<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Belum Pastikan PFII Dibangun di Lahan BUMN, Lokasi Masih Dikaji</title><description>Pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif lokasi yang diusulkan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231952/purbaya-belum-pastikan-pfii-dibangun-di-lahan-bumn-lokasi-masih-dikaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231952/purbaya-belum-pastikan-pfii-dibangun-di-lahan-bumn-lokasi-masih-dikaji"/><item><title>Purbaya Belum Pastikan PFII Dibangun di Lahan BUMN, Lokasi Masih Dikaji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231952/purbaya-belum-pastikan-pfii-dibangun-di-lahan-bumn-lokasi-masih-dikaji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231952/purbaya-belum-pastikan-pfii-dibangun-di-lahan-bumn-lokasi-masih-dikaji</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2026 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/23/320/3231952/purbaya-qJN4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dapat memastikan lahan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/23/320/3231952/purbaya-qJN4_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dapat memastikan lahan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dapat memastikan rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menggunakan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau tidak.&#13;
&#13;
Pasalnya, pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif lokasi yang diusulkan. Purbaya menyebut keputusan akhir berada di tangannya sebagai bendahara negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum. Mungkin seperti itu, mungkin juga tidak, nanti kita lihat. Kan yang menentukan aslinya Menteri Keuangan,&amp;quot; kata Purbaya usai sidang debottlenecking, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Purbaya juga mengaku belum melakukan pembahasan lebih lanjut dengan BPI Danantara terkait rencana penggunaan lahan BUMN untuk proyek tersebut.&#13;
&#13;
Meski sejumlah lokasi telah ditinjau, lanjut Purbaya, usulan yang masuk hingga kini belum bersifat final.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka pernah melihat beberapa tempat, tetapi usulannya belum selalu jelas. Nanti kita lihat,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah meninjau sejumlah lokasi di Bali sebagai kandidat pembangunan PFII. Beberapa lokasi tersebut merupakan lahan milik BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin saya, Pak Rosan, sudah meninjau beberapa tempat di Bali. Jadi salah satunya adalah lahan yang dimiliki oleh BUMN di Bali. Termasuk kemarin kita lihat beberapa KEK dan juga lahan di Bali Barat maupun lahan di dekat bandara yang dimiliki oleh BUMN. Jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII,&amp;quot; kata Airlangga.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah sebelumnya telah menetapkan Bali sebagai lokasi utama pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Opsi terkuat berada di kawasan Bali Barat dengan menggunakan lahan milik BUMN yang berlokasi dekat dengan bandara.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum dapat memastikan rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menggunakan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau tidak.&#13;
&#13;
Pasalnya, pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif lokasi yang diusulkan. Purbaya menyebut keputusan akhir berada di tangannya sebagai bendahara negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum. Mungkin seperti itu, mungkin juga tidak, nanti kita lihat. Kan yang menentukan aslinya Menteri Keuangan,&amp;quot; kata Purbaya usai sidang debottlenecking, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Purbaya juga mengaku belum melakukan pembahasan lebih lanjut dengan BPI Danantara terkait rencana penggunaan lahan BUMN untuk proyek tersebut.&#13;
&#13;
Meski sejumlah lokasi telah ditinjau, lanjut Purbaya, usulan yang masuk hingga kini belum bersifat final.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka pernah melihat beberapa tempat, tetapi usulannya belum selalu jelas. Nanti kita lihat,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah telah meninjau sejumlah lokasi di Bali sebagai kandidat pembangunan PFII. Beberapa lokasi tersebut merupakan lahan milik BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin saya, Pak Rosan, sudah meninjau beberapa tempat di Bali. Jadi salah satunya adalah lahan yang dimiliki oleh BUMN di Bali. Termasuk kemarin kita lihat beberapa KEK dan juga lahan di Bali Barat maupun lahan di dekat bandara yang dimiliki oleh BUMN. Jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII,&amp;quot; kata Airlangga.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah sebelumnya telah menetapkan Bali sebagai lokasi utama pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Opsi terkuat berada di kawasan Bali Barat dengan menggunakan lahan milik BUMN yang berlokasi dekat dengan bandara.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
