<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditemukan Potensi Produksi Minyak Baru 2.035 BOPD di Sumur Menggala South</title><description>Temuan ini menjadi kabar positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231989/ditemukan-potensi-produksi-minyak-baru-2-035-bopd-di-sumur-menggala-south</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231989/ditemukan-potensi-produksi-minyak-baru-2-035-bopd-di-sumur-menggala-south"/><item><title>Ditemukan Potensi Produksi Minyak Baru 2.035 BOPD di Sumur Menggala South</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231989/ditemukan-potensi-produksi-minyak-baru-2-035-bopd-di-sumur-menggala-south</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/23/320/3231989/ditemukan-potensi-produksi-minyak-baru-2-035-bopd-di-sumur-menggala-south</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2026 21:34 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/23/320/3231989/migas-oRGh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menemukan tambahan produksi minyak. (Foto :Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/23/320/3231989/migas-oRGh_large.jpg</image><title>SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menemukan tambahan produksi minyak. (Foto :Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menemukan tambahan produksi minyak dari Sumur Menggala South-21 dengan potensi produksi awal mencapai 2.035 barel minyak per hari (BOPD).&#13;
&#13;
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mengapresiasi penemuan tersebut. Menurutnya, temuan ini menjadi kabar positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberhasilan ini patut diapresiasi. Ini membuktikan potensi migas Indonesia masih besar dan kegiatan eksplorasi harus terus didorong,&amp;quot; ujar Gunhar, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Gunhar mengingatkan pemerintah agar tidak berhenti pada capaian penemuan sumber produksi baru. Ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan di sektor hulu migas yang perlu segera ditangani.&#13;
&#13;
Gunhar menyoroti tren penurunan produksi di sejumlah blok migas utama, seperti Blok Rokan dan Blok Cepu. Selain itu, gangguan infrastruktur juga dinilai turut menghambat peningkatan lifting migas nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, sejumlah kendala yang terjadi antara lain putusnya pipa transmisi gas TGI sebanyak dua kali pada awal tahun, penghentian operasi ratusan rig Pertamina, kerusakan pembangkit listrik MCTN yang menopang operasional pompa angguk, kebakaran switchgear dan transformator di fasilitas produksi, kebocoran pipa bawah laut, hingga kerusakan jaringan pipa di Aceh dan Sumatera Utara akibat bencana.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penemuan cadangan baru memang penting, tetapi tidak akan optimal jika fasilitas produksi dan infrastruktur migas sering mengalami gangguan. Pemerintah harus bergerak cepat memastikan keandalan infrastruktur agar produksi tidak terus terganggu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Gunhar meminta pemerintah bersama SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas produksi migas nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, setiap gangguan operasional harus segera ditangani agar tidak berdampak terhadap target lifting minyak dan gas bumi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada keberhasilan eksplorasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga aset-aset produksi tetap andal. Karena itu, percepatan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menemukan tambahan produksi minyak dari Sumur Menggala South-21 dengan potensi produksi awal mencapai 2.035 barel minyak per hari (BOPD).&#13;
&#13;
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mengapresiasi penemuan tersebut. Menurutnya, temuan ini menjadi kabar positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberhasilan ini patut diapresiasi. Ini membuktikan potensi migas Indonesia masih besar dan kegiatan eksplorasi harus terus didorong,&amp;quot; ujar Gunhar, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Gunhar mengingatkan pemerintah agar tidak berhenti pada capaian penemuan sumber produksi baru. Ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan di sektor hulu migas yang perlu segera ditangani.&#13;
&#13;
Gunhar menyoroti tren penurunan produksi di sejumlah blok migas utama, seperti Blok Rokan dan Blok Cepu. Selain itu, gangguan infrastruktur juga dinilai turut menghambat peningkatan lifting migas nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, sejumlah kendala yang terjadi antara lain putusnya pipa transmisi gas TGI sebanyak dua kali pada awal tahun, penghentian operasi ratusan rig Pertamina, kerusakan pembangkit listrik MCTN yang menopang operasional pompa angguk, kebakaran switchgear dan transformator di fasilitas produksi, kebocoran pipa bawah laut, hingga kerusakan jaringan pipa di Aceh dan Sumatera Utara akibat bencana.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penemuan cadangan baru memang penting, tetapi tidak akan optimal jika fasilitas produksi dan infrastruktur migas sering mengalami gangguan. Pemerintah harus bergerak cepat memastikan keandalan infrastruktur agar produksi tidak terus terganggu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Gunhar meminta pemerintah bersama SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas produksi migas nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, setiap gangguan operasional harus segera ditangani agar tidak berdampak terhadap target lifting minyak dan gas bumi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada keberhasilan eksplorasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga aset-aset produksi tetap andal. Karena itu, percepatan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
