<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai&amp;nbsp;</title><description>Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) batal dibubarkan. Prabowo Subianto melihat adanya perbaikan kinerja yang signifikan di tubuh Bea Cukai.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/26/320/3232062/3-fakta-prabowo-batal-bubarkan-bea-cukai-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/26/320/3232062/3-fakta-prabowo-batal-bubarkan-bea-cukai-nbsp"/><item><title>3 Fakta Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/26/320/3232062/3-fakta-prabowo-batal-bubarkan-bea-cukai-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/26/320/3232062/3-fakta-prabowo-batal-bubarkan-bea-cukai-nbsp</guid><pubDate>Minggu 26 Juli 2026 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/24/320/3232062/prabowo_subianto-CdON_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 Fakta Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai&amp;nbsp;(Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/24/320/3232062/prabowo_subianto-CdON_large.jpg</image><title>3 Fakta Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai&amp;nbsp;(Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) batal dibubarkan. Wacana pembubaran Bea Cukai dan pengalihan tugasnya ke lembaga survei asal Swiss, Soci&amp;eacute;t&amp;eacute; G&amp;eacute;n&amp;eacute;rale de Surveillance (SGS) dipastikan tidak terjadi.&#13;
&#13;
Kepastian ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Presiden Prabowo Subianto melihat adanya perbaikan kinerja yang signifikan di tubuh Bea Cukai.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta Bea Cukai batal dibubarkan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).&#13;
&#13;
1. Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai&#13;
&#13;
Presiden Prabowo melihat adanya perbaikan kinerja di Bea Cukai. Namun, Prabowo tetap meminta perbaikan instansi tersebut dijalankan secara konsisten.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki,&amp;quot; kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Selasa (21/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan,&amp;quot; sambung Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Perbaikan di Bea Cukai&#13;
&#13;
Purbaya menyebutkan bahwa pembenahan performa Bea Cukai tidak lepas dari rotasi dan perombakan struktural pada jajaran pimpinan.&#13;
&#13;
Saat ini, posisi-posisi penting dalam direktorat tersebut telah diisi oleh pejabat yang dinilai berintegritas.&#13;
&#13;
Dampak dari pembenahan tersebut terlihat pada peningkatan penerimaan Bea Cukai yang tumbuh sekitar 7 persen, serta penurunan peredaran barang-barang selundupan di pasar secara signifikan.&#13;
&#13;
Selain itu, peningkatan penindakan terhadap rokok ilegal juga masif dilakukan di berbagai wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu,&amp;quot; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
3. Realisasi Penerimaan Cukai&#13;
&#13;
Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per semester I 2026 mencapai Rp152,02 triliun, atau sekitar 45,2 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp336 triliun.&#13;
&#13;
Capaian tersebut tumbuh 3,4 persen secara tahunan (year-on-year) yang didorong oleh peningkatan setoran cukai, namun pemerintah memproyeksikan potensi shortfall (tidak mencapai target) sekitar Rp15,4 triliun hingga akhir tahun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) batal dibubarkan. Wacana pembubaran Bea Cukai dan pengalihan tugasnya ke lembaga survei asal Swiss, Soci&amp;eacute;t&amp;eacute; G&amp;eacute;n&amp;eacute;rale de Surveillance (SGS) dipastikan tidak terjadi.&#13;
&#13;
Kepastian ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Presiden Prabowo Subianto melihat adanya perbaikan kinerja yang signifikan di tubuh Bea Cukai.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta Bea Cukai batal dibubarkan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).&#13;
&#13;
1. Prabowo Batal Bubarkan Bea Cukai&#13;
&#13;
Presiden Prabowo melihat adanya perbaikan kinerja di Bea Cukai. Namun, Prabowo tetap meminta perbaikan instansi tersebut dijalankan secara konsisten.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki,&amp;quot; kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Selasa (21/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan,&amp;quot; sambung Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Perbaikan di Bea Cukai&#13;
&#13;
Purbaya menyebutkan bahwa pembenahan performa Bea Cukai tidak lepas dari rotasi dan perombakan struktural pada jajaran pimpinan.&#13;
&#13;
Saat ini, posisi-posisi penting dalam direktorat tersebut telah diisi oleh pejabat yang dinilai berintegritas.&#13;
&#13;
Dampak dari pembenahan tersebut terlihat pada peningkatan penerimaan Bea Cukai yang tumbuh sekitar 7 persen, serta penurunan peredaran barang-barang selundupan di pasar secara signifikan.&#13;
&#13;
Selain itu, peningkatan penindakan terhadap rokok ilegal juga masif dilakukan di berbagai wilayah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu,&amp;quot; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
3. Realisasi Penerimaan Cukai&#13;
&#13;
Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per semester I 2026 mencapai Rp152,02 triliun, atau sekitar 45,2 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp336 triliun.&#13;
&#13;
Capaian tersebut tumbuh 3,4 persen secara tahunan (year-on-year) yang didorong oleh peningkatan setoran cukai, namun pemerintah memproyeksikan potensi shortfall (tidak mencapai target) sekitar Rp15,4 triliun hingga akhir tahun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
