<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jadi Single Fighter, Ini Sederet Tugas Manajer Kopdes Merah Putih</title><description>Para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diminta memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/25/455/3232236/jadi-single-fighter-ini-sederet-tugas-manajer-kopdes-merah-putih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/25/455/3232236/jadi-single-fighter-ini-sederet-tugas-manajer-kopdes-merah-putih"/><item><title> Jadi Single Fighter, Ini Sederet Tugas Manajer Kopdes Merah Putih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/25/455/3232236/jadi-single-fighter-ini-sederet-tugas-manajer-kopdes-merah-putih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/25/455/3232236/jadi-single-fighter-ini-sederet-tugas-manajer-kopdes-merah-putih</guid><pubDate>Sabtu 25 Juli 2026 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/25/455/3232236/kopdes-X4vV_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Jadi Single Fighter, Ini Sederet Tugas Manajer Kopdes Merah Putih (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/25/455/3232236/kopdes-X4vV_large.png</image><title> Jadi Single Fighter, Ini Sederet Tugas Manajer Kopdes Merah Putih (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diminta memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi agar mampu memberikan manfaat bagi warga.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi&amp;nbsp;Kementerian Koperasi (Kemenkop) Destry Anna Sari mengatakan, keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam membaca potensi daerah, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa,&amp;quot; kata Destry dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).&#13;
&#13;
Dia meminta setiap manajer aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memahami kondisi wilayah serta kebutuhan yang dapat dijawab melalui usaha koperasi.&#13;
&#13;
Menurut Destry, koperasi pada dasarnya merupakan perusahaan berbasis komunitas sehingga model bisnis yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Dia menambahkan para manajer tidak cukup hanya memahami konsep bisnis koperasi, tetapi juga harus mampu menerapkannya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.&#13;
&#13;
Pelatihan di Makassar diikuti 189 calon manajer KDKMP dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang diselenggarakan secara serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Pendiri The Local Enablers Dwi Purnomo yang menjadi fasilitator pelatihan menekankan pentingnya kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring bagi para manajer koperasi.&#13;
&#13;
Menurut Dwi, manajer KDKMP perlu membangun kolaborasi dengan sesama pengelola koperasi, masyarakat, maupun berbagai pihak di luar desa untuk memperkuat ekosistem usaha koperasi.&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan agar koperasi menghasilkan produk dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value,&amp;quot; kata Dwi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, keberadaan KDKMP di seluruh Indonesia membawa harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga setiap manajer dituntut mampu mengelola koperasi secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan warga.&#13;
&#13;
Sebanyak 29.830 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat ini sedang menjalani pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi sebagai persiapan sebelum ditempatkan di koperasi-koperasi di berbagai daerah.&#13;
&#13;
Pelatihan berlangsung mulai 17 hingga 29 Juli 2026, dengan penutupan pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Kurikulum pelatihan mencakup 90 jam pelajaran yang terdiri atas 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi, dengan fokus pada penguasaan manajemen koperasi dan pengelolaan keuangan.&#13;
&#13;
Seluruh peserta juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi manajer KDKMP yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diminta memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi agar mampu memberikan manfaat bagi warga.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi&amp;nbsp;Kementerian Koperasi (Kemenkop) Destry Anna Sari mengatakan, keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam membaca potensi daerah, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa,&amp;quot; kata Destry dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).&#13;
&#13;
Dia meminta setiap manajer aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memahami kondisi wilayah serta kebutuhan yang dapat dijawab melalui usaha koperasi.&#13;
&#13;
Menurut Destry, koperasi pada dasarnya merupakan perusahaan berbasis komunitas sehingga model bisnis yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Dia menambahkan para manajer tidak cukup hanya memahami konsep bisnis koperasi, tetapi juga harus mampu menerapkannya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.&#13;
&#13;
Pelatihan di Makassar diikuti 189 calon manajer KDKMP dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang diselenggarakan secara serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Pendiri The Local Enablers Dwi Purnomo yang menjadi fasilitator pelatihan menekankan pentingnya kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring bagi para manajer koperasi.&#13;
&#13;
Menurut Dwi, manajer KDKMP perlu membangun kolaborasi dengan sesama pengelola koperasi, masyarakat, maupun berbagai pihak di luar desa untuk memperkuat ekosistem usaha koperasi.&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan agar koperasi menghasilkan produk dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value,&amp;quot; kata Dwi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, keberadaan KDKMP di seluruh Indonesia membawa harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga setiap manajer dituntut mampu mengelola koperasi secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan warga.&#13;
&#13;
Sebanyak 29.830 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat ini sedang menjalani pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi sebagai persiapan sebelum ditempatkan di koperasi-koperasi di berbagai daerah.&#13;
&#13;
Pelatihan berlangsung mulai 17 hingga 29 Juli 2026, dengan penutupan pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Kurikulum pelatihan mencakup 90 jam pelajaran yang terdiri atas 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi, dengan fokus pada penguasaan manajemen koperasi dan pengelolaan keuangan.&#13;
&#13;
Seluruh peserta juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi manajer KDKMP yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
