<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Kalau Sudah Ramai Saya Jelasin</title><description>Direktur Utama Agrinas buka-bukaan isu polemik pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih senilai Rp1,8 triliun&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3231999/kipas-angin-kopdes-rp1-8-triliun-dirut-agrinas-kalau-sudah-ramai-saya-jelasin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3231999/kipas-angin-kopdes-rp1-8-triliun-dirut-agrinas-kalau-sudah-ramai-saya-jelasin"/><item><title>Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Kalau Sudah Ramai Saya Jelasin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3231999/kipas-angin-kopdes-rp1-8-triliun-dirut-agrinas-kalau-sudah-ramai-saya-jelasin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3231999/kipas-angin-kopdes-rp1-8-triliun-dirut-agrinas-kalau-sudah-ramai-saya-jelasin</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2026 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/24/320/3231999/dirut_agrinas-Xq9S_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Kalau Sudah Ramai Saya Jelasin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/24/320/3231999/dirut_agrinas-Xq9S_large.jpg</image><title>Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Kalau Sudah Ramai Saya Jelasin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota siap buka-bukaan soal isu polemik pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih senilai Rp1,8 triliun&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Joao meminta agar isu tersebut terlebih dahulu ramai diperbincangkan sebelum dirinya memberikan klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalian nguatin dulu deh biar ramai. Kalau udah ramai, udah peak, baru nanti saya jelasin. Biar selesai kayak gitu. Kalau sekarang nanti goreng-goreng nanti,&amp;quot; kata Joao di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Saat diingatkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya juga telah dipertanyakan anggota DPR dalam rapat, Joao kembali merespons dengan nada santai. Menurutnya, ramainya pemberitaan justru menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Agrinas kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, enggak apa-apa. Biar ramai dulu, biar kalian muat-muat dulu deh. Biar rame-ramein dulu. Ini kesempatan saya bisa promosi gratis. Kan Anda bisa promosiin saya kan selalu gitu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Joao menilai pemberitaan mengenai isu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan Agrinas maupun program Koperasi Desa Merah Putih kepada publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak apa-apa, benar enggak apa-apa. Anda promosiin kita gratis, nanti baru kita jelasin biar orang tahu gitu. Enggak apa-apa, boleh enggak apa-apa juga, promosiin gratis dulu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Namun, ketika awak media mengingatkan bahwa klarifikasi diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, Joao tetap enggan mengungkapkan penjelasan mengenai isu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Konteksnya biar bagus gitu. Kan ini menjadi pertanyaan, nanti sudah ini kita clear-kan. Nah sekarang Anda promosikan dulu Agrinas biar orang tahu koperasi, biar orang tahu, baru nanti sudah peak, nanti kita jelasin. Satu kali selesai gitu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Joao juga tidak memberikan jawaban tegas saat ditanya apakah anggaran pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun tersebut memang berada di bawah pengelolaan Agrinas Pangan Nusantara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanya sama yang ngomong. Kan bukan saya yang ngomong,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ketika kembali didesak karena posisinya sebagai Direktur Utama Agrinas dinilai memiliki kewenangan untuk menjelaskan persoalan tersebut, Joao tetap menolak berkomentar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oh tidak dong. Yang bicara itu yang punya kapabilitas untuk menjawab gitu,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dia juga tidak menjawab saat ditanya apakah Agrinas terlibat dalam pengelolaan anggaran pengadaan kipas angin untuk Kopdes Merah Putih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanya dong sama yang ngomong gitu. Orang saya tiba-tiba enggak tahu kok,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota siap buka-bukaan soal isu polemik pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih senilai Rp1,8 triliun&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Joao meminta agar isu tersebut terlebih dahulu ramai diperbincangkan sebelum dirinya memberikan klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalian nguatin dulu deh biar ramai. Kalau udah ramai, udah peak, baru nanti saya jelasin. Biar selesai kayak gitu. Kalau sekarang nanti goreng-goreng nanti,&amp;quot; kata Joao di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2026).&#13;
&#13;
Saat diingatkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya juga telah dipertanyakan anggota DPR dalam rapat, Joao kembali merespons dengan nada santai. Menurutnya, ramainya pemberitaan justru menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Agrinas kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, enggak apa-apa. Biar ramai dulu, biar kalian muat-muat dulu deh. Biar rame-ramein dulu. Ini kesempatan saya bisa promosi gratis. Kan Anda bisa promosiin saya kan selalu gitu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Joao menilai pemberitaan mengenai isu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan Agrinas maupun program Koperasi Desa Merah Putih kepada publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak apa-apa, benar enggak apa-apa. Anda promosiin kita gratis, nanti baru kita jelasin biar orang tahu gitu. Enggak apa-apa, boleh enggak apa-apa juga, promosiin gratis dulu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Namun, ketika awak media mengingatkan bahwa klarifikasi diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, Joao tetap enggan mengungkapkan penjelasan mengenai isu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Konteksnya biar bagus gitu. Kan ini menjadi pertanyaan, nanti sudah ini kita clear-kan. Nah sekarang Anda promosikan dulu Agrinas biar orang tahu koperasi, biar orang tahu, baru nanti sudah peak, nanti kita jelasin. Satu kali selesai gitu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Joao juga tidak memberikan jawaban tegas saat ditanya apakah anggaran pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun tersebut memang berada di bawah pengelolaan Agrinas Pangan Nusantara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanya sama yang ngomong. Kan bukan saya yang ngomong,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ketika kembali didesak karena posisinya sebagai Direktur Utama Agrinas dinilai memiliki kewenangan untuk menjelaskan persoalan tersebut, Joao tetap menolak berkomentar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oh tidak dong. Yang bicara itu yang punya kapabilitas untuk menjawab gitu,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dia juga tidak menjawab saat ditanya apakah Agrinas terlibat dalam pengelolaan anggaran pengadaan kipas angin untuk Kopdes Merah Putih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanya dong sama yang ngomong gitu. Orang saya tiba-tiba enggak tahu kok,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
