4,63 persen menjadi 4,37 persen.&#13;
&#13;
Kendati demikian, efisiensi perseroan membaik yang ditunjukkan oleh penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dari 63,8 persen pada semester I 2025 menjadi 57,6 persen pada semester I 2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraih&amp;nbsp;laba bersih senilai Rp28,5 triliun hingga Juni 2026. Raihan itu meningkat 25 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,8 triliun.&#13;
&#13;
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo mengatakan bahwa semester I 2026, profitabilitas perseroan tetap berada pada level yang sangat sehat, dengan Return on Equity (ROE) di posisi 24,3 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,10 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh pencapaian tersebut dibangun di atas fondasi manajemen risiko yang kuat,&amp;rdquo; ujar Totok dalam Paparan Kinerja Kuartal II/2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.591 triliun, tumbuh 19,9 persen YoY atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan industri perbankan.&#13;
&#13;
Perseroan juga mampu menjaga kualitas aset dengan baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross yang membaik ke level 0,98 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,08 persen.&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BMRI mencapai Rp1.710,03 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 17,1 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.459,87 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melihat indikator keuangan lainnya, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri mengalami penyusutan dari 4,63 persen menjadi 4,37 persen.&#13;
&#13;
Kendati demikian, efisiensi perseroan membaik yang ditunjukkan oleh penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dari 63,8 persen pada semester I 2025 menjadi 57,6 persen pada semester I 2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
