<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tempo Scan Group dan Raksasa Farmasi China Joint Venture Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical</title><description>Akses masyarakat terhadap obat bioteknologi modern diproyeksikan semakin luas setelah PT Tempo Scan Pacific Tbk menggandeng anak perusahaan raksasa farmasi Tiongkok. Kerja sama melibatkan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), anak usaha Sino Biopharmaceutical Limited. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3232124/tempo-scan-group-dan-raksasa-farmasi-china-joint-venture-perkuat-lini-specialty-pharmaceutical</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3232124/tempo-scan-group-dan-raksasa-farmasi-china-joint-venture-perkuat-lini-specialty-pharmaceutical"/><item><title>Tempo Scan Group dan Raksasa Farmasi China Joint Venture Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3232124/tempo-scan-group-dan-raksasa-farmasi-china-joint-venture-perkuat-lini-specialty-pharmaceutical</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/24/320/3232124/tempo-scan-group-dan-raksasa-farmasi-china-joint-venture-perkuat-lini-specialty-pharmaceutical</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2026 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/24/320/3232124/join_venture-p9xm_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tempo Scan Group dan Raksasa Farmasi China Joint Venture (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/24/320/3232124/join_venture-p9xm_large.jpeg</image><title>Tempo Scan Group dan Raksasa Farmasi China Joint Venture (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Akses masyarakat terhadap obat bioteknologi modern diproyeksikan semakin luas setelah PT Tempo Scan Pacific Tbk menggandeng anak perusahaan raksasa farmasi Tiongkok. Kerja sama melibatkan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), anak usaha Sino Biopharmaceutical Limited. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI).&#13;
&#13;
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat lini specialty pharmaceutical di Indonesia. Selain itu, kemitraan ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Penandatanganan berlangsung di Tempo Scan Tower, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Acara ini antara lain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Hadir pula Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. Turut menyaksikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo juga menghadiri penandatanganan tersebut.&#13;
&#13;
Skema usaha patungan menetapkan kepemilikan 51 persen oleh Sino Biopharm/CTTQ. Sementara itu, Tempo Scan menguasai 49 persen saham perusahaan baru. Menurut Airlangga, investasi manufaktur biofarmasi memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional. Produksi lokal akan difokuskan bagi penyakit prioritas. &amp;quot;Diharapkan mendorong produk bio untuk penyakit prioritas,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Airlangga menambahkan, produksi dalam negeri berpotensi menurunkan harga obat bioteknologi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh terapi lebih terjangkau. Obat-obatan tersebut juga diharapkan masuk skema pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. &amp;quot;Harganya bisa ditekan dan diakses sistem BPJS,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Executive Chairman and Co-Founder Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi menjelaskan, model joint venture dipilih karena berorientasi jangka panjang. Menurutnya, kerja sama ini tidak sebatas lisensi produk. Sebaliknya, kedua perusahaan juga menyiapkan peta jalan alih teknologi berkelanjutan. &amp;quot;Joint venture berwawasan jangka panjang,&amp;quot; ujar Handojo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai kolaborasi tersebut turut meningkatkan persaingan produk farmasi berkualitas tinggi. Kondisi itu diharapkan menekan harga terapi modern, terutama bagi pasien kanker. Handojo menyebut terdapat hampir 500 ribu kasus kanker setiap tahun. &amp;quot;Pasien mendapat akses produk berkualitas dan terpercaya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih jauh, Handojo mengatakan, pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting mengenai ketahanan rantai pasok global. Karena itu, penguatan industri farmasi nasional dinilai semakin mendesak. Melalui PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia, perusahaan menargetkan peluncuran bertahap produk specialty dan innovative medicine dalam beberapa tahun mendatang. Produk tersebut mencakup yang telah memperoleh persetujuan maupun masih menjalani proses registrasi di BPOM dan BPJS.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Akses masyarakat terhadap obat bioteknologi modern diproyeksikan semakin luas setelah PT Tempo Scan Pacific Tbk menggandeng anak perusahaan raksasa farmasi Tiongkok. Kerja sama melibatkan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), anak usaha Sino Biopharmaceutical Limited. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembentukan perusahaan patungan PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI).&#13;
&#13;
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat lini specialty pharmaceutical di Indonesia. Selain itu, kemitraan ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Penandatanganan berlangsung di Tempo Scan Tower, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Acara ini antara lain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Hadir pula Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. Turut menyaksikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo juga menghadiri penandatanganan tersebut.&#13;
&#13;
Skema usaha patungan menetapkan kepemilikan 51 persen oleh Sino Biopharm/CTTQ. Sementara itu, Tempo Scan menguasai 49 persen saham perusahaan baru. Menurut Airlangga, investasi manufaktur biofarmasi memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional. Produksi lokal akan difokuskan bagi penyakit prioritas. &amp;quot;Diharapkan mendorong produk bio untuk penyakit prioritas,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Airlangga menambahkan, produksi dalam negeri berpotensi menurunkan harga obat bioteknologi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh terapi lebih terjangkau. Obat-obatan tersebut juga diharapkan masuk skema pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. &amp;quot;Harganya bisa ditekan dan diakses sistem BPJS,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Executive Chairman and Co-Founder Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi menjelaskan, model joint venture dipilih karena berorientasi jangka panjang. Menurutnya, kerja sama ini tidak sebatas lisensi produk. Sebaliknya, kedua perusahaan juga menyiapkan peta jalan alih teknologi berkelanjutan. &amp;quot;Joint venture berwawasan jangka panjang,&amp;quot; ujar Handojo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai kolaborasi tersebut turut meningkatkan persaingan produk farmasi berkualitas tinggi. Kondisi itu diharapkan menekan harga terapi modern, terutama bagi pasien kanker. Handojo menyebut terdapat hampir 500 ribu kasus kanker setiap tahun. &amp;quot;Pasien mendapat akses produk berkualitas dan terpercaya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Lebih jauh, Handojo mengatakan, pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting mengenai ketahanan rantai pasok global. Karena itu, penguatan industri farmasi nasional dinilai semakin mendesak. Melalui PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia, perusahaan menargetkan peluncuran bertahap produk specialty dan innovative medicine dalam beberapa tahun mendatang. Produk tersebut mencakup yang telah memperoleh persetujuan maupun masih menjalani proses registrasi di BPOM dan BPJS.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
